Pondok Pesantren Mencetak Generasi Bangsa Yang Berilmu, Berakhlak Mulia dan Cinta Indonesia

1
ldiijember-ppam-apel-hutri77

Santri Pondok Pesantren Al-Manshurin bersama warga PC LDII Patrang melaksanakan apel pengibaran bendera HUT RI ke-77 di halaman Masjid Al-Manshurin.

Tema HUT Kemerdekaan RI ke-77 “Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat” menjadi momen yang sangat gegap gempita setelah hampir tiga tahun Indonesia dan seluruh dunia mengalami masa pandemi covid-19.

Perayaan HUT RI ke-77 tahun 2022 ini menjadi momentum bangsa Indonesia menunjukkan kemampuannya lepas dari musibah wabah covid-19.

Bertindak sebagai pembina upacara HUT RI ke-77 pada 17 Agustus 2022 yaitu ketua Pondok Pesantren Al-Manshurin (PPAM), Budi Santoso.

Budi Santoso menyampaikan bangsa Indonesia berjuang meraih kemerdekaan ini sangatlah berat. Perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan telah banyak mengorbankan baik harta, jiwa dan raga. Didalamnya banyak kyai dan santri yang turut berjuang melawan penjajah. “Kita sekarang tidak perlu lagi mengangkat senjata untuk berperang melawan penjajah. Yang harus kita lakukan sekarang adalah meneruskan perjuangan mereka dengan menjadi generasi, santri yang faham agama, tekun dalam mencari ilmu dan memiliki kemandirian untuk bekal menjadi penerus bangsa,” kata Budi.

Budi Santoso juga menyampaikan tantangan yang terberat dalam mengisi kemerdekaan saat ini adalah bagaimana santri bisa menjadi unggul. Unggul dalam memahami keilmuan, unggul dalam karakter jujur dan amanah. Karena di zaman sekarang menjadi orang yang jujur dan amanah itu sangat sulit dijumpai dikalangan muda bahkan orang tua.

Budi sering menyampaikan kepada santrinya supaya bangga dan senang menjadi santri dan mondok di PPAM.

Pondok Pesantren Al-Manshurin dirintis dan berdiri sejak tahun 2015 dengan jumlah santri awalnya baru 40 orang. Sekarang jumlah santri PPAM tercatat ada 93 santri usia SMP dan SMA/SMK. “Adapun usia kuliah atau mahasiswa, kami menyarankan untuk mondoknya di Pondok Pesantren Mahasiswa dekat kampus UNEJ,” kata Budi.

Adapun kurikulum PPAM mengikuti kurikulum pondok diantaranya baca tulis makna keterangan Al-Qur’an dan hadits, Akhlakul Karimah, kemandirian dll.

Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Akhmad Malik Afandi menyampaikan bahwa LDII Jember membina Pondok Pesantren Al-Manshurin untuk bisa menjadi generasi bangsa yang profesional dan religius.

Apel HUT RI juga dilaksanakan di PPM Syafi’ur Rahman Sumbersari dan di Pondok Pesantren Minhajur Rosyidin Ambulu.

Pondok Pesantren adalah tempat yang sangat potensial untuk membentuk generasi yang faham agama dan memiliki karakter yang kuat dalam ibadah dan sangat mencintai tanah airnya. Di pondok pesantren, santri sudah diajari berjuang untuk disiplin mengikuti waktu dan jadwal pondok. Mulai bangun sepertiga malam untuk bertahajud, doa malam, sholat lima waktu, dan mengikuti pengajian sesuai jadwal dan kelasnya.

“Seperti yang disampaikan ketua DPP LDII, KH.Chriswanto Santoso di pondok pesantren tidak ada ruang untuk radikalisme,” tutup Malik.

Foto dan dokumentasi apel pengibaran bendera HUT RI ke-77 dapat dilihat di bawah ini:

Baca juga: Pers Release DPP LDII Sambut HUT RI KE-77

1 thought on “Pondok Pesantren Mencetak Generasi Bangsa Yang Berilmu, Berakhlak Mulia dan Cinta Indonesia”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *