ldiijember-ppalmanahurin-rakor-29karakter

Jember, 22 Agustus 2025

Pondok Pesantren Al-Manshurin Jember Gelar Rapat Koordinasi Pengurus dalam Penguatan 29 Karakter Luhur dan Penguatan Kurikulum Santri

Dalam upaya mencetak generasi emas yang mandiri, berakhlak mulia, dan siap menjadi pemimpin umat, Pondok Pesantren Al-Manshurin Jember mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengurus yang dilaksanakan pada (22/08) kantor DPD LDII Kabupaten Jember.

Rakor ini mengangkat tema besar: “Penguatan 29 Karakter Luhur Santri Menuju Generasi Mandiri, Profesional, dan Religius”, kata KH. Budi Santoso, selaku Ketua Pondok.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus, dewan guru, dan pembina program pondok. Rakor ini menjadi langkah awal konsolidasi menjelang tahun ajaran baru sekaligus penguatan visi pesantren dalam mencetak santri yang sukses menjadi sarjana yang mubaligh, dan mubaligh yang sarjana yang mampu berdakwah dengan ilmu, dan berilmu dengan akhlak.

Penguatan 29 Karakter Luhur sebagai Pondasi Akhlak Santri

Salah satu fokus utama dalam Rakor ini adalah implementasi nilai-nilai 29 karakter luhur, yang menjadi ciri khas pendidikan karakter di Al-Manshurin.

Pondok pesantren binaan LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) mengembangkan 29 karakter luhur sebagai bagian dari pendidikan akhlak dan pembinaan moral generasi muda, khususnya di lingkungan pesantren, sekolah binaan, dan masyarakat umum. Karakter ini menjadi fondasi pembentukan pribadi yang profesional religius, yaitu individu yang cerdas, kompeten, dan berakhlak mulia.

Berikut adalah 29 karakter luhur versi LDII yang biasa diajarkan dan ditanamkan:

A. Tri Sukses

  1. Akhlaqul Kharimah: Berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur.
  2. Alim dan Faqih: Berilmu luas dan mendalam dalam agama.
  3. Mandiri: Mampu memenuhi kebutuhan diri sendiri dan orang lain.

B. 6 Sifat Luhur

  1. Rukun: Hidup damai dan harmonis dengan sesama.
  2. Kompak: Saling bekerja sama dan mendukung.
  3. Kerjasama yang Baik: Bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan.
  4. Jujur: Berkata dan bersikap apa adanya.
  5. Amanah: Dapat dipercaya dalam segala hal.
  6. Mujhid Muzhid: Hemat dan bijaksana dalam menggunakan harta.

C. 4 Tali Keimanan:

  1. Bersyukur: Merasa senang dan berterima kasih atas segala nikmat.
  2. Mempersungguh: Bekerja keras dan berusaha semaksimal mungkin.
  3. Mengagungkan: Menunjukkan rasa hormat dan takzim.
  4. Berdoa: Memohon pertolongan dan keberkahan kepada Allah SWT.

D. 3 Prinsip Kerja:

  1. Benar: Bekerja sesuai dengan aturan dan tata cara yang benar.
  2. Kurup: Bekerja dengan penuh semangat dan kegembiraan.
  3. Janji: Menepati janji dan perkataan.

E. 4 Maqodirulloh (Bila Diberi Qodar):

  1. Bersyukur (Qodar Nikmat): Mensyukuri segala nikmat yang diberikan Allah SWT.
  2. Sabar (Qodar Musibah): Bersabar dalam menghadapi musibah.
  3. Sabar (Qodar Cobaan): Bersabar dalam menghadapi cobaan.
  4. Bertaubat (Qodar Salah): Segera bertaubat jika melakukan kesalahan.

F. 4 Roda Berputar:

  1. Yang Kuat Membantu yang Lemah: Orang yang kuat membantu yang lemah.
  2. Yang Bisa Membantu yang Tidak Bisa: Orang yang bisa membantu yang tidak bisa.
  3. Yang Ingat Mengingatkan yang Lupa: Orang yang mengingatkan jika ada yang lupa.
  4. Yang Salah Dinasehati agar Mau Bertaubat: Orang yang salah dinasehati agar mau bertaubat.

G. 5 Syarat Kerukunan dan Kekompakan:

  1. Berbicara yang Baik dan Benar: Berbicara dengan sopan dan jujur.
  2. Jujur dan Saling Percaya: Berperilaku jujur dan saling percaya.
  3. Sabar dan Mengalah: Sabar dalam menghadapi masalah dan mau mengalah.
  4. Tidak Merusak Sesama: Tidak merugikan orang lain dalam bentuk apapun.
  5. Saling Memperhatikan dan Menjaga Perasaan: Saling peduli dan menghargai perasaan orang lain.

Karakter-karakter ini sering ditanamkan melalui pembiasaan, keteladanan, program pengembangan diri, serta kegiatan-kegiatan pembinaan seperti pengajian, perkemahan, pesantren kilat, dan lainnya.

“Kami tidak hanya mencetak santri yang cerdas, tapi yang berkarakter kuat. Santri harus menjadi agen perubahan, pemimpin masa depan yang berakhlak dan profesional,” ujar salah satu pengasuh dalam Rakor.

Pondok Pesantren Al-Manshurin Jember mengembangkan kurikulum terpadu yang mengintegrasikan ilmu agama, ilmu alat, serta penanaman karakter dan keterampilan hidup.

Kurikulum utama mencakup:

Pengkajian Al-Qur’an dan al-Hadits

Pendalaman Ilmu Tajwid

Nahwu dan Sharaf (gramatika Arab)

Tahfidz/Hafalan Qur’an dan Hadits

Baca Tulis Pegon

Bahasa Arab aktif

Penanaman karakter luhur

Selain kurikulum inti, pesantren juga mendorong keseimbangan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang mendidik kedisiplinan, fisik, dan kerja sama tim.

Program tersebut antara lain:

Pencak Silat ASAD

Futsal dan olahraga lainnya

Gerakan Pramuka

Kegiatan sosial kemasyarakatan

Mewujudkan Generasi Mandiri dan Siap Hadapi Zaman

Rakor ini juga menegaskan arah pembinaan santri menuju pribadi yang mandiri secara intelektual, emosional, dan spiritual. Setiap santri didorong untuk mampu melanjutkan pendidikan tinggi, menjadi sarjana berakhlak mulia yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan tanggung jawab dakwah di masyarakat. “Santri Al-Manshurin harus punya visi besar. Kita siapkan mereka bukan hanya untuk sukses di dunia pesantren, tapi juga mampu berkiprah di kampus, masyarakat, dan dunia kerja, dengan tetap membawa nilai dakwah yang membumi,” ujar salah satu ketua bidang kurikulum.

Tentang Pondok Pesantren Al-Manshurin Jember

Ponpes Al-Manshurin merupakan lembaga pendidikan Islam berbasis karakter yang mengintegrasikan kajian keilmuan klasik dan modern. Dengan visi “Mencetak Santri yang Profesional Religius”, pesantren ini terus menyesuaikan diri dengan tantangan zaman sambil menjaga nilai-nilai luhur Islam.

Kontak Media: Sekretariat Ponpes Al-Manshurin Jember

📩 Email: ponpes.almanshurin@gmail.com

📞 Telepon: 0822-XXXX-XXXX

📸 Instagram: @almanshurinjember

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *