Jelang Musda, KNPI Kunjungi LDII

Menjelang dilaksanakannya Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten Jember tahun 2022, pengurus harian KNPI aktif menjalin silaturrahim kepada semua organisasi kepemudaaan. Salah satunya adalah dengan LDII.
Sebagai induk organisasi kepemudaan di tanah air, KNPI tentu sudah makan garam dalam pembinaan pemuda tetapi kami masih perlu mendapat masukan dari ormas keagamaan termasuk LDII yang juga sangat aktif membina generasi muda. Hal itu disampaikan oleh salah satu calon ketua umum KNPI Jember, Arif Ramdani saat berkunjung ke kantor DPD LDII Jember (27/7).
Arif menyampaikan bahwa KNPI yang selama ini banyak diisi pengurus dari organisasi cipayung seperti HMI, PMII, GMNI, PMKRI. “Sekarang sudah saatnya bisa merangkul semua organisasi kepemudaan seperti anshor, pemuda muhammadiyah maupun pemuda LDII,” Kata Arif.
Arif juga berharap program-program KNPI ke depan bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan pemuda LDII.
Menanggapi apa yang disampaikan Arif, Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Akhmad Malik Afandi berharap KNPI bisa menjadi rumah besar pemuda Indonesia dan bisa membantu tugas pemerintah untuk mencetak generasi muda bangsa yang unggul, berprestasi dan berkarakter.
“Hal ini sejalan dengan tag line LDII yaitu profesional religius artinya LDII mempunyai target pembinaan generasi muda yang biasa disebut dengan tri sukses pembinaan generasi penerus yaitu alim faqih, berakhlaqul karimah dan mandiri,” terang Malik.
Malik menambahkan untuk bisa mencapai itu semua, maka generasi muda harus dibekali dengan enam tabiat luhur yaitu jujur, amanah, kerja keras hidup hemat, rukun, kompak dan kerjasama yang baik. Malik juga melihat bahwa tantangan pembinaan pemuda kedepan menjadi sangat berat karena harus berhadapan dengan ancaman radikalisme dan mengikisnya budaya bangsa oleh pengaruh teknologi yang sudah di genggaman. Oleh sebab itu kita harus bergandeng tangan untuk bersama sama membangun bangsa ini tanpa ada polarisasi perbedaan yang ada tapi justru aktif membangun komunikasi antar pemuda demi persatuan dan kesatuan bangsa, tutup Malik yang pernah jadi aktivis HMI itu.