Dari Istana Negara, Presiden Jokowi akan Membuka Munas IX LDII

Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso, M.Sc dalam press release di Jakarta (28/3) menyampaikan pada 5 Maret lalu bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor.

“Kami telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada 5 Maret lalu di Istana Bogor. Presiden bersedia membuka Munas IX LDII dikombinasi luring dan daring. Presiden berencana mengikuti acara pembukaan Munas LDII dari Istana Negara dengan pengurus harian, sementara peserta lainnya ada di Padepokan Persinas ASAD,” ujar Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, M.Sc.

DPP LDII sesuai rencana akan menggelar Musyawarah Nasional IX Lembaga Dakwah Islam Indonesia (Munas IX LDII). Munas tersebut bakal dihelat di Padepokan Persinas ASAD di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur. Acara tersebut bakal digelar pada 7-8 Maret 2021.

Munas IX LDII menurut Chriswanto Santoso sangat strategis, “Meskipun dalam suasana pandemi, Munas ini harus tetap berjalan karena menunjukkan eksistensi dan profesionalitas sebuah organisasi kemasyarakatan,” paparnya. Untuk itu, ulama, jajaran pengurus harian DPP LDII, dan panitia memutuskan hanya Ketua DPW LDII dan tamu yang diundang secara khusus, yang menghadiri Munas tersebut.

Chriswanto juga menyampaikan untuk ketua dan sekretaris DPD LDII hanya mengikuti secara daring. Meskipun demikian, mereka tetap berperan besar dalam kesuksesan acara serta gerak organisasi pada masa mendatang, kata Chriswanto.

Dalam Munas IX LDII, para pengurus LDII akan menajamkan program kerja berupa delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa. Delapan program dimaksud, yaitu: penguatan wawasan kebangsaan, dakwah, pendidikan umum, ekonomi syariah, kesehatan dan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan, serta teknologi digital.

Program tersebut telah dilaksanakan dan akan dipertajam pada saat Munas, kata Chriswanto. “Kami telah melaporkan program-program tersebut kepada Presiden Jokowi pada 5 Maret lalu, dan Presiden berkomentar LDII selalu mendahului dalam berkontribusi kepada bangsa dan negara,” ujar Chriswanto.

Chriswanto mengajak seluruh pengurus LDII tetap bersemangat meskipun tidak hadir secara langsung. Chriswanto mengingatkan Indonesia masih kondisi pandemi, tetapi Munas LDII akan tetap dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan dan mengingat strategisnya acara tersebut.

“Saya ingin meyakinkan kepada saudara-saudara bahwa Munas kali ini dilaksanakan dalam kondisi yang khusus, namun tidak mengurangi nilai dan peran saudara dalam pencapaian Munas IX 2021 untuk menghasilkan keputusan-keputusan yang strategis dalam meningkatkan kontribusi LDII di era pemulihan bangsa saat ini,” tegasnya.

Chriswanto mengatakan Munas dihelat secara daring dan luring merupakan bentuk komitmen warga LDII, untuk membantu pemerintah menekan penularan Covid-19, “Kami memahami, penanggulangan pandemi Covid-19 bukan hanya tugas negara, namun jadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa,” ujar Chriswanto.

Senada dengan Chriswanto, Ketua Panitia Munas IX LDII, Rulli Kuswahyudi mengatakan untuk menekan penularan Covid-19, panitia berencana menempatkan 2.500 peserta munas pada 500 studio yang tersebar di seluruh Indonesia, “Mereka yang hadir secara langsung di studio utama, kami batasi hanya 250 orang termasuk panitia, kami menggunakan Padepokan Persinas ASAD dengan luas bangunan 2.500 m2 sehingga antar peserta bisa berjarak. Sementara ribuan lainnya tersebar di studio-studio mini,” ujar Rulli.

Panitia Munas IX LDII telah meminta kepada DPW dan DPD LDII di seluruh Indonesia, untuk menerapkan protokol kesehatan di studio-studio mini, “Di antaranya pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan, jaga jarak, dan selalu menggunakan masker,” imbuhnya.

Hal lain menurut Rulli yang tak kalah pentingnya, peserta yang mengikuti pembukaan Munas di Istana Negara harus diswab. Para peserta yang hadir di studio juga akan menjalani rapid antigen, “Mereka yang reaktif, kami sediakan ruang karantina agar bisa langsung isolasi mandiri dan masih bisa memantau jalannya Munas dengan menyaksikannya pada televisi,” imbuh Rulli Kuswahyudi.

Ia berharap berbagai prosedur dalam protokol kesehatan yang diterapkan pada Munas IX LDII, bisa menghambat penyebaran virus. Sehingga acara tetap berlangsung, mengingat pentingnya acara tersebut.

Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Akhmad Malik Afandi, SP menyatakan akan ikut mensukseskan gelaran Munas IX LDII walaupun secara online. Malik optimis gelaran Munas IX LDII 2021 di Jakarta nanti akan menghasilkan rumusan-rumusan yang strategis untuk pengembangan organisasi dan mampu menyerap aspirasi strategis dari masing-masing wilayah dan kabupaten. Terlebih 8 program strategis LDII yang telah dilaksanakan sampai tingkat kabupaten menjadi dasar untuk bersinergi dengan pemerintahan sampai tingkat terbawah, yaitu PAC.

Kami menyadari, bahwa masa pandemi covid19 menjadi salah satu pertimbangan DPP untuk tidak mengundang DPD hadir secara langsung. Sebagai warga negara yang baik dan patuh akan protokok kesehatan, kami menyadari itu, kata Malik. Kami juga berdoa semoga Bangsa Indonesia beserta para pemimpin bangsa diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menangani berbagai musibah seperti covid19. Semoga Allah memberikan pertolongan dan kemudahan serta segera mencabut musibah tersebut serta menjauhkan segala musibah dari bumi Indonesia.

Malik juga menyampaikan selamat dan semoga sukses atas gelaran Munas LDII IX di Jakarta. Semoga Munas IX LDII menghasilkan rumusan-rumusan strategis bagi organisasi, bangsa dan negara. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *