Seru Parah! Pemuda LDII Jember Gelar ‘Srawung Gayeng’ di Gunung Pasang, Jadi Wadah Bonding Gen Z Biar Makin Solid

0

JEMBER, 17 Mei 2026 – Hari Minggu kemarin bener-bener jadi momen anti-wacana buat ratusan anak muda LDII Jember. Nggak cuma rebahan atau sekadar scrolling TikTok, para Pemuda LDII sukses bikin gebrakan lewat event super seru bertajuk “Srawung Gayeng”. Bertempat di sejuknya Agrowisata Gunung Pasang, Panti, Jember, acara ini sukses jadi wadah komunal buat mempererat ukhuwah dan bonding antar generasi muda.

Acara yang dimulai sejak pagi ini emang dirancang khusus buat Gen Z dan milenial matang, dengan rentang usia peserta mulai dari 18 tahun sampai yang berstatus belum menikah. Suasana di lokasi bener-bener pecah dengan vibe penuh semangat, keakraban, dan rasa kekeluargaan yang kental banget. Nggak ada istilah canggung atau jaim, semuanya membaur jadi satu.

Dikemas Santai tapi Bermakna: No More Wacana!

Panitia bener-bener pinter bikin konsep acara. Biar nggak ngebosenin layaknya seminar formal, Srawung Gayeng dikemas secara santai tapi tetep dapet banget esensinya. Berbagai aktivitas seru disajikan, mulai dari sesi outbound yang menantang fisik, group games yang melatih otak, hingga sesi kebersamaan yang tujuannya emang murni buat ngebangun kekompakan dan komunikasi antar peserta. Gelak tawa dan antusiasme tinggi dari para peserta terus terdengar sepanjang kegiatan berlangsung.

“Srawung Gayeng ini jadi sarana positif banget buat kita para pemuda LDII untuk saling kenal lebih dekat (deep talk). Selain itu, ini juga cara kita buat memperkuat karakter generasi muda yang kompak, aktif, dan punya solidaritas tinggi di era digital,” ujar Rian, Ketua Panitia Srawung Gayeng.

Rian juga menambahkan kalau di tengah gempuran tren individualisme, Pemuda LDII ingin menciptakan support system yang sehat, akrab, dan menyenangkan. Dengan begitu, para pemuda bisa saling memberikan positive vibes dan mempererat tali persaudaraan tanpa sekat.

Nggak Cuma Main Games, Tapi Juga Upgrade Skill

Selain seru-seruan lewat outbound dan games kebersamaan, para peserta juga diajak buat survive menyelesaikan berbagai tantangan kelompok (teamwork challenge). Berbagai tantangan ini butuh komunikasi yang taktis, ngilangin ego sektoral, dan fokus pada tujuan bersama.

Jadi, vibe dari kegiatan ini nggak cuma dapet di hiburannya aja, tapi otomatis melatih mental leadership (jiwa kepemimpinan), rasa tanggung jawab individu, dan cara berkomunikasi yang efektif di dalam tim.

Respon Peserta: “Fix, Ini Healing Terbaik!

“Banyak peserta yang ngaku kalau event kayak gini bener-bener mereka butuhin. Selain dapet temen baru dari berbagai daerah dan pengalaman seru yang berkesan, acara ini otomatis jadi momen healing terbaik buat melepas penat dari overthinking dan rutinitas harian yang bikin burnout.

Lewat suksesnya agenda “Srawung Gayeng” ini, Pemuda LDII Kabupaten Jember berharap energi positif dan semangat kerukunan ini nggak cuma berhenti di Gunung Pasang aja. Harapannya, para peserta bisa terus konsisten menjaga silaturahmi, memperluas jaringan yang positif, serta bertransformasi menjadi generasi muda yang aktif, solid, dan membawa dampak baik (impactful) bagi lingkungan masyarakat sekitar. Stay positive and solid, guys!

Dukungan Ketua DPD LDII Kabupaten Jember

Dalam menyikapi momentum kegembiraan dan kebersamaan anak muda di acara “Srawung Gayeng” tersebut, Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, H. Akhmad Malik Afandi, S.P., M.M., memberikan penekanan penting yang menjadi jangkar filosofis bagi pergerakan generasi muda LDII.

Ada tiga poin penekanan utama yang digarisbawahi oleh beliau:

  1. Implementasi Nyata Slogan Organisasi (Rukun, Kompak, Kerja Sama Baik)

    H. Malik menekankan bahwa kegiatan di alam terbuka seperti outbound dan games kelompok bukanlah sekadar sarana hiburan fisik belaka. Forum ini adalah bentuk laboratorium praktik bagi para pemuda untuk mengejawantahkan slogan utama LDII, yaitu rukun, kompak, dan kerja sama yang baik. Beliau ingin karakter ini melekat kuat dan otomatis dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari mereka di masyarakat.

    2. Penguatan 29 Karakter Luhur di Era Digital

    Di tengah gempuran arus informasi dan tren individualisme digital yang sering melanda Gen Z, H. Malik berpesan agar momentum tatap muka (srawung) ini dijadikan fondasi untuk memperkuat 29 Karakter Luhur. Beliau menekankan pentingnya membangun kesalehan sosial seperti sikap tolong-menolong, kejujuran, dan kemandirian—agar pemuda LDII tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki benteng moral yang kokoh.

    3. Menjadi Generasi yang Bermanfaat bagi Lingkungan (Khairunnas)

    Selaras dengan prinsip hidup yang selalu beliau gaungkan, Malik mengingatkan para pemuda tentang esensi hadis “Khairunnas anfauhum linnas” (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain). Beliau menekankan agar energi positif, kekompakan, dan solidaritas yang terbangun selama di Agrowisata Gunung Pasang ini dibawa pulang ke daerah masing-masing, sehingga pemuda LDII bisa menjadi trendsetter kebaikan dan membawa pengaruh positif yang nyata di lingkungan masyarakat sekitar Jember.

    Tentang Pemuda LDII Jember:

    Pemuda LDII Kabupaten Jember merupakan organisasi kepemudaan berbasis keagamaan yang fokus pada pengembangan potensi pemuda, pembentukan karakter luhur (profesional religius), serta penguatan peran aktif generasi muda dalam pembangunan sosial, kemasyarakatan, dan kebangsaan di wilayah Kabupaten Jember.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *