Rakernas LDII, Tugas Ormas Membentuk SDM Berkualitas

Jelang rakernas 10-11 Oktober 2018, LDII kembali jumpa pers (21/9) di Jakarta.

Rakernas LDII merupakan kerja nyata organisasi setelah Munas. Profesional Religius LDII demi kemaslahatan umat diharapkan menjadi sumbangsih untuk bangsa dan negara.

Rakernas LDII di tahun politik ini dipandang sangat strategis. Pemilu Legeslatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 – 2024 secara bersamaan.

Dalam press conference di kantor DPP LDII Patal Senayan, Jakarta Selatan, Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo menegaskan isu kampanye pilpres hingga Rakernas LDII yang akan dihelat di Ponpes Minhajurrosyidin Pondok Gede, Jakarta Timur pada tanggal 10-11 Oktober 2019 mendatang.   

Dimulai dari isu kampanye dua kubu calon presiden. Meski belum memasuki kampanye, kedua kubu capres sudah beradu kekuatan dalam panggung politik dan media. Kampanye yang berjalan saat ini bersifat deklarasi, tidak mewakili suara rakyat, dan hanya menunjukan kekuatan saja.

Menurut Prasetyo Sunaryo, era kampanye saat ini seharusnya tidak saling menjelekan. Jika saling menjelekkan, pertimbangan memilih calon yang terbaik akan susah.

“Mari kita gunakan momen kampanye untuk memberikan usulan. Pola pikir masyarakat harus diubah. Rakyat harus bisa mengusulkan apa yang menjadi persoalan dalam kehidupannya dan kandidat bisa memunculkan  fungsi representasi. Dengan demikian, menjelang 17 April 2019 nanti, kita bisa melihat mana calon yang paling mendekati harapan kita,” ujar Prasetyo Sunaryo.

Harapannya, baik legislatif maupun eksekutif menjalankan peran representatif agar betul-betul mewakili keinginan rakyat dan tidak hanya mengejar keterpilihan saja. “Sehingga kehidupan rakyat akan terjadi kerukunan nasional karena proses kampanye tidak saling menjatuhkan,” tegasnya.

Namun, hak konstitusi saat ini sepenuhnya dimiliki partai politik daripada ormas.

Karena itu, Prasetyo  mengatakan:

Tugas ormas membentuk SDM yang berkualitas.

Sementara parpol harus rajin mendengarkan pemikiran ormas. Kerja politik pihak parpol perlu ada peningkatan dan ormas sebaiknya tidak hanya sekedar terjerumus kedalam isu politik, tapi kerja politik dengan menangkap masalah yang ada di masyarakat.

“Kita sebagai rakyat semaksimal mungkin mengusulkan bagaimana Indonesia dikelola di masa mendatang. Di era kampanye ini kita jadikan dua arah. Kita tak hanya mendengarkan tapi kita mengusulkan,” ujarnya.

Sebagai bentuk kerja politik, ada 8 tema besar Rakernas LDII kali ini yang akan diusulkan kepada pemerintah dan calon presiden mendatang. Mengenai wawasan kebangsaan, prinsip dakwah yang menyejukkan merangkul dan membangun akhlak bangsa, pendidikan karakter, isu pangan dan lingkungan hidup,  ekonomi syariah, teknologi jelang era robotika, serta kesehatan herbal, hingga energi terbarukan.

Kepada awak media, Prasetyo Sunaryo kembali menjelaskan bahwa posisi LDII netral aktif dan tidak memihak. “Kita berikan delapan usulan itu kepada pemerintah. Siapapun pemenangnya diharapkan bisa melaksanakan delapan usulan tersebut,” ujarnya.

Momentum ini, dimanfaatkan LDII sebaik-baiknya untuk melakukan proses agregasi aspirasi (pengumpulan berbagai aspirasi) yang dibawa oleh para utusan (peserta Rakernas) dari 34 provinsi dan sekitar 430 utusan kabupaten/Kota serta para peninjau dari berbagai lembaga pendidikan umum dan pondok pesantren. Total peserta rakernas nanti lebih dari 1.400 orang.

Apabila era agenda demokrasi yang saat bulan Oktober 2018 – April 2019 telah memasuki tahap kampanye, maka harapan LDII adalah, agar pola kampanye merupakan forum take
and give program, dalam arti, terjadi interaksi positif-aktif, yaitu kandidat bisa
menyodorkan usulan program maupun menerima usulan program dari konstituen, sehingga program kerja nasional 2019-2024 nantinya siapapun yang terpilih, telah merupakan integrasi program antara program candidat dan usulan konstituen.
Bila keadaan ini dapat terwujud, maka era kampanye dapat merupakan ajang interaktif positif-aktif, sehingga jargon-jargon negatif yang bersifat saling menjatuhkan dapat diminimalkan dan kehidupan demokrasi yang sehat dan semakin berkualitas dapat diwujudkan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *