Bupati Jember: Saya Paling Bertanggungjawab atas Pendidikan di Jember

Bupati Jember, dr.Faida,MMR (16/9) menjadi narasumber penyampaian Seminar  Wanita  pada jamaah LDII Kabupaten Jember.

Peranan Wanita dalam setahun disampaukan dua kali oleh DPD LDII Kabupaten Jember, kata ketua, Drs. Sunardi, MT.

Sunardi menyampaikan bahwa Peranan Wanita dengan tema “Pembinaan Keluarga pada Era Digital”. LDII memandang sangat pentingnya pembinaan keluarga terutama peran dari seorang ibu kepada anak remaja diera digital penuh tantangan.

Di era emansipasi seorang perempuan tidak lagi dianggap remeh terutama dalam pembinaan remaja. Remaja dimasa kecanggihan digital bisa memberikan nilai positif juga bisa berakibat negatif.

Sunardi bersama seluruh jamaah LDII siap membantu program-program pemerintah dan turut mendoakan semoga Bupati Jember, Faida dan segenap pimpinan diberikan kekuatan, keamanan, keselamatan dan kebarokahan.

Kesan pertama Bupati Jember, dr.Faida,MMR ketika menyapa warga jamaah LDII Jember (16/9) di Masjid Al-Manshurin, Patrang, Jember adalah LDII sangat kompak, tertib dan disiplin.

Bupti Jember menyampaikan materi “Seminar Keluarga” dengan tema “Pembinaan Keluarga pada Era Digital

Agar Jember makin kuat, Bagaimana LDII beserta seluruh jamaahnya dapat bersinergi dan mengakses program-program Pemerintah, dapat membantu pemerintah dan mensosialisasikan program pemerintah dengan sebaik-baiknya. Minimal memberitahukan program-program itu sudah cukup luar biasa.

Sebaik apapun program kalau itu tidak bisa diakses program tersebut semua sia-sia.

Masa depan kita tergantung anak-anak kita, jangan sampai putus sekolah. Siapapun berhak sekolah di Jember, jangan sampai karena keterbatasan biaya, masalah keterbatasan fisik, masalah akses sekolah, menjadikan hambatan dan putus sekolah.

LDII diminta Bupati untuk membantu program pemerintah. Jangan sampai anak putus sekolah. Bupat sangat bangga dan terharu atas prestasi tahfid difabel dari salah satu jamaah LDII.

Keterbatasan fisik (difabel) jangan menjadi hambatan bagi anak sehingga putus sekolah, seraya berkata saya titip pada LDII untuk adek kita ini. Tanya dia mau sekolah dimana, dan

Saya paling bertanggungjawab atas pendidikan di Kabupaten Jember.

Kalau disekolah tidak ada guru pendamping difabel, kami akan siapkan. Kalau belum ada guru bersertifikat tambahan untuk pendamping difabel, maka akan kami siapkan.

Kalau akses pergi ke sekolah yang jadi hambatan, kami yang bertanggungjawab. Kalau ada yang bertanggungjawab bantu antar jemput, saya yang ganti seluruh biayanya. Kalau dia mau meneruskan sekolah.

Kalau jalan yang jadi hambatan, kami yang akan bangun akses jalannya. Apa yang tidak bisa LDII urus, kami yang akan urus. Kalau transportasinya yang jadi kendala, maka transportasinya yang disediakan. Pada tahun ini akan kita lounching peresmiannya untuk penyediaan transportasi gratis setelah perubahan anggaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *