DPP LDII: Peran Orangtua dalam Pencegahan Narkoba, Dorong Anak Ikut Asrama Pengajian

0
Screenshot_2024-06-15-17-30-01-10

Jakarta (26). Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) yang diperingati setiap tanggal 26 Juni, menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen bersama dalam memerangi penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (Narkoba) yang menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa.

Pengurus Departemen Pengabdian Masyarakat DPP LDII Dani Pramudya mengatakan bahaya penyalahgunaan narkoba yang menyebabkan gangguan kesehatan fisik dan mental, “Narkotika adalah zat-zat yang dapat menyebabkan ketergantungan, baik secara fisik maupun psikologis,” ucap Dani yang juga seorang dokter spesialis emergensi medik.

Dalam dunia medis, ia melanjutkan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun, jika obat-obatan ini disalahgunakan tanpa pengawasan medis, risikonya dapat sangat berbahaya, “Penggunaan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan ketergantungan, overdosis, dan kerusakan permanen pada organ tubuh,” jelasnya.

Dani yang juga pengurus Forum Komunikasi Kesehatan Islam (FKKI) itu melanjutkan, narkoba dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti kerusakan organ tubuh, penyakit mental, dan bahkan kematian, “Dampak negatif penyalahgunaan narkotika terhadap kesehatan fisik meliputi kerusakan organ tubuh seperti hati, ginjal, dan jantung,” lanjut Dani.

Bukan hanya menyasar fisik, penyalahgunaan narkoba juga bisa merusak mental dan sosial, serta kualitas hidup penggunanya, “Secara psikis, penyalahgunaan narkotika dapat menyebabkan gangguan mental seperti kecemasan, depresi, dan psikosis. Selain itu, penyalahgunaan juga dapat menyebabkan masalah sosial, seperti isolasi dari keluarga dan masyarakat, serta keterlibatan dalam kejahatan,” tuturnya.

Masalah narkoba saat ini menurutnya merupakan masalah yang dekat dengan remaja. Remaja merupakan generasi yang masuk dalam krisis pencarian jati diri, yang dapat dipengaruhi pihak internal maupun eksternal.

Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba khususnya di kalangan remaja, diperlukan peran dan sinergi yang kuat semua pihak, “Pencegahan penyalahgunaan narkotika adalah upaya yang memerlukan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk keluarga, sekolah, dan masyarakat secara keseluruhan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi generasi muda,” ucapnya.

Keluarga terutama orang tua memegang peranan penting dalam membangun komunikasi positif, serta memberikan edukasi dan pemahaman kepada anaknya, “Membangun komunikasi terbuka antara orang tua dan anak, serta memberikan pemahaman yang jelas tentang risiko penyalahgunaan narkotika,” lanjut Dani.

Di samping itu, orang tua juga dapat memberikan motivasi kepada anak dalam bentuk mengarahkan mereka pada kegiatan positif, “Menyediakan kegiatan-kegiatan positif seperti olahraga, seni, dan kegiatan sosial lainnya yang dapat mengalihkan perhatian remaja dari penggunaan narkotika,” paparnya.

Selain peran orang tua, pendidikan agama menjadi faktor penting mencegah anak dari pengaruh penyalahgunaan narkoba dan kegiatan negatif, “Membangun kesadaran akan nilai-nilai agama dan moral yang kuat sebagai landasan untuk menolak penyalahgunaan narkotika,” tutupnya.

Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Akhmad Malik juga menyampaikan keprihatinan terhadap peredaran narkoba yang marak terjadi di kalangan remaja baik di wilayah Tapal Kuda Jawa Jawa Timur terutama Jember dan Lumajang. Seperti di lansir dari media Rada Jember, belasan kasus terjadi dalam kurun waktu dua bulan, sejak Mei 2024 hingga pertengahan Juni. Menyikapi hal tersebut, DPD LDII Kabupaten Jember lebih intensif melakukan kegiatan-kegiatan positif kepada kalangan muda LDII. “Di musim liburan sekolah ini, kami menginstruksikan di setiap PC untuk mengadakan Asrama Pengajian,” terang Malik.

Asrama pengajian tersebut dikhususkan untuk kalangan remaja usia 12 sampai usia 22 tahun dilaksanakan di masing-masing pengurus cabang LDII di Kabupaten Jember. Malik juga menghimbau kepada orang tua untuk mendorong dan memberikan motivasi kepada anak untuk mengikuti kegiatan asrama tersebut. “Disamping untuk menjaga kalangan muda dari pengaruh pergaulan bebas, juga untuk mencegah anak dari pengaruh penyalahgunaan narkoba,” tutup Malik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *