Catatan Kertas: Membuka Kelebihan Generus LDII

Jpeg

Ketua DPP LDII Drs. KH. Chriswanto Santoso, M.Sc

Dimalam tahun baru (31/12) 1.200-an muda-mudi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jember diajak mengaji suntukan di Masjid Al-Manshurin Jember.

Malam tahun baru 2019 yang dikemas dalam ngaji suntukan generus LDII Jember bertemakan “Cerita Cita-Cita dan Harapan Kelompok Remaja Jember Kota 2019” (CATATAN KERTAS).

Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Sunardi sangat mengapresiasi kegiatan ngaji suntukan remaja LDII di malam pergantian tahun tersebut.

Kami sangat mendukung agenda tahunan remaja LDII yang sangat positif ini, kata Sunardi.

Ngaji ahir tahun ini dijadikan evaluasi bagi remaja dalam programnya selama tahun 2018.

Disamping mereka dapat merenungkan apa yang sudah mereka lakukan di tahun 2018. Mereka akan menyusun program-program yang akan dilaksanakan pada tahun 2019.

Ketua pelaksanan, Vicky menyampaikan ngaji suntukan ahir tahun ini sebagai refleksi kegiatan remaja LDII tahun 2018. Ya, nanti akan kita tampilkan beberapa prestasi dan kreatifitas remaja kepada kurang lebih 1.200 peserta suntukan, kata Vicky.

Dalam acara ngaji suntukan ahir tahun 2018 disamping mereka mengaji Quran dan Hadits, mereka akan mendapatkan nasehat dan motivasi dari ketua DPP LDII, Chriswanto Santoso.

Ketua Dewan Pimpunan Pusat (DPP) LDII Chriswanto Santoso mengajak segenap generasi muda LDII Jember untuk membuka kelebihannya masing-masing.

Disamping generus harus memiliki standar pendidikan nasional, generus LDII harus memiliki karakter luhur dan berbudi pekerti yang luhur.

Chriswanto menekankan kepada generus untuk membangun kepercayaan diri dengan melatih adversity quetiont dan personality yang baik. Chriswanto mencontohkan: Kalau Anda dijalan bertemu dengan polisi meskipun membawa surat lengkap tapi tidak memiliki adversity quetiont dan personality kuat, dalam dirinya akan merasa takut dan minder.

Maka kita harus melatih adversity quetiont dan personality untuk membentuk diri yang kuat dan percaya diri, kata Chriswanto.

Melalui profesional religius yang ada di LDII, segenap muda-mudi harus memiliki 6 thobiat luhur dan tri sukses generus.

Ketua DPP LDII yang pernah tinggal di Jember itu berkata, Kita harus bisa merubah mindset tata kelola waktu dan kegiatan dengan tertib dan disiplin yang baik.

Yang kedua harus bisa merubah konsumtif menjadi produktif. Dari ketergantungan menjadi kemandirian. Dari konflik menjadi partnership. Dari individual menjadi partnership. Dari kebergantungan menjadi kemandirian. Maka kita akan menjadi generasi yang produktif dan unggul dalam kelebihannya masing-masing.

Yang ketiga membangun kepedulian. Melalui program kepedulian maka akan tercipta kerukunan dan kekompakan.

Yang keempat membangun kerjasama. Kita harus bisa membedakan sama-sama bekerja dengan bekerja sama.

Yang berikutnya adalah membangun sisi positifnya jangan sisi negatifnya. Kemudian harus bisa membangun tim building. Kesempurnaan itu adalah milik Allah, dan setiap manusia pasti ada kekurangannya (tidak sempurna).

Dalam rangka keberhasilan, dari empati menjadi simpati. Kepedulian manusia pada dasarnya sudah ada pada diri manusia sejak lahir. Sama seperti seorang anak akan merasakan kesusahan orang tuanya. Begitu sebaliknya, orangtua memiliki kepedulian yang tinggi akan keberhasilan anaknya. Sesama manusia memiliki kepedulian kepada keluarga dan lingkungan, bangsa dan negaranya.

Mungkin kita mempunyai kekurangan tetapi dengan tim building kita akan memiliki kekuatan. Yakinlah bahwa disetiap kekurangan pasti ada jalan kemudahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *