Wisata Generus Unik di Teluk Love, Payangan Jember

Sebanyak 123 muda-mudi yang tergabung dalam komunitas usia nikah (unik) generus LDII Kabupaten Jember melakukan temu darat dipinggir teluk love, Payangan, Jember (21/7).

Ketua DPD LDII Jember mengapresiasi temu unik yang di prakarsai wakil DPD LDII Drs.Moh.Hata dan tim unik LDII Drs.H.Soni, MPd.

Hata mengatakan temu unik ini sebagai bentuk komitmen LDII Jember dalam mengembangkan program kemandirian dan enterpreneurship generasi muda LDII di Jember.

Tujuan utama temu unik yang diikuti 123 peserta adalah lebih kepada pendekatan (pdkt) yang terkontrol dengan baik, artinya muda dan mudi kita bisa saling kenal dan siapa tau bisa tumbuh rasa cinta dan ketemu jodohnya, kata Soni.

Pacaran yang paling indah adalah pacaran setelah resmi menikah, demikian disampaikan dewan penasehat DPD LDII Jember, Drs.H.Budiono, M.Si.

Temu unik di pantai Payangan Jember generasi LDII ini benar-benar unik. Panitia membagi 7 kelompok skala kecil yang dipandu oleh bapak asuh dan ibu asuhnya untuk melakukan pdkt.

Pak Heru dengan 8 anak asuh laki-lakinya berkunjung dan mengenalkan pada Bu Kisti yang memiliki 7 anak asuh putri. Begitu yang dilakukan oleh Bapak asuh dan Ibu asuh lainnya.

Putra merasa sangat senang dapat mengikuti temu unik LDII di Jember. Putra adalah pegawai swasta di Sidoarjo berumur 25 tahun dan siap untuk menikah. Jauh-jauh dari Sidoarjo ingin melakukan pdkt dengan seorang perempuan yang diidamkan dan mau berjuang bersama dari nol.

Sebut saja Ika umur 22 tahun memperkenalkan dirinya sebagai guru ngaji asal Lamongan, hobinya masak sedang kursus Bahasa Inggris di Jember dengan malu-malu siap mencari pendamping yang setia dan berbudi luhur serta pandai ngemong.

Putra dan Ika bersama para peserta unik ini menjadi inspirasi pengurus DPD LDII Kabupaten Jember untuk saling berbagi pengalaman hidup terutama bagaimana membina rumah tangga yang baik seperti yang dicontohkan oleh Rosulullah saw.

Membina rumah tangga tidak diawali dengan pelanggaran, kita berusaha meminimalisir pelanggaran seperti kelakuan muda-mudi pada umumnya seperti sir-siran, telpon-telponan, sms-sms-an bahkan diluaran sana banyak yang berani menyepi dan naudzubilah sampai terjadi pelecehan seksual yang sangat-sangat dilarang oleh agama.

Benteng penyelamatan muda-mudi dari pergaulan bebas dengan cara-cara yang baik ini akan terus dilakukan oleh LDII melalui pemahaman keilmuan sejak remaja sampai faham bahwa menuju kehidupan berumah tangga itu perlu bimbingan baik dari orang tua, guru ngaji, pengurus dan pembina.

Kemudian kita berharap bahwa bila Allah memberikan jodoh kepada mereka semoga diberikan kehidupan rumah tangga yang sakinah mawadah dan warohmah. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *