Silaturahim Syawal 1445H “Sinergi Ulama dan Umara Mewujudkan Ukhuwah Basyariyah Untuk Tetap Tegaknya NKRI”

0
ldiijember-silaturohim-syawal1445h

Surabaya, Sabtu, 27/4/2024

DPW LDII Jawa Timur mengadakan Silaturahim Syawal 1445 Hijriyah dan Tausiyah Kebangsaan di Pondok Pesantren Sabilurrosyidin Annur Surabaya, bertemakan “Sinergi Ulama dan Umara Mewujudkan Ukhuwah Basyariyah Untuk Tetap Tegaknya NKRI”.  

Acara Silaturahim Syawal DPW LDII Jatim dihadiri oleh PJ Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, Gubernur Jawa Timur 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur 2019-2024 Emil Elestianto Dardak, serta Pj Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Bobby Soemiarsono, Kapolda, Pangdam Brawijaya, Forkopimda, Tokoh Lintas Agama dan Ketua Sekretaris DPD LDII Se Jawa Timur.

Ketua DPW LDII Jatim, KH. M. Amrodji Konawi dalam sambutannya menyampaikan bahwa alasannya mengambil tema tersebut bahwa sebagai ormas Islam, LDII mempunyai kewajiban untuk turut merawat dan memberikan penguatan demokrasi pasca pemilu untuk memperkuat ukhuwah Basyariyah. Alasan yang kedua terinspirasi tausiah KH. Anwar Iskandar pada peresmian gedung MUI. Beliau menyampaikan “Islam dan Shulton (pemerintahan) adalah satu saudara kembar keduanya, maka harus berjalan seimbang, yang nanti akan dikupas oleh Beliau dengan jelas,” ungkapnya.

Amrodji juga mengutip ayat Qur’an yang artinya “Akan datang seorang pemimpin yang senangnya mendustakan dan menganiaya…., barang siapa yang dia datang kepada mereka dan membenarkan dan juga menolong atas penganiayaannya, dia bukan golongan ku (Rosululloh). Dan barang siapa yang dia tidak membenarkan dan tidak menolong atas penganiayaannya, maka dia bersamaku dan aku bersamanya (Rosululloh),” katanya.

Dalam kesempatan itu Amrodji menyampaikan bahwa selama ini ulama LDII memandang kepemimpinan di Jawa Timur selama ini sudah sesuai dengan tuntunan, bisa mengayomi kita sekalian, bisa mengayomi baik yang mayoritas maupun yang minoritas, semua agama yang hari ini sudah hadir baik Islam, adven, konghucu, budha, protestan.

Karena barang siapa yang memulyakan pemimpin yang adil maka Alloh akan memulyakannya, dan barang siapa yang mendzolimi pemimpin yang adil maka Alloh akan menghinakannya. Amrodji mengajak kepada segenap ketua DPD LDII se Jawa Timur untuk senantiasa memulyakan pemimpin yang adil agar mendapat kemulyaan dari Alloh.

Sementara itu dalam sambutannya, PJ Gubernur, Adhy Karyono mengungkapkan pentingnya sinergi antara ulama dan umaro dalam menyukseskan pembangunan Jatim. Meski begitu, Adhy menekankan bahwa masih diperlukan fokus terhadap berbagai masalah sosial. Sehingga, dibutuhkan dukungan dan doa dari para ulama. Ady memohon doa dari para ulama mengingat hubungan ulama dan umara (pemimpin) sejatinya tidak bisa dipisahkan dari satu sama lain. 

“Ada 114 indikator terkait dengan layanan pemerintahan secara umum maupun khusus. Seperti inflasi, pengangguran, dan kemiskinan. Dilakukan survey selama beberapa bulan dan akhirnya Jawa Timur dinobatkan sebagai pemerintah yang berkinerja sangat baik tahun 2023. Tahun masa menjabat Bu Khofifah dan Pak Emil,” katanya. 

“Tantangan kita ke depan adalah terkait persoalan sosial. Yang pertama kemiskinan masih di batas 10%. Tapi untuk kemiskinan kronis Alhamdulillah dari yang dulu diawali Bu Khofifah di angka 4,4% sekarang menjadi 0,2% bahkan di 9 kabupaten sudah 0%,” katanya. 

“Target kami tentu di 2024 akhir seluruh kemiskinan ekstrem selesai di 0%. Mohon doa dari para ulama. Mohon dukungannya juga karena relasi ulama dengan umara harus baik, apalagi selama ini pemimpinnya ulama. Insya Allah Jawa Timur akan jadi berkah dan sejahtera,” lanjut Adhy. 

Lebih jauh, Adhy berharap Jawa Timur bisa sekali lagi melewati saat penting yang krusial, yakni Pilkada serentak. Terlebih karena masyarakatnya dapat menjaga kondusivitas saat Pemilu berlangsung. 

“Kita juga akan menghadapi Pilkada serentak. Semoga kita bisa melalui dengan baik dan lancar. Mudah-mudahan kita tidak ada kendala. Seperti saat di luar prediksi, pesta demokrasi kemarin berjalan dengan lancar, kondusif, aman, dan juga membuat kebahagiaan, serta membawa dampak rejeki secara ekonomi,” katanya. 

Gubernur periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya berpesan agar ulama dan umaro’ terus berseiringan membangun kekuatan dan perbaikan untuk Jawa Timur. “Pada posisi seperti inilah keberseiringan ulama dan Umaro’ dalam membangun penguatan demi penguatan dan perbaikan demi perbaikan. Kalau kita bergandengan tangan dan kita punya niat bersama menjadi sangat strategis menjadikan Jawa Timur Alhamdulillah Allah jadikan aman dan jaga ketenteraman,” ungkapnya.

Khofifah juga menyampaikan permohonan doa restu dan dukungan untuk kembali mencalonkan diri bersama Emil Elestianto Dardak sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur pada kontestasi perhelatan Pilkada yang akan datang.

“Bersama pak Emil saya merasa nyaman dan produktif, nyaman penting, produktif penting. Oleh karena itu doa kami apa yang sudah kami lakukan lima tahun yang lalu mudah-mudahan memberikan manfaat dan barokah,” katanya.

Kemudian, Khofifah menyampaikan terima kasih atas kerja sama semua pihak dalam membangun Jawa Timur dan sekaligus permohonan maaf apabila selama memimpin Jawa Timur pada periode 2019-2024 masih banyak kekurangan.

“Terima kasih, bahwa partnership yang terbangun selama ini menjadikan Alhamdulillah Jawa Timur Allah Jaga harmonis Partnership di antara kita semua. Matur nuwun semuanya dan mohon maaf semuanya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *