Jelang Idul Kurban, Tim Hilal Jember Teropong 1 Dzulhijjah 1445 H

0
ldiijember-tim-hilal-puger0706241

Jember (7/6). Menjelang Idul Qurban, beberapa orang yang tergabung dalam Tim Hilal Kabupaten Jember berkumpul di Pantai Nyamplong, Kobong, Jember.

Tim Hilal LDII Jember mengikuti serangkaian Rukyatul hilal bersama Tim Falakiyah PCNU Jember dan Tim Falakiyah PCNU Kencong. Acara yg dihelat di pantai nyamplong kobong puger itu terlaksana pada Jumat (7/6) sore. Pemantauan menggunakan teropong bulan tersebut dilaksanakan untuk penentuan 1 dzulhijjah 1445H/ 2024M. Dalam pemantauan tersebut juga dihadiri Ketua DPD LDII Jember dan Tim, Tim Falakiyah PCNU Jember dan PCNU Kencong.

Pemantauan Rukyatul Hilal tersebut tidak hanya dilakukan olet Tim Hilal Jember, juga dilaksanakan serentak oleh Tim Hilal diseluruh wilayah Indonesia. Sementara di wilayah kabupaten Jember yang pada saat awal romadhon kemarin diadakan di menara mercusuar pantai Puger, untuk awal dzulhijjah ini pengamatan hilal dilaksanan di pantai nyamplong kobong Puger.

Pada waktu diklat Dai LDII (8/6), Ketua DPD LDII Jember menuturkan bahwa Tim Rukyatul Hilal DPD LDII Kabupaten Jember secara rutin melakukan pengamatan hilal setiap awal romadhon, Syawal dan Dzulhijjah. Termasuk pada Jumat kemarin bertempat di pantai Nyamplong Kobong, puluhan tim dari LDII Jember hadir bersama Tim Falakiyah PCNU Jember dan PCNU Kencong. Ini sebagai upaya terus membangun ukhuwah Islamiyah lintas ormas Islam melalui pendekatan pengmatan hilal yang rutin dilakukan. Dalam pengamatan tersebut kami sekaligus bisa meningkatkan skill penggunaan teropong teleskop yang sudah dimiliki oleh LDII.

Selain itu, Malik berharap ke depan ada tim Rukyatul Hilal yang dibentuk oleh Bupati sebagai upaya edukasi kepada masyarakat dan bisa berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Tim Hilal ini bisa beranggotakan dari beberapa ormas Islam dan dari kementrian agama. Setelah memperoleh gambaran jelas, kegiatan tersebut ditutup dengan sholat maghrib berjamaah di tepi pantai Puger.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menetapkan Hari Raya Idul Adha 1445 H jatuh pada Senin 17 Juni 2024. Keputusan tersebut berdasarkan penetapan awal Dzulhijjah dalam sidang isbat yang digelar pada Jumat (7/6).

“Berdasarkan hasil hisab dan pengamatan hilal disepakati bahwa 1 Dzulhijjah tahun 1445 H jatuh pada hari Sabtu 8 Juni 2024. Dan Idul Adha tahun ini jatuh pada Senin 17 juni 2024,” ungkap Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki, dalam konferensi pers sidang isbat.

Menurut Wamenag, dalam menentukan awal bulan Qamariyah, khususnya Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah, Kemenag mengikuti dua metode, yakni hisab dan rukyat, “Kami menggunakan dua metode dalam menentukan awal Hijriyah yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain karena saling melengkapi. Metode hisab bersifat informatif dan metode rukyat yang sifatnya konfirmatif,” ucapnya.

Sementara penetapan awal Dzulhijjah dalam sidang isbat tersebut didasarkan pada dua hal, “Pertama, kita telah mendengar paparan Tim Hisab Rukyat Kemenag yang menyatakan tinggi hilal di seluruh Indonesia di berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 7 ° 15,28’ hingga 10° 41, 49’, dengan sudut elongasi 11 ° 34,83’ sampai 13° 14,47’, “ paparnya.

Dengan demikian posisi hilal sudah memenuhi visibilitas hilal berdasarkan ketentuan Menteri Agama Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, dan Singapura (MABIMS), dengan kriteria ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Kedua, Kemenag telah menurunkan Tim Rukyatul Hilal di 114 titik di seluruh Indonesia. Mereka akan melaporkan hasil rukyatul hilal yang juga menjadi pertimbangan dalam sidang isbat menentukan 1 Dzulhijjah 1445 H, “Sudah masuk laporan dari petugas rukyat di berbagai daerah yang telah melaksanakan pemantauan hilal dan mengkonfirmasi bahwa hilal terlihat di beberapa titik,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *