Peran PPG Menjadikan Generus Unggul, Profesional, Religius dan Berahlakul Karimah

Dalam rangka mewujudkan generasi penerus yang unggul, profesional dan religius yang memiliki akhlakul karimah, dibutuhkan keseriusan dalam pembinaannya.

DPD LDII Kabupaten Jember secara berkesinambungan dan penyusunan program pembinaan generus melalui Program Pembinaan Generus (PPG).

Minggu, 24 Januari 2021, PPG kembali mengadakan pembinaan generus LDII secara online. Dengan menerapkan protokol kesehatan, PPG kali ini memberikan materi pembinaan generus usia pra-nikah.

Usia pra-nikah yaitu remaja yang berusia 20tahun keatas. Usia tersebut menjadi usia yang sangat rawan bagi remaja, diantaranya:

  • sedang mencari jati diri
  • banyak waktu luang
  • banyak bertanya
  • senang berkumpul
  • semangat tinggi
  • senang dengan lawan jenis
  • malu-malu tapi mau
  • dst

PPG memandang pentingnya peranan dari orang tua, pendidik, pengurus organisasi, bimbingan konseling, guru ngaji (mubaligh/ustad/ustadzah) dan lingkungan yang mendukung dalam mensukeskan menididik mereka menjadi remaja yang tangguh, profesional dan religius yang berakhlakul karimah.

Meskipun dimasa pandemi covid-19, generasi LDII harus tetap mengaji. Mengaji ini sangat penting dan lebih penting daripada harus berdiam diri dirumah dan hanya bisa bermain hp.

Nilai-nilai positif dari mengaji sangat banyak terlebih berpahala. Pengajian kepada generasi usia pra-nikah ini sangat dibutuhkan bagi mereka untuk mengerti betapa disaat seperti ini sangat penting memanfaatkan waktu dengan baik.

Mencari Jati Diri

Melalui program PPG, generus usia pra-nikah menjadi faham dan mengerti penjelasan dari guru untuk lebih baik dalam mencari jatidiri, lebih mementingkan urusan ibadah untuk meraih dunia akhirat.

Banyak Waktu Luang

Di masa pandemi covid-19, dimana kebanyakan remaja banyak berdiam diri dirumah atau mencari tempat wfi untuk bermain game. Program PPG mengarahkan mereka untuk memperbanyak dzikir dan berdoa yang baik-baik.

Banyak Bertanya

Masa remaja cenderung banyak pertanyaan dan bertanya tentang hidup dan kehidupan. Program PPG, kesempatan waktu longgar mereka, bisa lebih banyak berkumpul dengan keluarga dan mendapatkan bimbingan dan arahan yang baik dari orang tua. Berdiskusi tentang kehidupan dan menjalankan kehidupan yang baik. Melalui program PPG, generasi LDII harus lebih senang curhat dengan orang tua. Maka orang tua juga penting untuk bisa menjadi tempat curhat yang baik bagi anak-anaknya. Menjadi pengurus PPG juga demikian, harus bisa menjadi mediator dan lebih dekat dengan generus.

Senang Berkumpul

Dimana usia remaja senang berkumpul, bercerita, dan berdiskusi tentang semua hal. Program PPG harus bisa membuka tempat dan memberikan tempat yang nyaman bagi mereka untuk tetap terarah dan baik dalam setiap perkumpulan dan diskusi mereka. Keterbukaan PPG harus bisa memberikan kenyamanan pada generus untuk berproses dengan sesama mereka sehingga tetap baik.

Semangat Tinggi

Masa remaja memiliki semangat yang tinggi untuk mengetahui segala hal baik itu yang baik maupun yang kurang baik bahkan yang jelas dilarang oleh agama. Pentingnya program PPG untuk memberikan perhatian lebih atas kesemangatan generus. Peranan dari para guru/mubaligh/ustad/ ustadzah dalam setiap penyampaiannya harus bisa memberikan pemahaman, tentang:

  • hak atau batal
  • halal atau haram
  • mahrom atau bukan mahrom
  • surga atau neraka
  • pahala atau dosa
  • dst

Mulai Senang dengan Lawan Jenis

Dimasa tersebut remaja sudah mulai menyukai lawan jenis. Hal ini sangat wajar dan justru harus mendapatkan bimbingan dan pembekalan ilmu tentang bagaimana mengenali lawan jenis yang baik, bertutur sapa dengan baik, pendekatan yang baik yang pada akhirnya bisa membina keluarga yang baik.

Malu-malu Tapi Mau

Sifat remaja yang mau-malu tapi mau juga perlu ada sentuhan dalam program PPG. Pengurus yang pandai melihat gejala remaja yang malu-malu tapi mau bisa terarah dan terukur dengan kemauan dan kemampuannya. Bila semua bisa terukur dan terarah maka remaja akan merasa terayomi dan merasa diperhatikan baik oleh lingkungan keluarga maupun pengurus PPG dan organisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *