Mempersungguhlah Mencari Lailatul Qodar Malam Berpangkat
Al-Quran adalah kitab yang mulia dari Alloh yang Maha mulia. Al-Quran diturunkan pada malam Lailatul Qodar dari Lauihul Mahfudz ke Baitul Izzah. Al-Quran dibawa oleh malaikat Jibril yang mulia diterima oleh Nabi Muhammad yang mulia. Al-Quran diberikan kemuliaan untuk memberikan syafaat dan Nabi Muhammad diberikan telaga Kautsar yang barang siapa meminum airnya tidak akan kehausan selamanya. Nabi Muhammad juga diberikan kemuliaan untuk memberikan syafaat di harinya kiamat. Al-Quran dibaca dan diamalkan oleh orang-orang yang mulia dan terbaik. “Khoirukum man ta’alamal Quran wa’alamah.”
Ketika Nabi Muhammad mengisahkan 4 orang manusia yang selama 80 tahun beribadah kepada Alloh tanpa sekejap mata pun berbuat kemaksiatan kepada Alloh. Para sahabat disaat itu merasa heran dan takjub atas pengamalan mereka.
Tahukah, siapakah 4 manusia yang membuat takjub dan heran para sahabat dan ummat Islam itu?
Mereka adalah Nabi Ayub, Nabi Iskak, Yusak bin Nun dan Hizkil.
Alloh menurunkan surat Al-Qodar dan Nabi Muhammad menyerukan kepada sahabat dan ummat Islam untuk mempersungguh dalam ibadah di malam Lailatul Qadar.
Lailatul Qadar adalah malam berpangkat dan turun pada satu malam di sepuluh malam terakhir pada bulan Ramadhan.
Nabi Muhammad menyerukan untuk mempersungguh mencari malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan dengan cara beriktikaf atau beribadah di masjid pada sepuluh malam yang akhir.
Ibadah pada malam Lailatul Qadar pahalanya 1000 bulan (83 tahun) lebih baik dari pada beribadah di selainnya malam Lailatul Qadar.
Ketua Umum LDII, Chriswanto Santoso menyerukan kepada warga LDII pada bulan Ramadhan 1442H untuk melaksanakan 5 Sukses Ramadhan, yaitu:
- Sukses puasa Ramadhan
- Sukses sholat tarawih
- Sukses tadarus Al-Quran
- Sukses ibadah Lailatul Qadar, dan
- Sukses Zakat fitrah
Ketua DPD LDII Jember, Akhmad Malik menyampaikan itulah kenapa masjid-masjid LDII selalu ramai warga beribadah terutama di sepuluh malam akhir bulan Ramadhan.
Pelaksanaan ibadah di masjid-masjid harus berjalan dengan tetap memenuhi protokol kesehatan.
Justru ibadah di bulan yang penuh berkah dan di malam-malam iktikaf di malam berpangkat, malam Lailatul Qadar harus semakin dipersungguh.
Ummat Islam harus berfastabikul Khoirot untuk mendapatkan pahala berpangkat yang pahalanya lebih baik daripada 1000 bulan.
Pandemi Covid19 bukan berarti kita menjauhi masjid untuk beribadah. Malam Lailatul Qadar kita lebih meningkatkan ibadah sebagai ihtiar dan memperbanyak berdoa kepada Alloh untuk menghilangkan Covid19 dari negara kita dan dunia.