Kemenag Jember Sosialisasikan PKPPS di Pondok Pesantren Binaan LDII
Jember (13/9) Kementerian Agama Kabupaten Jember melakukukan sosialisasi Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) merupakan layanan pendidikan melalui jalur pendidikan non formal yang ditujukan bagi masyarakat. Melalui Kemenag Jember bidang kasie. PD PONTREN, Edy Sucipto, M.Pd di pondok binaan LDII kabupaten Jember.
Tujuan diadakannya sebagai satuan pendidikan non formal yang memberikan harapan kepada masyarakat. Adapun proses pelaksanaan belajar mengajar di pondok pesantren tersebut dapat memberikan pengetahuan dan ketrampilan bagi lulusannya yang dinyatakan dan diakui setara dengan SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/MA/SMK/MAK.
“Kami dari Kementrian Agama Kabupaten Jember memberikan ruang terbuka kepada siapapun untuk melayani kebutuhan masyarakat dibidang pendidikan khususnya di lingkungan pondok pesantren, ketika sudah memenuhi syarat syarat formil nanti dimintakan rekomendasi kepada pimpinan agar diajukan ke Provinsi Jawa Timur” ujar Edy Sucipto.
Acara ini dihadiri oleh pengurus dan pengasuh dari Pondok Pesantren Binaan DPD LDII Kabupaten Jember yaitu Pondok Pesantren Minhajurrosyidin Ambulu dan Pondok Pesantren Al-Manshurin Patrang. Ketua LDII Kabupaten Jember, KH. Akhmad Malik Afandi, S.P menyampaikan bahwa santri tidak hanya belajar ilmu agama tapi juga belajar ilmu keduniaan. Maka pendidikan formal merupakan kebutuhan yang penting untuk menjadikan santri yang professional dan memiliki nilai-nilai religiusitas. “Harapan kami, LDII mempunyai kontribusi didalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memiliki santri yang professional dan religius,” terang Malik.
Lebih lanjut Malik menyampaikan bahwa LDII merupakan salah satu ormas keagamaan yang bergerak dibidang dakwah dan LDII di Jember menaunagi beberapa pondok pesantren. Yang mana para santri tidak hanya belajar ilmu agama akan tetapi juga belajar ilmu keduniaan. Maka pendidikan formal menjadi sangat penting dan berkebutuhan untuk menjadikan santri yang Professional dan juga memiliki nilai nilai religius. Maka kesempatan ini kami LDII mengundang bapak Edi Sucipto. Mpd untuk menjelaskan kira kira dipondok kami cocoknya bikin lembaga seperti apa? beliau juga memberikan banyak masukan dan kita diberi kesempatan untuk memilih pilihan dan akan kami bahas di pembahasan bersama dengan pengurus pondok. Tentu ini menjadi PR sehingga harapan kami LDII mempunyai kontribusi didalam mencerdaskan kehidupan bangsa, memiliki santri yang professional dan juga religius” tutup Malik.