ANTUSIASME PEMUDA LDII JEMBER DALAM MENYUKSESKAN KEMAH KEBANGSAAN LINTAS AGAMA 2021

0
ldiijember-kemah-silaemas1

Alunan doa dari lima agama mengalun di Pondok Pesantren (PP) Islam Bustanul Ulum, Pakusari, Jember, Indonesia. Pemuda LDII Jember sangat antusias mengikuti kemah kebangsaan lintas agama dalam rangka memperingati Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda yang dilaksanakan selama dua hari pada 06 hingga 07 November 2021. Tujuannya memberikan rasa solidaritas, kerukunan, dan toleransi antar umat beragama.

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Jember, Kementrian Negara, Forkopimda, Bakesbangpol, serta perwakilan dari agama Islam, Katholik, Kristen, Budha, dan Hindu. Dalam sambutan Bupati Jember, Hendy Siswanto mengatakan bahwa acara kemah kebangsaan menjadi momentum untuk menjaga ketoleransian antar-umat beragama yang ada di Kabupaten Jember.

Bupati Jember (Hendy Siswanto) mengatakan turunnya interaksi sosial di masa pandemi yang menuntut mereka untuk belajar daring secara terus-menerus mengakibatkan turunnya rasa empati di kalangan mayarakat. Selain itu, adanya kebijakan sosial distancing membuat mereka berkutat dengan gawainya masing-masing. Gawai tersebut mengakibatkan mereka memiliki rasa acuh terhadap lingkungan sekitar.
Maksud dari diselenggarakannya acara tersebut untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya Pendidikan Wawasan Kebangsaan bagi pemuda-pemudi di Kabupaten Jember dalam rangka mempererat persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga dapat mencegah tantangan dan ancaman yang akan mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketua panitia kemah kebangsaan, Trisuwito memaparkan bahwa acara kemah diikuti oleh 50 pemuda lintas agama. Adapun pemuda LDII juga ikut berpartisipasi dalam acara kemah kebangsaan tersebut. Ketua DPD LDII, Akhmad Malik Afandi, S.P. memberikan rasa apresiasi terhadap kegiatan kemah kebangsaan yang dipelopori oleh Forum Sila Emas (Forum Silaturrahmi Lintas Agama dan Elemen Masyarakat Jember).

LDII sebagai ormas Islam yang ikut aktif dalam setiap kegiatan SILA EMAS berperan aktif dalam acara kemah kebangsaan tahun 2021 ini, bahkan Ketua DPD LDII Jember, Akhmad Malik Afandi yang pertama kali mengusulkan acara tersebut saat acara pertemuan rutin di Kantor Muslimat NU pada bulan Juli tahun 2020. Malik menambahkan bahwa bonus demografi harus disambut dengan semangat pemuda yang berkarakter Budi luhur dengan saling menghormati dan toleransi antar umat beragama, maka kemah kebangsaan pemuda lintas agama ini sebagai upaya mencetak generasi muda yang memiliki enam tabiat luhur yaitu jujur, amanah, kerja keras hemat, bisa rukun, kompak dan kerjasama yang baik. Pada kesempatan tersebut, salah satu peserta dari LDII, Alfian diberi kesempatan untuk tampil atraksi pencak silat saat pembukaan di depan Bupati dan Forkompinda yang hadir.

Lebih lanjut, kemah kebangsaan sila emas mendeklarasikan moderasi beragama yang berisikan:
Setia pada ajaran agama yang mengajarkan kebaikan dan cinta kasih
Mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara
Bertekad menjadi rumah ibadah sebagai pusat moderasi beragama dan ramah terhadap perempuan dan anak
Memperkuat toleransi untuk kerukunan umat beragama dan menolak gerakan radikalisme di Kabupaten Jember
Stop kekerasan pada perempuan dan anak serta perkawinan anak di Kabupaten Jember.
Acara pembukaan ditutup dengan adanya penandatanganan Deklarasi Moderasi Beragama. Tidak lupa, dengan pembacaan alunan doa yang dibacakan oleh perwakilan tiap-tiap agama seraya diaminkan oleh seluruh partisipan acara kegiataan ini juga memaparkan toleransi beragama di kalangan millenial yang dilakukan oleh pemuka-pemuka agama. Generasi millenial di Negara Indonesia berkisar 32 persen dari populasi penduduk Indonesia, yang tentu akan dibahas mengenai memudarnya nilai toleransi di kalangan generasi millenial, bagaimana generasi millenial menyikapi dari makna toleransi yang harus dilakukan, dan bagaimana cara sikap yang ditunjukkan generasi millenial terhadap perbedaan yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia. Hal ini merupakan tantangan yang berat bagi generasi millenial Indonesia.

Dilanjut dengan adanya diskusi penangkal radikalisme, pemaparan bencana dan covid-19 yang terjadi di Indonesia serta sosialisasi Ekonomi Berbasis Lingkungan Hidup, diharapkan acara ini mampu menjadikan pemuda khususnya pemuda-pemudi LDII Jember sebagai pelopor kerukunan umat beragama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *