Hari Pahlawan 10 November 2025: LDII Tegaskan Perjuangan Melawan Tiga Ancaman Nasional

0
ldiijember-muswil10-ldii-jatim-chriswanto

Jakarta, 10 November 2025 – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) memperingati Hari Pahlawan 10 November 2025 dengan menyerukan kepada seluruh komponen bangsa untuk menjadikan momentum ini sebagai pijakan perjuangan baru melawan tantangan fundamental yang mengancam integritas bangsa.

Ketua Umum DPP LDII, KH. Chriswanto Santoso, dalam pernyataan resminya di Jakarta, menegaskan bahwa semangat kepahlawanan masa kini harus difokuskan untuk mengatasi tiga persoalan utama: kemiskinan, dekadensi moral, dan potensi disintegrasi bangsa.

Tiga Fokus Perjuangan Pahlawan Masa Kini

KH. Chriswanto Santoso menyoroti bahwa pengorbanan para pahlawan 1945 adalah fondasi, namun tantangan di era modern menuntut bentuk perjuangan yang berbeda, namun dengan intensitas dan keberanian moral yang sama.

  1. Melawan Kemiskinan: “Perjuangan melawan kemiskinan dan kesenjangan ekonomi adalah jihad kebangsaan kita hari ini. Pahlawan masa kini adalah mereka yang berjuang menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi umat, dan memastikan keadilan sosial terwujud bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar KH. Chriswanto.
  2. Melawan Dekadensi Moral: “Ancaman terbesar bagi sebuah bangsa yang beradab adalah merosotnya etika dan integritas. Kami menyerukan agar semangat 10 November dihidupkan kembali dalam bentuk etika publik dan komitmen kebangsaan yang kuat. Setiap tindakan, sekecil apa pun, seharusnya menjadi bagian dari perjuangan membangun Indonesia yang berkeadaban dan berintegritas,” tegasnya.
  3. Melawan Disintegrasi: Menurutnya, nilai paling penting dari pertempuran 10 November adalah keberanian moral dan solidaritas kebangsaan. “Kita tidak boleh memberi ruang sedikit pun bagi benih-benih perpecahan dan disintegrasi. LDII berkomitmen untuk terus merawat persatuan, kerukunan, dan gotong royong sebagai warisan tak ternilai dari para pahlawan,” tambahnya.

Melahirkan Pahlawan Masa Kini yang Profesional-Religius

LDII berharap peringatan Hari Pahlawan ini menjadi energi moral dalam setiap langkah pembangunan nasional. KH. Chriswanto Santoso mengajak seluruh generasi muda untuk menjadi “Pahlawan Masa Kini” yang berilmu, berakhlak, dan berdedikasi.

“Kita ingin melahirkan pahlawan masa kini yang berilmu, berakhlak, dan berdedikasi. Tanpa pengorbanan para pahlawan, kita tidak akan menikmati kemerdekaan hari ini. Maka, jadikan semangat 10 November sebagai pijakan untuk melahirkan generasi yang Profesional-Religius, yang mencintai agama, bangsa, dan negaranya, serta bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

DPP LDII mengajak seluruh warga negara untuk mengenang jasa pahlawan bukan hanya dengan upacara, tetapi dengan tindakan nyata yang memberi manfaat positif bagi masyarakat, meneladani nilai-nilai kepahlawanan seperti keberanian, kejujuran, dan semangat pengorbanan.

Sementara itu, sejarawan sekaligus Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistiyono, menegaskan Hari Pahlawan 10 November bukan hanya peringatan pertempuran Surabaya, melainkan momentum lahirnya kesadaran kolektif bangsa tentang arti kemerdekaan yang diperjuangkan melalui pengorbanan dan solidaritas.

Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro (UNDIP) itu menilai, generasi muda harus memaknai Hari Pahlawan tidak lagi terletak pada perjuangan fisik, melainkan keberanian moral untuk berjuang di bidangnya masing-masing. “Kalau dulu perjuangan dilakukan dengan senjata, kini perjuangan adalah melawan kemalasan berpikir, korupsi nilai, dan hilangnya idealisme,” ujarnya.

Singgih menambahkan, semangat 10 November perlu diwujudkan melalui integritas, tanggung jawab sosial, dan kerja nyata bagi kemajuan bangsa, “Namun, generasi kini menghadapi bentuk perjuangan baru di era kemerdekaan dan globalisasi, yakni penjajahan nilai seperti individualisme dan pragmatisme.

“Esensinya tetap sama, yakni keberanian, pengabdian, dan cinta tanah air. Hanya bentuknya yang berubah—dari mengangkat senjata menjadi perjuangan dengan pengetahuan, kreativitas, dan integritas moral,” katanya.

Ia menilai nilai paling penting dari Pertempuran Surabaya adalah keberanian moral dan solidaritas kebangsaan. Para pejuang kala itu tidak hanya melawan penjajah, tapi juga memiliki kesadaran kolektif untuk mempertahankan martabat bangsa dengan pengorbanan tanpa pamrih. Nilai itu, menurutnya, relevan di masa kini ketika bangsa menghadapi tantangan moral dan sosial.

“Keberanian moral masa kini adalah keberanian menegakkan kebenaran, kejujuran, dan keadilan. Semangat gotong royong juga harus dihidupkan untuk melawan korupsi, perpecahan, dan ketidakadilan sosial,” tegasnya.

Menurutnya, pahlawan hari ini bukan lagi bertempur di medan perang, tetapi berjuang melawan kemalasan, korupsi, intoleransi, dan apatisme sosial. Pahlawan masa kini adalah mereka yang berkontribusi nyata bagi bangsa melalui kerja keras, inovasi, solidaritas, dan kejujuran,” tuturnya.

Ia menutup pesannya dengan menyerukan agar semangat 10 November dihidupkan kembali dalam bentuk etika publik dan komitmen kebangsaan. “Setiap tindakan, sekecil apa pun, seharusnya menjadi bagian dari perjuangan membangun Indonesia yang berkeadaban dan berintegritas,” pungkasnya.

Semangat Kepahlawanan dari Jember: Kontribusi Nyata Mewujudkan Generasi Emas

Peringatan Hari Pahlawan di Kabupaten Jember turut dihadiri oleh Ketua DPD LDII Jember, H. Akhmad Malik Afandi, S.P., M.M., yang mengikuti upacara khidmat di Alun-Alun Jember dengan Inspektur Upacara Dandim 0824 Jember, Letkol Arm Indra Andriansyah, G.Dip., M.Han.

Dalam kesempatan tersebut, Malik menuturkan pentingnya mengingat sejarah dan jasa para pendahulu.

“Kita tidak boleh lupa pada sejarah dan jasa pahlawan, karena kita bisa ada saat ini adalah hasil perjuangan para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa raganya demi anak cucu bangsa ini,” tutur Malik dengan penuh haru.

Lebih lanjut, Malik menegaskan komitmen DPD LDII Jember untuk secara aktif berpartisipasi dalam pembangunan nasional, khususnya dalam mempersiapkan Indonesia menyambut Visi Emas 2045.

“LDII harus ikut andil dan berperan dalam sejarah pembangunan bangsa melalui pembinaan generasi penerus bangsa yang berkhlaqul karimah, berilmu, dan memiliki kemandirian. Dengan momen peringatan Hari Pahlawan ini, LDII Jember akan terus bergerak untuk berkontribusi kepada bangsa dan negara demi mewujudkan generasi emas tahun 2045,” tutupnya.

Pernyataan dari Ketua DPD LDII Jember ini selaras dengan program utama DPP LDII dalam melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Profesional-Religius, yang mencintai agama, bangsa, dan negara, serta bermanfaat bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *