BSI Gandeng LDII Bentuk Desa Berdaya

0
ldiijember-bsi-teguh

Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai hasil merger Bank Syariah BUMN merasa bertanggung jawab ikut mengawal program Pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di saat masa pandemi seperti saat ini. Desa sebagai komunitas masyarakat yg paling bawah jelas menjadi prioritas langkah tersebut. Oleh karena itu BSI memiliki program Desa “BSM” (Berdaya Sejahtera Mandiri) merupakan salah satu bentuk kepedulian Bank Syariah Indonesia pada isu-isu kemiskinan serta ketahanan pangan terutama bagi masyarakat di pedesaan. Sebagaimana diketahui bahwa sampai tahun 2018 tingkat kemiskinan di Indonesia masih cukup tinggi yaitu mencapai 25,95 juta (9,82%) dimana sebesar 61% berada di pedesaan. Demikian penjelasan Area Sales Manager BSI Jember, Teguh Sudariyanto saat menerima kunjungan Ketua DPD LDII Jember, Malik di kediamannya (20/7).

Bank Syariah Indonesia sebagai lembaga keuangan turut berupaya untuk memberikan kontribusi dan berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program sosial. Terlebih saat ini setiap lembaga keuangan dituntut untuk melaksanakan program yang berkaitan dengan keuangan yang berkelanjutan (Sustainabile Finance) sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 51 tahun 2017.

Program Desa “BSM” dijalankan dengan pendekatan pemberdayaan atau pengembangan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat dapat diartikan sebagai suatu proses membangun manusia atau sekelompok orang dengan cara meningkatkan kapasitas dan kualitas hidupnya, perubahan perilaku, dan pengorganisasian kelompok (masyarakat).
Dampak dari pelaksanaan program juga diharapkan dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas.

Teguh mengajak LDII bisa bekerja sama mendukung program ini karena kami yakin punya kepengurus smpe di level desa dan sdh terbukti punya manajemen bagus dalam membina umat.

Akhmad Malik Afandi selaku Ketua DPD LDII Jember menyambut positif tawaran dari BSI tersebut dengan cara segera menyiapkan draft MOU antara LDII dan BSI sebagai tindak lanjut kerjasama tersebut. Malik menambahkan bahwa ide bagus jangan ditunda supaya segera bisa dirasakan manfaatnya oleh umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *