Rakornas LDII 2025: Menyatukan Langkah, Meneguhkan Nilai Bangsa
Jakarta, 22 Agustus 2025
Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2025 di Pondok Minhajurrosyidin, Jakarta Timur. Acara yang berlangsung pada 21–22 Agustus ini mengangkat tema besar “Menguatkan Peran Kontributif LDII dalam Membangun Indonesia yang Berkelanjutan”.
Rakornas ini dihadiri sekitar 315 peserta, terdiri dari pengurus harian DPP LDII, Dewan Penasihat Pusat DPP LDII, dan jajaran pengurus harian DPW LDII Provinsi seluruh Indonesia.“DPP LDII memandang perlunya sinkronisasi hingga Pimpinan Cabang (Kecamatan) dan Pimpinan Anak Cabang (Kelurahan). Hasil evaluasi kami, program kerja DPP LDII mampu dilaksanakan oleh DPD LDII di kabupaten/kota. Namun di tingkat lebih bawah lagi belum merata. Ini tantangan yang perlu diperbaiki terus,” papar Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso.
KH Chriswanto juga mengingatkan, pelaksanaan program kerja harus merata hingga level paling bawah, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Level PC dan PAC paling memahami kondisi lingkungan strategis (lingstra) mereka, dengan demikian mereka bisa mendukung program kerja pemerintah terkait isu-isu kebangsaan, peningkatan kualitas SDM, hingga masalah kesehatan. “Dinamika global sangat berpengaruh bagi Indonesia pada level internasional, persoalan internasional itu juga bisa merembes ke dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Kita bisa melihat kasus kerawanan pangan global, itu bisa menyentuh langsung nasib para petani hingga masyarakat perkotaan sebagai konsumen,” tegas KH Chriswanto.
Rakornas III ini, menurut Chriswanto menekankan tiga hal: kebangsaan, peningkatan kualitas SDM, dan kesehatan. Tiga hal ini juga menjadi bagian dari Asta Cita Pemerintah, “Problem kebangsaan kita masih berkutat pada moderasi beragama dan toleransi dalam kehidupan agama yang sering terganggu akhir-akhir ini. Di bidang peningkatan kualitas SDM, pemerintah mengupayakan Sekolah Rakyat dan Makan Bergizi Gratis, persoalan stunting dan pemeriksaan kesehatan juga perlu percepatan,” paparnya.Menurut KH Chriswanto, berbagai persoalan itu menjadi titik fokus Rakornas III, dalam mendukung percepatan Asta Cita. Ia mengingatkan dalam konsep masyarakat madani, ormas adalah mitra pemerintah untuk menjangkau masyarakat yang tidak tersentuh tangan pembangunan, “Di lain sisi, kami juga memiliki keterbatasan dalam menjalankan program kerja. Tanpa bantuan otoritas, dalam hal ini pemerintah percepatan program kerja kami juga terkendala,” tuturnya.
Tiga program tersebut, sudah menjadi bagian dalam program kerja bertajuk “8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa”. LDII juga telah menjalankan program kerja tersebut, di bidang kesehatan ia menyontohkan LDII berhasil membantu pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19, “Di Jakarta Timur, kami membantu vaksinasi 200.000 warga. Di seluruh Indonesia, kantor, gedung dan fasilitas majelis taklim menjadi lokasi vaksin,” paparnya.
Untuk meningkatkan kualitas SDM, LDII membentuk Pendidikan Dasar Kepamongan untuk membangun moralitas anak didik dan penyelenggara pendidikan. Sementara untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dan nasionalisme, LDII memiliki program tahunan Sekolah Virtual Kebangsaan (SVK), Silaturahim Kebangsaan, sosialisasi tentang Bela Negara dan berbagai kegiatan kebangsaan di berbagai wilayah, pondok pesantren, sekolah dan majelis-majelis taklim.“Rakornas III kali ini, akan digabungkan dengan SVK bekerja sama dengan Lemhannas. Kami menempatkan kebangsaan dalam program kerja prioritas, atau yang pertama dalam Delapan Bidang Pengabdian LDII,” ujarnya.
Ia menegaskan, berbicara mengenai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, bagi LDII adalah final, dan itulah yang jadi upaya melanggengkan keberadaan negara-bangsa Indonesia.
Pesan Kuat dari Ketua Umum LDII
Dalam pidatonya, Ketua Umum DPP LDII KH. Chriswanto Santoso menegaskan pentingnya peran ormas Islam dalam menjaga harmoni dan persatuan bangsa. Ia menyampaikan bahwa LDII berkomitmen menjadi organisasi yang adaptif, solutif, dan kolaboratif. “Kita harus menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar pengamat. LDII hadir untuk berkontribusi nyata dalam bidang pendidikan, dakwah, teknologi, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Semua itu harus dilandasi dengan nilai luhur: kejujuran, amanah, kerja sama yang baik, dan hemat,” ujar KH. Chriswanto.
Beliau juga menambahkan bahwa LDII selalu berpegang pada Delapan Klaster Pembangunan sebagai pilar program kerja:
- Wawasan kebangsaan
- Keagamaan
- Pendidikan
- Kesehatan dan herbal
- Pangan dan lingkungan hidup
- Teknologi digital
- Ekonomi syariah
- Energi terbarukan
Kami ingin LDII tampil sebagai ormas Islam yang tidak hanya berdakwah, tapi juga membangun peradaban,” tegasnya.
Kolaborasi dan Sinergi dengan Pemerintah
Rakornas ini juga menjadi ruang penguatan sinergi antara LDII dengan pemerintah, khususnya dalam mendukung program-program nasional seperti penguatan moderasi beragama, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan kualitas SDM.
Dalam sesi dialog nasional, sejumlah pejabat pemerintah memberikan apresiasi terhadap kontribusi LDII di berbagai daerah, khususnya dalam menjaga kerukunan dan memperkuat pendidikan karakter generasi muda.
Menuju 2045: LDII Siap Menjadi Pilar Bangsa
Menutup Rakornas, KH. Chriswanto mengajak seluruh pengurus LDII untuk lebih progresif dan responsif dalam menjawab isu-isu zaman. Ia mengingatkan pentingnya regenerasi dan transformasi digital dalam organisasi agar LDII tetap relevan hingga Indonesia Emas 2045.
LDII harus menjadi rahmat bagi masyarakat di sekitarnya
Kita jaga ukhuwah, kita bangun bangsa ini bersama-sama dengan kontribusi terbaik,” pungkasnya.
Komentar Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, H. Akhmad Malik
Rakornas LDII 2025 merupakan momentum strategis yang sangat kami apresiasi. Arahan dari Ketua Umum KH. Chriswanto Santoso tidak hanya memperkuat nilai-nilai keorganisasian, tetapi juga meneguhkan komitmen LDII dalam berkontribusi terhadap pembangunan nasional. Kami di Jember siap melaksanakan hasil Rakornas dengan semangat kolaboratif dan inovatif, khususnya dalam penguatan delapan klaster program kerja LDII.
Kami juga menyambut baik penekanan Ketum terhadap pentingnya sinergi lintas sektor. Ini membuktikan bahwa LDII adalah organisasi yang terbuka, adaptif, dan siap menjadi mitra strategis pemerintah serta elemen masyarakat lainnya dalam membangun Indonesia yang maju dan berkelanjutan.
Kontak Media:
Bidang Komunikasi dan Informasi DPP LDII
Email: info@ldii.or.id | Website: www.ldii.or.id
Instagram: @ldiipusat | YouTube: LDII TV