Dua Ponpes Binaan LDII Raih Juara Lomba Pesantren Sehat di Kabupaten Jember
LDII Jember berhasil meraih penghargaan bergengsi atas upaya luar biasa dalam meningkatkan kesadaran dan praktik hidup sehat di kalangan santri pondok pesantren binaannya. Pencapaian ini membuktikan bahwa komitmen LDII dalam membangun masyarakat yang sehat bukan hanya sebatas slogan, melainkan telah terwujud dalam tindakan nyata. Berkat program-program inovatif dan kerja sama yang baik dengan berbagai pihak, kualitas hidup santri semakin meningkat, dan hal ini menjadi contoh inspiratif bagi pondok pesantren lainnya.
Penghargaan ini merupakan buah dari berbagai program unggulan LDII Jember di bidang kesehatan, seperti pembentukan pos kesehatan pondok pesantren, penyuluhan kesehatan secara berkala, dan pembinaan kader kesehatan. Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi LDII sebagai organisasi yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat.
Melalui delapan bidang pengabdian, LDII terus berperan dan berkontribusi untuk bangsa. Salah satunya adalah bidang kesehatan, yaitu dengan meningkatkan kesadaran hidup sehat kepada seluruh warga LDII baik secara pribadi maupun di lembaga-lembaga pendidikan binaannya.
Adalah pondok pesantren Mjnhajurrosyidin, Ambulu dan pondok pesantren Al-Manshurin, Patrang sebagai pondok binaan LDII Kabupaten Jember telah meraih penghargaan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jember sebagai juara satu dan dua pesantren sehat tingkat kabupaten Jember.
Demikian disampaikan Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Akhmad Malik Afandi saat menerima penghargaan di Ponpes Minhajurrosyidin. Selain itu, Malik menambahkan bahwa di ponpes binaan LDII sudah dibiasakan untuk hidup bersih secara individu dan kelompok. Artinya masing-masing santri kita latih untuk hidup bersih dan sehat yaitu dengan cara membiasakan membuang sampah pada tempatnya dan ada piket kebersihan semua fasilitas ibadah setiap hari baik masjid, aula, kelas, kamar mandi, ruang tamu dan lain-lain sehingga kebersihan bukan hanya sebagai paksaan tapi sudah menjadi karakter santri dan dewan guru.
Malik juga menambahkan bahwa peraturah semua santri dan dewan guru dilarang merokok dan aktif berolahraga seperti pencak silat, futsal, tenis meja dan sepakbola. Bahkan mereka juga kita ajarkan kemandirian dengan mengikuti pramuka Sako SPN (Sekawan Persada Nusantara). Karena kami menyadari kalau santrinya sehat tentu akan lebih menerima materi pelajaran di pondok dengam cepat dan mereka akan siap menjadi generasi emas indonesia pada tahun 2045.
Inilah yang terus kita dorong di semua ponpes binaan LDII. Penghargaan dari dinas kesehatan ini tentu akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi meningkatkan kurikulum kesehatan kerjasama dengan puskesmas setempat dalam mewujudkan santri sehat dan berilmu, berkhaqul karimah dan mandiri.
Kepala Puskesmas Andongsari, Dokter Yayuk Mardiani sebagai mitra dari Ponpes Minhajurrosyidin menyampaikan rasa syukur dan bangga karena banyak program puskesmas yang dibantu oleh pondok binaan LDII tersebut. Kami bisa membentuk pos kesehatan pondok pesantren mulai tahun 2020 sebagai upaya membetuk kader husada di pondok pesantren. Semoga apa yang sudah dilakukan oleh pondok binaan LDII ini bisa dicontoh oleh pondok-pondok lain. Selain itu kami bekerjasama menciptakan inovasi bernama KURMA SUKARI yaigu kurikulum bersama kurikulum bersama santri sehat berilmu, berkhlaqul karimah dan mandiri. Hal ini yang menjadi salah satu point yang akhirnya ponpes Minhajurrosyidin ini menjadi juara pertama, lanjut Yayuk yang asli kediri tersebut.
Prestasi membanggakan ini menjadi bukti bahwa dengan kerja sama yang baik, kita dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda. LDII Jember mengajak seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat umum, untuk turut serta dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Mari bersama-sama kita tingkatkan kualitas hidup kita dan generasi mendatang.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Jember atas penghargaan yang diberikan. Penghargaan ini juga menjadi bukti nyata dari keberhasilan kemitraan antara Puskesmas Andongsari dengan Pondok Pesantren Minhajurrosyidin. Dengan adanya pos kesehatan pondok pesantren, kami dapat lebih efektif dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada santri dan masyarakat sekitar. Kami berharap kerjasama yang baik ini dapat terus terjalin dan semakin memperkuat upaya kita dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Penghargaan yang diterima oleh kedua pondok pesantren binaan LDII Jember ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami. LDII telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan. Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh anggota LDII untuk terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang sehat dan sejahtera.
Kami sangat bersyukur atas penghargaan yang diberikan. Penghargaan ini menjadi pengingat bagi kami bahwa upaya-upaya yang telah dilakukan, seperti pembentukan pos kesehatan pondok pesantren dan berbagai program kesehatan lainnya, telah memberikan dampak yang signifikan. Ke depannya, kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memperluas jangkauan program-program kesehatan, baik di lingkungan pondok pesantren maupun masyarakat umum.