Kapolresta Solo bersama LDII Bahas Pencegahan Radikalisme dan Perundungan
Solo, Jawa Tengah (14/9). Ketua DPD LDII Kota Solo, Muhammad Zaini bersama Kapolresta Solo, Kombes Pol Alfian Nurrizal (13/9) membahas pencegahan perundungan atau bullying dan pembentengan radikalisme. Menjadi fokus utama LDII Solo dalam membentuk generasi profesional religius yang cinta tanah air. Pasalnya, perundungan dapat berdampak buruk pada mental anak, sedangkan radikalisme dapat meruntuhkan jiwa nasionalisme.
Ketua DPD LDII Kota Solo, Muhammad Zain mengungkapkan, di Pondok Pesantren (Ponpes) Budi Utomo, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo berada dalam naungan LDII, telah menyediakan program konseling. “Kami sediakan tempat khusus bagi santri yang mendapatkan perundungan. Kami tidak ingin, hal itu terjadi di tempat pendidikan, khususnya ponpes,” kata Zain.
Ia melanjutkan, jika terdapat perundungan, santri harus melapor ke kantor pengelola ponpes, “Setelah itu, korban dan pelaku perundungan didamaikan, dan diberikan pengertian tidak boleh melakukan itu,” tegasnya.
Sementara itu, terkait radikalisme, Kombes Alfian Nurrizal mengatakan, kepolisian menjalin kolaborasi dengan ormas Islam untuk membentengi generasi bangsa dari gempuran paham radikalisme. “Sehingga upaya menyebarkan wawasan kebangsaan akan digencarkan guna membentuk mental generasi yang tangguh,” ujarnya.
Ia pun dalam kesempatan itu mengapresiasi LDII Solo yang telah memberikan materi wawasan kebangsaan, Pancasila, dan nasionalisme pada santri. “Hal itu penting untuk mencegah munculnya bibit-bibit paham radikalisme,” imbuh Alfian.
Selain isu perundungan dan radikalisme, Polresta Solo dan LDII juga membicarakan isu keamanan dan ketertiban masyarakat. “LDII Solo siap berkolaborasi dengan Polresta Solo dalam menjaga kamtibmas di Solo. Hal ini, sebagai komitmen dan dedikasi kami dalam memegang teguh Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI,” tegas Zain.
Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Akhmad Malik mengapresiasi kunjungan Kombespol Alfian Nurrizal mantan Kapolres Jember perihal komitmen kerjasama kepolisian bersama LDII. “Bagaimanapun bentuknya bullying atau perundungan kepada siapapun itu tidak baik, akan berdampak pada psikologis korban. Dan siapapun orang tua tidak menghendaki anaknya mengalami perundungan. Untuk itu LDII Jember juga mengajak kepada semua pihak untuk mengedepankan kerukunan, toleransi dan menjaga persatuan dan kesatuan,” terang Malik.