Pintu Masuk Narkoba Adalah Pergaulan Bebas dan Rokok

Jpeg

Pengajian Generus Millenial LDII (16/2) di Masjid Al-Manshurin, Patrang, Jember dihadiri Kapolsek Patrang.

Kapolsek Patrang, IPTU Solihin Agus Wijaya menekankan kepada generasi millenial LDII untuk menjauhi narkoba, minuman keras dll sejenisnya.

IPTU Solihin Agus Wijaya meyakinkan bahwa :

Narkoba, miras, pil-pil setan seperti pil koplo dan sejenisnya itu sangat jahat dan menjadi musuh bangsa.

Obat-obatan yang dilarang baik oleh agama dan negara itu tidak hanya merusak pada diri sendiri, juga merusak tatanan berbangsa.

Ketergantungan akan narkoba akan merusak hati dan ginjal pemakainya.

Pemakai narkoba dihalusinasi atau dalam bayangannya dengan kekuatan, percaya diri, fly yang diluar kesadarannya.

Pintu masuk narkoba melalui pergaulan bebas, menghisap rokok, kurang percaya diri atau minder dan selalu ingin coba-coba.

Untuk menghindarinya kita supaya biasa hidup sehat, berolah raga, pola asuh yang sehat dan membimbing anak-anak dengan baik.

Disekolah, guru supaya memperhatikan dan membimbing siswa dengan baik. Memberikan sosialisasi bahaya narkoba dan obat-obat terlarang seperti pil koplo, minuman keras dll.

Kapolsek Patrang memberikan apresiasi kepada pengurus LDII yang telah memfasilitasi generasi mudanya dalam peuyuluhan akan bahaya dan jahatnya narkoba.

Kapolsek mendoakan semoga generasi millenial LDII dapat berkontribusi menjadi penerus kemajuan bangsa dan negara.

Ustad Bahar menekankan didalam ayat Al-Quran, Allah sudah melarang umatnya untuk meninggalkan khomr atau arak.

Khomr atau arak dan sejenisnya yang memabukkan seperti narkoba, pil koplo, dan sejenisnya yang memabukkan.

Dalam sebuah hadits, kita hidup didunia ini sebagaimana mampir ngombe (minum). Jangan diartikan minum arak atau coba-coba memakai narkoba. Mampir minun itu artinya hidup didunia hanya sebentar.

Setiap orang didunia ini pasti akan mati dan akan menghadapi kehidupan yang abadi apakah di surga ataukah di neraka tergantung amalnya ketika hidup didunia.

Ustad Bahar juga menyampaikan pintu narkoba adalah pergaulan bebas dan merokok. Maka bergaulah dengan orang-orang sholih dan jauhi rokok. Sebagian besar ulama juga mengharomkan rorok, maka jangan coba-coba menghisap rokok.

Pada kesempatan itu, Ipda Sugiyono mensosialisasikan pembukaan taruna Akpol, Bintara dan Tamtama Polri kepada generus millenial LDII.

Saat ini POLRI membuka pendaftaran taruna Akpol, Bintara dan Tamtama bersamaan dengan prinsip BETAH.

BETAH artinya bersih, transparan dan humanis. Bagi generus LDII yang memenuhi persyaratan dan mempunyai keinginan mengabdi sebagai seorang polisi dipersilahkan mendaftar tanpa dipungut biaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *