Ketua DPD LDII Jember Sikapi Liburan Sekolah untuk Mengaji dan Rekreasi

0
ldiijember-konsolidasi-organisasi-ldii-apresiasi1

Musim liburan sekolah tahun 2024 ini di sikapi DPD LDII Kabupaten Jember dengan banyak kegiatan positif untuk mengaji dan rekreasi. “Liburan sekolah tahun ini kita jaga generasi muda LDII untuk tetap dalam kebaikan yaitu mengaji dan rekreasi,” kata Malik. Kegiatan mengaji bagi muda-mudi tersebut dilaksanakan di setiap PC LDII diantaranya yaitu: asrama khusus muda-mudi, asrama santri pelajar, jambore anak sholeh, kemping Cinta Alam Indonesia (CAI) dan acara kebersamaan, keakraban. Setelah dilaksanakan asrama, Malik juga menginstruksikan untuk mengajak muda-mudi beserta warga LDII di setiap PC LDII untuk rekreasi. Malik menganjurkan rekreasinya ke Jember saja seperti ajakan Bupati Jember, Hendy Siswanto “Wis Wayahe Rekreasi ke Jember saja“.

Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Akhmad Malik Afandi telah menginstruksikan kepada semua PC LDII untuk melaksanakan kegiatan tersebut khususnya mengarahkan generasi mudanya dalam 29 karakter. “Bulan ini fokus kita tingkatkan 29 karakter luhur bisa difahami dan diamalkan oleh setiap warga LDII terutama generasi muda sebagai warisan luhur Islam yang di bawa oleh Rosululloh SAW,” tegas Malik.

Malik menuturkan bahwa 29 Karakter luhur tersebut adalah: 6 thobiat luhur (rukun-kompak-kerjasama yang baik, jujur-amanah-hidup hemat). Tri Sukses Generus (berilmu, berakhlakul karimah dan mandiri). Menjaga 4 tali keimanan (bersyukur, mempersungguh, mengagungkan dan berdoa). 4 prinsip kerja yang baik (kerja bener, kerja kurup, kerja sesuai janji yang disepakati). Memiliki 5 syarat kerukunan (berbicara yang baik, jujur bisa dipercaya dan juga bisa mempercayai, tidak merusak baik dirinya, hartanya, hak asasinya dan kehormatannya. Menanamkan 4 roda berputar, yaitu: yang kuat membantu yang lemah, yang bisa membantu yang tidak bisa, yang ingat bisa mengingatkan yang lupa, yang salah dinasehati untuk bisa bertaubat. Dan juga meyakini 4 Maqodirulloh, yaitu: bila mendapatkan nikmat bisa bersyukur, bila terkena musibah bisa istirja, bila mendapat cobaan supaya bisa bersabar, dan bila melakukan salah bisa sadar dengan kesalahannya dan mau bertobat.

Peranan orang tua dalam pendidikan anak dirasa sangatlah penting. Orang tua harus bisa mengukur dan mengetahui kemampuan anak dalam menentukan jenjang pendidikannya. Mengingat pentingnya pendidikan agama dan pendidikan yang berkarakter dapat menentukan masa depan dan kesuksesan anak yang di dambakan oleh setiap orang tua. Maka, LDII turut berkontribusi dalam merumuskan kiat-kiat sukses dalam pendidikan anak.

Pentingnya pendidikan karakter tidak hanya sebatas wacana, namun implementasi nyata. Pendidikan karakter tidak bisa sekadar diajarkan dalam seminar sehari melainkan melalui program berjangka. Kenapa? Untuk membentuk karakter diperlukan waktu dan proses tumbuh kembang si anak, terutama melalui tangan-tangan lembut para orang tua. Kedekatan emosi antara anak dan orang tua lah yang menjadi faktor keberhasilan pendidikan karakter dalam keluarga. Dan bagaimana orang tua mampu mengimplementasikan apa yang diajarkan kepada anak juga menjadi celah keberhasilan tersebut.

Anak cenderung meniru, maka berilah contoh yang baik agar kelak orang tua bisa menjadi figur idola dan panutan bagi anak-anaknya. Misalnya, orang tua perintah anaknya untuk mengerjakan salat namun dia sendiri tidak salat, hal itu tidak akan berhasil. Orang tua perintah anak untuk berbahasa yang halus dan sopan kepada yang tua, namun melihat bapaknya berbicara kasar kepada kakeknya, hal ini juga takkan berhasil. Orang tua perintah jangan tidur sehabis subuh namun dia sendiri mengerjakannya, itu juga tidak akan berhasil.

Contoh kecil seperti itulah yang merupakan bibit-bibit pendidikan karakter dalam keluarga dan persentase keberhasilannya benar-benar di tangan para orang tua. Berilah contoh yang baik dan biarkan mereka meniru. Bawa anak ke masjid dan dudukan di samping kita sambil berzikir, anak yang melihat bapaknya akan berusaha meniru. Lakukan hal tersebut berulang- ulang. Pendidikan karakter merupakan pendidikan jangka panjang sehingga tidak hanya sekali orang tua mengajari atau memberikan contoh.

Program Tri Sukses LDII ini merupakan target pencapaian paling fundamental bagi generasi-generasi muda LDII sebab program ini memuat aspek sukses dunia dan sukses akhirat, yakni: Berilmu, Berakhlakul Karimah, serta Mandiri. Ilmu yang dimaksud di sini adalah ilmu agama sebagai tolok ukur tindak tanduk setiap individu agar tidak menyimpang dari norma. Ilmu agama inilah yang akan menuntun anak-anak agar memiliki karakter mulia (berbudi luhur).

Karakter luhur inilah yang akan menjadi pencetus sikap mandiri, sebab agama tidak mengajarkan manusia untuk mengemis, namun bekerja seperti para Nabi yang bekerja mencari maisyah dari berdagang, menggembala ternak maupun sebagai tukang kayu. Program Tri Sukses Generasi Penerus hanyalah acuan dasar yang diformulasikan untuk para orang tua dalam mendidik putra putrinya dengan pengawasan dan evaluasi dari tim khusus yang ditunjuk mulai dari tingkat PAC (Pimpinan Anak Cabang), PC (Pimpinan Cabang), DPD (Dewan Pimpinan Daerah), DPW (Dewan Pimpinan Wilayah), serta DPP (Dewan Pimpinan Pusat) sehingga tingkat keberhasilan program ini selalu terpantau. LDII memegang slogan: kecil terbina, remaja terjaga, muda berkarya, keluarga bahagia, tua bersahaja, mati masuk surga. LDII menolak kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga.

Apa yang anak lakukan merepresentasikan orang tuanya, keluarganya, agamanya, budayanya, bangsanya serta negaranya. Maka dari itu, didiklah anak sebagai aset agar bisa menjaga nama baik orang tua, keluarga, agama, budaya, bangsa, serta negara. Ke depannya semoga melalui pendidikan karakter ini apa yang direncanakan pemerintah tentang Generasi Emas 2045 benar-benar tercapai.

Baca Juga: LDII Jember: Gelar Festival Anak Sholeh Tanamkan 29 Karakter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *