Belajar dari Filosofi “Bapak Pengayuh Becak”

0
ldiijember-hikmah-bapak-pengayuh-becak

Bapak Pengayuh Becak

Ada hikmah yang patut kita ambil dari Bapak Pengayuh Becak.

Becak roda 3 ketika dikayuh semua berputar searah membutuhkan tenaga kaki, keseimbangan tangan dan gerak tubuh.Kaki si Bapak Pengayuh Becak bergerak menginjak pedal dengan tenaga, matanya tertuju ke jalan, tangannya mengontrol kendali, telinganya terkonsentrasi pada hilir mudik sekitar. Hati dan pikirannya tertuju pada tujuan memutar pedal dan roda 3 becak selaras dengan hentakan kaki Bapak Pengayuh Becak.

Tiga roda itu berputar seirama bersama mengikuti gerakan kakinya, terus bergerak, berputar menelusuri jalan yang dipikirkan oleh Bapak Pengayuh Becak.

Bagaimana kalau tiga roda itu tidak bergerak seirama? Tidak bisa dibayangkan kan? Becak tersebut boleh jadi akan rusak, mati, dikubur dan tidak akan ada lagi becak, tidak akan ada Bapak Pengayuh Becak.

Perputaran roda Bapak Pengayuh Becak ibarat perputaran kehidupan manusia di dunia. Keselarasan antara Bapak Pengayuh Becak dengan Becak itu seperti kehidupan manusia yang membutuhkan keselarasan hidup dan kehidupannya.

Manusia dilahirkan menjadi bayi, dirawat oleh seorang ibu dengan menyusui hingga beranjak merangkak, berjalan, masa anak-anak, remaja, dewasa, menikah, tua dan pada akhirnya meninggal.

Kehidupan ini terus berputar, perputarannya ada yang cepat, ada yang lambat ada juga yang stagnan atau biasa saja. Ada yang diberi kekayaan hingga sampai turun temurun, ada yang hidup berkecukupan, ada juga yang serba kekurangan. Namun perputaran hidup kadang seperti roda Bapak Pengayuh Becak. Ada kalanya di atas, ada kalanya disamping kanan, kiri, juga kadang di bawah. Kita melihat Roda Bapak Pengayuh Becak itu biasa seperti itu.

Namun kalau kita ambil hikmahnya dari roda Bapak Pengayuh Becak dengan kehidupan, banyak orang merasa tidak biasa dan merasa kehidupan ini tidak biasa. Maka agar kita bisa selalu bersyukur tidak ada salahnya kita berteman dengan Bapak Pengayuh Becak.

Bapak Pengayuh Becak selalu bersyukur walaupun hidup dengan mengayuh becak bahwa becaknya membawa berkah. Hidupnya sehat, berkeringat setiap hari, lebih-lebih mendapatkan penumpang yang cantik, kaya dan memberikan upah yang cukup. Cukup untuk makan, cukup untuk beli beras, minyak goreng, mie, telor dan kebutuhan keluarganya.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *