Gotong Royong Warga dan Muspika Membangun Masjid LDII

0
ldiijember-ngecor-masjid-baitul-faizin1

Hari Minggu, 29 Juni 2025 pagi, di Dusun Karangtemplek, Desa Andongsari Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember banyak warga berkumpul bersama Muspika setempat untuk bergotong royong membangun masjid yang dibangun warga LDII.

Kegiatan gotong royong itu adalah pengecoran Masjid Baitul Faizin di Andongsari, Ambulu, Jember, merupakan contoh nyata dari semangat kebersamaan dan toleransi antar umat beragama di Indonesia yang perlu kita lestarikan.

Warga LDII, bersama dengan personil TNI dari Koramil dan Polsek Ambulu, serta warga sekitar dari NU dan Muhammadiyah, bergotong royong untuk menyelesaikan pengecoran masjid tersebut.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa perbedaan agama dan latar belakang tidak menjadi hambatan untuk bekerja sama dan saling membantu. Sebaliknya, kegiatan gotong royong ini dapat memperkuat hubungan antar warga dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kerja sama dan toleransi.

Apresiasi Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Akhmad Malik, atas kekompakan warga bersama muspika dalam melestarikan budaya gotong royong, patut dijadikan contoh bagi masyarakat lainnya. Dengan terus melestarikan budaya gotong royong, kita dapat membangun masyarakat yang lebih harmonis dan sejahtera. Gotong royong seperti ini juga dapat menjadi contoh bagi generasi muda tentang pentingnya kerja sama, toleransi, dan kebersamaan dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya.

Ketua panitia pelaksana pembangunan Masjid, Heriyanto mengatakan bantuan dari warga sekitar tidak hanya berupa tenaga, tetapi juga berupa material seperti semen, pasir dan bahan bangunan lainnya. “Bahkan ada yang mengirim bahan makanan dan itu sungguh kami sangat mengapresiasinya,” ungkap Heri.

Lebih lanjut Heri mengatakan bahwa gotong royong dalam rangka pengecoran Masjid Baitul Faizin ini diikuti oleh peserta dari warga LDII dan Saudara kami dari:

  1. Koramil Ambulu
  2. MWCNU Ambulu
  3. PCM Watukebo
  4. PONPES Asunah
  5. PONPES Darul Huda
  6. Pasek Andongsari

“Alhamdulilah pengecoran basketing untuk lantai dua masjid atas kerjasama dan gotong royong tersebut berjalan dengan lancar dan barokah,” tutup Heri.

Makna gotong royong dalam pembangunan Masjid Baitul Faizin oleh warga LDII, NU, Muhammadiyah, dan Muspika dalam perspektif menjadi warga negara Indonesia adalah:

1. Kebersamaan dan Toleransi: Gotong royong ini menunjukkan kebersamaan dan toleransi antar umat beragama dan organisasi keagamaan di Indonesia, yang dapat memperkuat hubungan sosial dan membangun masyarakat yang harmonis.

2. Kerja Sama dan Sinergi: Gotong royong ini menunjukkan kerja sama dan sinergi antara warga, organisasi keagamaan, dan Muspika dalam membangun fasilitas keagamaan, yang dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya kerja sama dan gotong royong.

3. Pemberdayaan Masyarakat: Gotong royong ini dapat memberdayakan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya partisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan.

4. Membangun Karakter Bangsa: Gotong royong ini dapat membentuk karakter bangsa yang lebih baik, dengan nilai-nilai seperti kerja sama, toleransi, dan kebersamaan, yang dapat menjadi contoh bagi generasi muda.

5. Meningkatkan Kualitas Hidup: Gotong royong ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan membangun fasilitas keagamaan yang dapat digunakan untuk kegiatan sosial dan keagamaan.

Dalam perspektif Indonesia, gotong royong seperti ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya tentang pentingnya kebersamaan, toleransi, dan kerja sama dalam membangun masyarakat yang harmonis dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *