Spill The Tea: Bang Ben Kasyafani Mampir ke Ponpes Syafiurrohman Jember, Kasih Tips Menjemput Masa Depan Biar Gak Kebanyakan Overthinking!

0
ldiijember-ppm-syafiurrahman-benkasyafani1

JEMBER — Valid No Debat! Hari Minggu (17/5) kemarin, Pondok Pesantren Syafiurrohman (salah satu ponpes binaan DPD LDII Kabupaten Jember) mendadak dipenuhi positive vibes. Soalnya, aktor sekaligus presenter hits, Ben Kasyafani, datang berkunjung buat berbagi insight mahal ke para santri dan mahasiswa di sana.

Bukan cuma sekadar kunjungan formalitas, Bang Ben sapaan akrabnya sukses bikin satu ruangan termotivasi lewat sharing session yang relate parah soal cara nemuin bakat dan potensi diri, tanpa harus terjebak quarter-life crisis.

Gak Sesuai Passion? It’s Okay, Just Trust the Process!

Di depan para santri dan mahasiswa, Bang Ben blak-blakan soal perjalanan hidupnya yang plot twist. Ternyata, karir kita di masa depan gak selalu lurus jalannya sama apa yang kita sebut “passion” saat ini.

“Kadang apa yang kita kerjakan saat ini bukan passion yang kita sukai. Tapi yakinlah, lambat laun kita akan menyukai hal itu. Dulu saya kuliah di Fakultas Hukum dan berharap menjadi pengacara, ternyata Alloh mengqodar lain, saya masuk ke dunia entertainment sampai saat ini,” curhat Bang Ben.

Tapi, Bang Ben menegaskan kalau effort kita belajar itu gak akan ada yang sia-sia. Buktinya, background kuliah Hukum-nya justru kepake banget sekarang buat nge-review kontrak kerja sama dan ngurusin hak-hak bisnis di dunia entertainment yang dia geluti.

“Maka jangan menyerah pada situasi yang mungkin bukan passion kita, tetapi selalu khusnudzon billah dan yakin bahwa Alloh tahu yang terbaik untuk kita,” tambahnya. Fix, no more galau masalah jurusan ya, guys!

LDII Jember All In Siapkan Gen-Z Jadi High-Value Human

Selama di Ponpes, Bang Ben ditemani langsung sama Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, H. Akhmad Malik Afandi, S.P. M.M yang ternyata emang udah akrab lama sama doi.

Malik spill kalau LDII Jember emang lagi gasspoll bikin program-program keren buat ngembangin minat dan bakat anak muda. Gak tanggung-tanggung, mereka udah kolaborasi sama Balai Latihan Kerja (BLK) buat pelatihan skill gratis, plus gandeng berbagai kampus buat nyediain jalur beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.

Menurut Malik, modal IPK tinggi doang di era sekarang tuh hype-nya kurang. Anak muda wajib punya social skills dan networking yang luas.

“LDII memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk belajar berorganisasi dengan aktif di Pemuda LDII, HMI, KNPI, dan organisasi lainnya. Dengan begitu mereka memiliki jaringan komunikasi lintas sektoral yang dapat menunjang kemampuan keorganisasian,” jelas Malik.

Mahasiswa = Penentu Masa Depan Bangsa

Sebagai mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Malik ngingetin kalau mahasiswa itu adalah garda terdepan penentu masa depan Indonesia. Makanya, pembentukan karakter, communication skill, dan pengembangan potensi diri itu hukumnya wajib, bukan opsional.

“Kita bisa memotret nasib bangsa ini dua puluh tahun ke depan dengan melihat bagaimana kondisi mahasiswa saat ini,” pungkas Malik menutup obrolan dengan statement yang deep banget.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *