DPP LDII Gelar Sekolah Virtual Kebangsaan: Soroti Peran Media Siber dalam Ketahanan Nasional
Jakarta, 24 Agustus 2025
Dalam upaya memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan di era digital, Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) kembali menyelenggarakan Sekolah Virtual Kebangsaan (SVK) pada Sabtu (24/8/2025).
Acara ini digelar secara hybrid dari Grand Ballroom Ponpes Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, dan diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai daerah secara daring.
SVK kali ini menghadirkan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Dr. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si, sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan tersebut, beliau memaparkan materi bertema “Media Siber dan Ketahanan Nasional dalam Menghadapi Geopolitik Global.”
Ketahanan Nasional dalam Era Perang Informasi
Dalam pemaparannya, Ace Hasan menyampaikan bahwa dunia saat ini tidak hanya diwarnai oleh konflik militer terbuka, melainkan juga oleh perang informasi (information warfare) yang memanfaatkan media siber sebagai instrumen utama. Ia menyebut bahwa dalam lanskap geopolitik global yang multipolar, kekuatan suatu negara tidak hanya diukur dari kemampuan militer, tetapi juga dari resiliensi informasi dan stabilitas narasi publik. “Kita tidak boleh kalah dalam perang narasi. Media siber adalah benteng pertahanan kita dari infiltrasi ideologi asing, disinformasi, dan polarisasi yang dapat mengancam keutuhan bangsa,” tegas Ace Hasan.
Beliau juga menekankan bahwa ketahanan nasional hari ini sangat bergantung pada seberapa mampu media dan masyarakat membangun literasi digital, mengidentifikasi hoaks, serta menjaga kesatuan pandangan terhadap nilai-nilai kebangsaan seperti Pancasila, UUD 1945, dan NKRI.
Media Siber Sebagai Pilar Strategis
Ace Hasan mendorong agar media siber dan lembaga-lembaga keagamaan seperti LDII memainkan peran aktif dalam membentuk opini publik yang positif dan konstruktif. Dalam konteks itu, ia memandang LDII sebagai ormas yang memiliki potensi besar untuk berperan sebagai agen moderasi, edukasi digital, dan penjaga harmoni sosial. “LDII memiliki jaringan pesantren dan komunitas digital yang luas. Ini harus dimanfaatkan untuk menciptakan ruang publik yang sehat, edukatif, dan membangun,” ujar Ace.
Beliau juga mengingatkan bahwa generasi muda LDII harus dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya paham agama, tapi juga melek geopolitik dan teknologi informasi.
LDII Komitmen Membangun Karakter Kebangsaan Digital
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menyampaikan bahwa Sekolah Virtual Kebangsaan merupakan program unggulan DPP LDII untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. “Kami ingin membekali warga LDII, khususnya generasi muda, agar tetap teguh pada nilai-nilai keislaman yang moderat sekaligus menjadi warga negara yang memiliki wawasan kebangsaan dan kecakapan digital,” ujarnya.
Chriswanto juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur Lemhannas RI dan menyambut baik peluang kerja sama lebih lanjut dalam bidang pendidikan kebangsaan, pelatihan kepemimpinan strategis, dan penguatan ketahanan ideologis di lingkungan LDII.
Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Akhmad Malik
“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya Sekolah Virtual Kebangsaan yang menghadirkan Gubernur Lemhannas RI, Bapak Dr. TB Ace Hasan Syadzily. Materi beliau tentang media siber dan ketahanan nasional sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana tantangan bangsa bukan hanya fisik, tapi juga bersifat digital dan ideologis.Kami di Jember siap menindaklanjuti pesan beliau, dengan mendorong warga LDII—terutama generasi muda—untuk aktif menjaga ruang digital dari disinformasi dan polarisasi. LDII harus menjadi pelopor dalam menyebarkan konten yang menyejukkan, edukatif, serta memperkuat nilai-nilai Pancasila dan keindonesiaan.Kegiatan ini sangat membekali kami dalam menghadapi era geopolitik global yang semakin kompleks. Kami berharap SVK terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak daerah, agar semangat kebangsaan semakin mengakar di seluruh lapisan masyarakat.”
Tentang Sekolah Virtual Kebangsaan (SVK)
SVK merupakan forum diskusi dan edukasi yang digagas DPP LDII sejak 2023, sebagai wadah penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui pendekatan digital. Program ini melibatkan berbagai narasumber nasional, mulai dari akademisi, tokoh agama, pejabat negara, hingga praktisi media.
Berita terkait:
LDII Kembali Gelar Sekolah Virtual Kebangsaan (SVK) II: “Ketahanan Nasional di Era Digital”