Perkuat Harmoni, DPD LDII Jember Fasilitasi Dialog Deteksi Dini Konflik Berdimensi Agama

0
ldiijember-dialog-ulama-umaro-patrang1

Jember, 12 Februari 2026

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Jember sukses menyelenggarakan Dialog Peran Ulama dan Umara dalam Early Warning System (Sistem Deteksi Dini) Pencegahan Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan. Acara yang berlangsung di Aula DPD LDII Kabupaten Jember ini menjadi momentum penguatan harmoni sosial di wilayah Kecamatan Patrang.

Kegiatan ini bertujuan membangun kesiapsiagaan kolektif antara tokoh agama (Ulama) dan pemerintah (Umara) dalam mengidentifikasi serta meredam potensi gesekan sosial sejak dini. Kehadiran para tokoh lintas agama dalam forum ini menegaskan komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas wilayah Jember, khususnya di Kecamatan Patrang.

Kolaborasi Lintas Sektor

Dialog ini dihadiri oleh jajaran tokoh kunci dan pejabat pemerintahan, di antaranya:

  • KH. Sutanto, mewakili DPD LDII Kabupaten Jember.
  • H. Ajib, S.I.P, Camat Patrang.
  • H. Nurhuda, S.Ag., M.Pd.I., perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember.
  • Kusno, S.Ag., M.Pd.I., Kepala KUA Kecamatan Patrang.
  • Mujiyanto, Ketua PC LDII Kecamatan Patrang.
  • Tokoh Lintas Agama se-Kecamatan Patrang.

Pentingnya Deteksi Dini

Mewakili LDII Jember, KH Sutanto menyampaikan pentingnya peran lembaga dakwah bukan hanya sekadar syiar, tetapi juga menjadi benteng sosial. “Ulama memiliki kedekatan emosional dengan umat, sementara Umara memiliki otoritas kebijakan. Jika keduanya bersinergi dalam sistem deteksi dini, segala potensi konflik berdimensi agama dapat dimitigasi sebelum membesar,” terangnya.

Camat Patrang, H. Ajib, mengapresiasi inisiatif DPD LDII Jember yang telah menyediakan wadah bagi para pemangku kepentingan untuk duduk bersama. Menurutnya, koordinasi yang inklusif seperti ini adalah kunci utama dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Patrang.

Sinergi Menjelang Bulan Suci

Sutanto juga menekankan bahwa dialog ini bukan sekadar diskusi teknis, melainkan sarana silaturahmi untuk mempererat ukhuwah menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Beliau berharap umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan penuh kekhusyukan tanpa gangguan keamanan maupun gesekan sosial.

“Menyongsong bulan suci ini, LDII telah menyiapkan 5 Program Sukses Ramadhan yang akan dijalankan oleh seluruh warga kami, yaitu: Sukses Puasa Ramadhan, Sukses Shalat Tarawih, Sukses Khatam Al-Qur’an, Sukses Iktikaf, dan Sukses Zakat Fitrah,” ungkap KH. Sutanto. Program ini diharapkan dapat mendorong warga LDII untuk fokus pada peningkatan spiritualitas sekaligus menjaga keharmonisan dengan lingkungan sekitar.

Ketua LDII PC Patrang, Mujiyanto bersama Kusno, S.Ag., M.Pd.I., Kepala KUA Kecamatan Patrang

Membangun Komunikasi Inklusif

Dialog ini diakhiri dengan kesepakatan untuk meningkatkan frekuensi komunikasi antar-tokoh agama dan pemerintah. Dengan adanya Early Warning System yang partisipatif, diharapkan setiap riak permasalahan di lapangan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan pendekatan persuasif.

Dalam dialog tersebut, H. Ajib selaku Camat Patrang memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif yang diambil oleh DPD LDII Kabupaten Jember dalam menyelenggarakan forum kolaboratif ini.

Berikut adalah poin-poin mengenai sikap dan harapan beliau:

Sikap dan Respon Pemerintah:

  • Apresiasi Terhadap Inisiatif: Camat Patrang sangat menghargai upaya LDII Jember yang telah menyediakan wadah bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk duduk bersama dalam satu forum.
  • Pentingnya Koordinasi Inklusif: Beliau memandang bahwa koordinasi yang melibatkan berbagai elemen—baik pemerintah (Umara), tokoh agama (Ulama), maupun tokoh lintas agama—adalah kunci utama dalam menjaga persatuan masyarakat di wilayah Patrang yang beragam.
  • Dukungan Terhadap Sistem Deteksi Dini: Pemerintah kecamatan menyadari bahwa sinergi antara Ulama dan Umara sangat efektif dalam memitigasi potensi gesekan sosial sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Harapan ke Depan:

Peningkatan Komunikasi: Harapan utamanya adalah adanya keberlanjutan berupa komunikasi yang lebih intensif dan rutin antara para tokoh agama dan pihak pemerintah kecamatan.

Penyelesaian Masalah secara Persuasif: Dengan berjalannya Early Warning System yang partisipatif ini, diharapkan setiap riak atau permasalahan yang muncul di masyarakat dapat diselesaikan lebih awal melalui musyawarah dan pendekatan persuasif, sehingga kondusivitas wilayah tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *