Dirgahayu Pramuka ke-62: Menanamkan Karakter Luhur Bangsa Kepada Santri
Jember, 13 Agustus 2023
Gudep Pondok Pesantren Al-Manshurin Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) melaksanakan perkemahan memperingati Hari Pramuka ke-62 tahun 2023. Perkemahan yang berlangsung Sabtu dan Minggu (12-13) Agustus 2023 tersebut dilaksanakan di halaman masjid Al-Manshurin, Jember.
Pembina Pramuka Jember atau Sako SPN, Kak Budiyono menyampaikan bahwa sudah 62 tahun Gerakan Pramuka di Indonesia demikian eksis. Di pondok kita tidak lepas dari Pendidikan kepramukaan, Pendidikan kepanduan yang diawali pada 61 tahun yang lalu. Gerakan Pramuka tidak lepas dari peran Presiden Sukarno. Gerakan pramuka ini diadopsi dari Gerakan Scouting for Boys, yaitu pembinaan terhadap pemuda-pemuda yang memang membutuhkan pembinaan dan keteladanan. Kalau di Indenesia seperti di Jawa itu dengan pendekatan yang sifatnya asah, asih dan asuh.
Di pondok kita juga mengacu pada itu, kita juga patut bersyukur kepada pendahulu kita yang sudah menancapkan pendidikan kepanduan di pondok-pondok LDII. Kita juga patut bersyukur kepada para pendahulu yang menancapkan kepanduan di Indonesia yaitu Bapak Sri Sultan Hamengku Buwono IX merupakan bapak Pramuka Indonesia.
Pada tahun 2013, terakhir waktu itu Kak Adityo dan teman-teman mengikuti Jambore Internasional di Thailand. Kita juga memperingati hari hari pramuka ini, sekaligus upacara hari pramuka di pondok Al-Manshurin. Disamping itu kita melaksanakan jambore Sako SPN Gudep Al-Manshurin berjalan tertib dan barokah dan banyak hikmah disitu. Yang biasanya santri makan tinggal makan, hari ini bagaimana merasakan masak sendiri. Untuk itu santri harus bisa bersyukur bila selama ini sudah dimasakkan kita.
Di pondok Al-Manshurin, jambore pramuka tahun ini mengacu pada pembangunan, pembinaan sumber daya manusia yang professional dan prporsional. Prefesional artinya kita bertanggung jawab terhadap apa yang menjadi peran kita. Peran kita di sekolah, di Masyarakat, di tempat kerja dan dimana saja, kita harus bertanggung jawab. Dalam arti: apa peran kita, juga bertanggung jawab dalam konteks bahwa kita punya profesi, ada yang berprofesi sebagai guru, sebagai santri, sebagai pedagang, sebagai karyawan, dan sebagainya. Kita harus betul-betul menjalankan profesi itu dengan baik. Mengacu pada nilai-nilai yang dijunjung yang selalu kita ajarkan di pondok kita, yaitu berdasarkan Quran dan Hadits.
Juga bertanggung jawab dalam arti kepekaan. Kita harus peka terhadap lingkungan. Apalagi Gerakan pramuka ini sangat dekat dengan lingkungan. Disebutkan dalam Dasa Dharma itu salah satunya mencintai lingkungan dan mencintai teman. Maka kakak-kakak kita, para pembina kita selalu mengedepankan pembinaan yang berbasis, yang berpacu, yang bertumpu pada asah-asih-dan asuh. Mudah-mudahan nilai ini selalu kita tanamkan di pondok kita. Selalu menjadi karakter kita dalam kita berperilaku di Masyarakat dan di mana saja.
Ketua Sako SPN Gudep PP Al-Manshurin, Kak Budi Santoso menyampaikan tujuan utama jambore ini adalah untuk menanamkan 29 karakter luhur kepada santri melalui Gerakan Pramuka. Diantara 29 karekter luhur yang ingin di bangun oleh PP Al-Manshurin tersebut diantaranya adalah karakter jujur, amanah, hidup hemat, rukun, kompak dan kerja sama dalam hal kebaikan. “Santri PP Al-Manshurin kami berangkat dari berbagai karakter yang berbeda dan lingkungan yang tidak sama, ada yang sekolah dan murni mondok,” terang Kak Budi.
Kak Budi berharap selama menjadi santri, santri-santri PP Al-Manshurin bisa memiliki budi pekerti yang baik, bersifat jujur, amanah dan kompak bekerjasama dalam kehidupan sosialnya. Dalam hal ibadah, setiap santri senantiasa khusuk dalam ibadah, tertib dalam sholat lima waktu, mengerjakan ibadah-ibadah sunah dan bermuamalah sesuai dengan ajaran Islam.
Sementara itu ketua DPD LDII Kabupaten Jember, H.Akhmad Malik A, S.P. memberikan apresiasi atas terlaksananya jambore Gudep Pondok Pesantren Al-Manshurin. “Pramuka LDII atau Sako SPN adalah bagian keluaraga Gerakan Pramuka Nasional dengan SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor: 204 dan 205 tahun 2013,” terang Malik.
Pramuka bagi LDII bukan hanya sekedar gerakan kepanduan atau berpetualang di alam. Namun, pramuka adalah sarana membentuk generasi mandiri LDII yang berkembang secara intelektual maupun spiritual. Pembentukan dan pengembangan karakter yang diperlukan bangsa Indonesia agar kembali menjadi bangsa yang kuat dan disegani.