5 Resep Membangun Keluarga Sakinah, Mawadah, Warohmah

5 Resep Membangun Keluarga Sakinah, Mawadah, Warohmah

KH. Abdul Karim dari Tulungagung, dalam pengajian umum DPD LDII Kabupaten Jember (14/3) menyampaikan ada 5 resep yang harus dilakukan oleh suami dan istri untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah, yaitu:

  1. Ta’aruf
  2. Tahaabbu
  3. Ta’awun/Ta’awanu
  4. Tasabbuh
  5. Walyahfu

1. Ta’aruf

Ta’aruf artinya saling mengerti dan saling memahami baik kekurangan maupun kelebihan masing-masing.

Didalam membina keluarga, seorang suami maupun istri harus belajar mengerti dan memahami kekurangan dan kelebihan masing-masing.

2. Tahaabbu

Tahaabbu artinya saling mencintai dan saling menyayangi.

Sebagai seorang suami harus bisa menjaga kehormatan dan memberikan nafkah baik jasmani maupun rohani.

Suami harus bisa mempergauli istri dengan baik, penuh kasih sayang dan bisa menjaga perasaan istrinya dengan baik.

Apabila suami bekerja dan memberikan nafkah serta memberikan pakaian yang baik kepada istri.

Kasih sayang suami istri jangan ketika masih muda disayang, kemana-mana jalan digandeng tangannya. Begitu sudah beranjak tua sayangnya berkurang bahkan semakin hilang.

Justru harusnya semakin tua, semakin disayang, kemana-mana karena tubuh sudah tua, tulang-tulan sudah tidak lagi kuat harusnya justru digandeng dan tambah sayangnya.

Jangan ketika diajak ke masjid atau mengaji malah berkata, pergi duluan nanti menyusul.

Tahaabbu, kasih sayang suami istri supaya terus dijaga, supaya terus dibina dengan baik.

Seorang istri harus bisa taat dan takdim pada suaminya. Istri harus bisa berbahasa yang baik kepada suaminya.

Istri yang sholihah itu tandanya ada 3, yaitu:

  1. Bila dipandang suaminya, maka menyenangkan
  2. Taat jika diperintah suami
  3. Menjaga kehormatan

Rosululloh SAW bersabda “Dimana ada seorang wanita yang meninggal dan suaminya ridlo, niscaya wanita itu masuk surga”

“Seandainya diperbolehkan manusia sujud kepada sesamanya, niscaya aku perintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya, karena besarnya hak suami atas istri.”

Karena hanya Allah yang wajib disembah maka Nabi tidak memerintahkan wanita sujud kepada suami, tetapi ketaatan seorang istri kepada suami sangatlah besar dan wajib selagi perintahnya tidak maksiat atau bertentangan dengan Allah dan RosulNya.

Bahkan seandainya seorang suami meminta hazatnya kepada istri, walaupun istri sedang memasak, maka istri wajib mendatangkan hazatnya suami. Setelah itu melanjutkan memasak lagi.

Sebagai suami tidak boleh semena-mena dalam meminta hak-haknya. Bisa menjaga perasaan dan menciptakan keharmonisan dalam keluarga dengan baik.

3. Ta’awun/Ta’awanu

Ta’awun/Ta’awanu artinya saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.

Sebagai suami istri dalam membina keluarga harus bisa saling berbuat kebaikan dan tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.

Seperti kemanten baru, biasanya saat malam pertama keduanya saling buka-bukaan sampai tidak bisa tidur.

Karena saking banyaknya kado, membuka sampai pagi tidak terasa. Apalagi saling mengenalkan sesuatu yang dimilikinya.

Sebagai seorang istri jangan meminta sesuatu diluar kemampuan suami. Seorang istri harus bisa mengukur kebutuhan dengan kemampuan penghasilan suaminya. Begitu juga sebaliknya.

Adakalanya suami istri begitu menikah sudah bisa memiliki rumah sendiri. Adakalanya baru mampu untuk tinggal dikontrakan. Adakalanya juga masih ngampung tinggal dirumah mertua. Maka supaya tetap bersyukur dan bisa mngukur kemauan dengan kemampuannya.

Jangan sampai ketika sudah beranjak tua, dimana kesehatan suami atau istri sudah mulai berkurang. Adakalanya salah satu mengalami sakit, tensi mulai tinggi atau darah tinggi, encok mulai kumat, kolesterol juga tinggi, asam urat mulai kambuh, dan seterusnya. Rasa sayang dan cintanya terhadap pasangan mulai luntur bahkan mulai hilang.

Membina keluarga dari malam pertama sampai bisa saling ridlo dan berhasil khusnul hotimah adalah tujuan hidup kita untuk bersama-sama masuk surga selamat dari neraka.

4. Tasabbuh

Tasabbuh artinya saling bermusyawarah dalam menyelesaikan perselisihan dan mencari solusi untuk kebaikan dalam memutuskan sesuatu.

Dalam rumah tangga, suami istri adakalanya bahkan pasti ada perselisihan baik dalam pekerjaan rumah, mengurus anak, ataupun hal-hal lainnya.

Musyawarah adalah jalan terbaik untuk mencari solusi dan berbagi pendapat. Keputusan yang diambil dengan cara musyawarah atau dibicarakan bersama akan mendapatkan hasil yang baik.

Dalam hadits dikatakan bahwa Allah akan menolong orang yang bermusyawarah.

5. Walyahfu

Yang kelima Walyahfu atau saling memaafkan.

Karena tidak ada satupun manusia yang sempurna terlebih manusia adalah tempatnya salah dan tidak lepas dari hilaf, maka sebailnya kita saling ridlo dan saling memaafkan.

Bila kelima resep tersebut bisa dimengerti dan difahami serta dipraktekkan.

Kemudian keluarga dan anak-anak bisa menciptakan kerukunan dan keromantisan dalam rumah tangga maka akan terwujud keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *