Warga LDII Antusias Menabung untuk Berkurban

0
ldii-jatim-berkurban-750x375

Umat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Adha dengan berkurban. LDII memaknai berkurban sebagai bentuk ketakwaan sekaligus ibadah yang sifatnya sosial.

Ketua DPW LDII Jawa Timur KH Moch Amrodji Konawi mengatakan warga LDII berkurban dengan cara menyisihkan sebagian rezekinya untuk ditabung. “Setiap pengajian di majelis-majelis taklim LDII panitia kurban menawarkan tabungan kepada warga LDII semampunya,” ujar Amrodji, Selasa (18/6) di Kantor DPW LDII Jawa Timur.

Dengan program tabungan kurban ini, warga LDII dapat merencanakan dan menargetkan jumlah hewan kurban baik sapi maupun kambing yang bisa dikurbankan untuk Idul Adha tahun berikutnya.

Menurut Amrodji, warga LDII menerapkan gemar berkurban dimulai dari usia caberawit atau di usia PAUD sampai SD. Mereka diajarkan untuk berkurban dengan cara menabung selama setahun atau ikut patungan.

Pada perayaan Idul Adha 1445 Hijriah, warga LDII Jawa Timur menyembelih hewan kurban 5.429 ekor sapi dan 5.963 ekor kambing. Menurut data Sekretariat DPW LDII Jawa Timur, tahun lalu jumlah sapi yang dikurbankan 5.412 ekor. Sementara kambing ada 6.168 ekor.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mengatakan Kurban merupakan perwujudan takwa Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT, yang kemudian Allah juga memerintahkan Nabi Muhammad SAW dan umat Islam untuk berkurban. Landasan kurban umat Islam sama halnya dengan Nabi Ibrahim AS, yakni ketakwaan dan keikhlasan.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso dalam siarannya persnya. Ia mengajak umat Islam menata niatnya dalam berkurban. Ketakwaan kepada Allah dan keikhlasan harus menjadi landasan dalam berkurban, yang mendorong kesalehan sosial dan individu.

“Kurban bisa dilaksanakan siapa saja, tidak hanya orang kaya. Mereka yang tidak mampu bisa melaksanakan kurban. Maka, kuncinya adalah ketakwaan kepada Allah. Dari rasa takwa tersebut, seseorang bisa menggerakkan diri untuk beribadah, termasuk berkurban,” ujar KH Chriswanto.

Ia pun merujuk beberapa praktik kurban pada masa Rasulullah, seperti satu orang dengan satu hewan kurban, “Andaikan tidak mampu, satu hewan kurban untuk tujuh orang. Adapula satu hewan kurban untuk satu keluarga. Bahkan Rasulullah mengurbankan dua ekor kambing. Satu kambing untuk keluarganya dan satu kambing dikurbankan untuk umat Islam yang tidak sempat berkurban,” paparnya.

Kemudahan-kemudahan itu, mendorong DPP LDII mengajak warganya untuk mempraktekkan kurban sesuai dengan kemampuannya, “Ketakwaan menjadi pendorong warga kami, sehingga pada dalam posisi strata sosial apapun, warga LDII siap untuk berkurban. Di majelis-majelis taklim tingkat kelurahan atau PAC LDII, mereka yang tidak mampu menabung lalu patungan membeli hewan kurban,” imbuh KH Chriswanto.

Sementara itu, Sekretaris DPW LDII Jawa Timur Bambang Raditya Purnomo mengutarakan rekapitulasi penyembelihan hewan kurban LDII kabupaten/kota se Jawa Timur terkumpul sebanyak 5.224 ekor sapi dan 5.882 kambing.

“Bila nilai harga sapi rata-rata perekor Rp 25 juta dan kambing perekor rata-rata Rp 3 juta, maka keseluruhan warga LDII berkurban senilai 135 miliar,” ujarnya.

Raditya mengungkapkan kurban warga LDII Jawa Timur meningkat dibandingkan tahun lalu. Tahun 2022 lalu warga LDII berkurban 4.564 ekor sapi dan 4.900 ekor kambing.

“Artinya kurban tahun ini ada kenaikan, dan saya yakin warga LDII dan masyarakat Jawa Timur memiliki korelasi yang sama. Hal ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi semakin membaik di Jawa Timur, khususnya bagi peternak hewan kurban,” ujarnya.

DPW LDII Jawa Timur juga mendapat penyaluran sapi kurban dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Toni Harmanto, Ketua DPD Golkar Jatim M Sarmuji, dan Anggota DPR RI Fraksi PAN Sungkono.

Penyembelihan hewan kurban di PC Tanggul, Jember

Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Akhmad Malik Afandi juga mengapresiasi warga LDII Jember yang antusias menabung untuk mewujudkan hewan kurban. “Tahun 2024 ini, Alhamdulillah warga LDII Jember bisa mewujudkan kurban 112 ekor sapi dan 162 ekor kambing,” terangnya. Setelah berhasil mewujudkan hewan kurban, Malik mendorong kembali kepada warganya untuk mulai menabung kembali untuk kurban 2025 mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *