Gubernur Jatim: LDII Berkontribusi, Selaras Nawabhakti Satya Jatim

Musyawarah Wilayah LDII Provinsi Jawa Timur Sabtu, 29 Agustus 2020 dibuka Gubernur Jatim, Cofifah Indar Parawansa secara daring.

Sambutan dan Arahan Gubernur Cofifah:

Pandemi 19 membawa dampak penurunan perekonomian Jatim hingga 5,6%. Pada kwartal ke3 masa pandemi yang dirasakan oleh kita bersama.

Program 8 Nawabhakti Satya Pengprov Jatim yang betul-betul dihafal dan difahami ketua LDII Jatim, Amin Adi dalam paparannya sungguh menjadi kontribusi nyata dari LDII di Jawa Timur.

Program kerja Nawabhakti Satya menjadi framework Pemprov Jawa Timur dikerjakan oleh banyak lembaga dan instansi. Semuanya bergerak bersama dan mencapai titik temu, untuk menyejahterakan masyarakat Jawa Timur.

Pandemi ini memang menciptakan kontraksi, bahkan Jawa Timur mengalami minus pertumbuhan ekonomi sebesar 5,9 persen. Namun masih terendah di seluruh Jawa. Sementara angka PHK mencapai 4 persen juga terendah di Pulau Jawa.

Dengan sinergi seluruh elemen masyarakat Program Nawa Bhakti Satya dapat borkontraksi memberikan kesejahteraan dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat di Jawa Timur.

Cofifah mencontohkan Alibaba sebagai raksasa retail, dengan segenap elemen kita bisa sinergi bersama menuju 2024 generasi emas dan 2025 Indonesia Emas.

Cofifah menekankan pandangan Ketua Umum LDII, Chriswanto yang mengatakan LDII memiliki kekuatan karakter profesional dan kekuatan religius sangat bagu.

Menurut Khofifah, perubahan akibat pandemi ini harus disikapi dengan karakter yang kuat. “Pendidikan karakter yang selama ini bisa dilakukan dalam keluarga atau pesantren, cukup sulit bila dilakukan secara virtual. Untuk itu saya mendukung LDII yang mengembangkan aplikasi Pondok Karakter. Karena dalam pandemi ini butuh kreatifitas untuk tetap membangun karakter bangsa, di saat pertemuan langsung dibatasi,” ujar Khofifah. Ia menganalogikan, membangun karakter memerlukan contoh atau teladan, namun di saat sekolah atau pesantren memberi pelajaran melalui virtual, pemberian teladan ini menjadi tidak mudah.

Khofifah mengingatkan kepada para peserta Muswil LDII Jawa Timur, agar terus mengedepankan pendidikan atau ilmu, “Kita sering diajarkan untuk mendapatkan dunia, ukhrowi (akhirat) atau keduanya dengan ilmu. Untuk itu saya mendukung LDII yang memasukkan pendidikan dalam program kerjanya,” kata Khofifah.

Ia juga mendukung paparan Pj Ketua Umum DPP LDII mengenai konsep bekerja sama, “Kompetisi di luar kita menghadapi raksasa bahkan monster ekonomi, bila yang kecil-kecil bersatu maka akan menjadi kuat. Dan selanjutnya menjadi besar,” ujar Khofifah. Ia mencontohkan keberhasilan LDII dalam energi terbarukan, “Listrik-listrik dari energi terbarukan yang kecil-kecil milik LDII itu, bila digabungkan bisa menjadi megawatt. Di sinilah pentingnya bekerja sama bukan berkompetisi,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *