Ketua LDII Jatim Dijamu Makan Siang Bupati Jember
Ketua DPW LDII Jawa Timur, KH. Moch. Amrodji Konawi mendapat jamuan makan siang bersama Bupati Jember Hendy Siswanto (15/3) di Pendopo Wahyawibawagraha.
Amrodji menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang dilakukan LDII Jember bersama Bupati Hendy. “Terimakasih LDII Jember sudah bersinergi dengan program-program pemerintah Jember. Semoga LDII dapat terus berkontribusi dalam berbagai program dan turut andil dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan sosial, menjaga kerukunan, dan memberikan kemaslahatan bagi semuanya,” terang Amrodji.

Rabu, 15 Maret 2023
Amrozi berharapa komunikasi yang sudah baik antara LDII dan Bupati bisa terus dilanjutkan dengan sinergi, kolaborasi dan akselerasi. Di depan Bupati Jember, Amrodji juga menyapaikan delapan pengabdian LDII untuk bangsa yang tentu dapat berkolaborasi dengan pemangku kebijakan yaitu bidang kebangsaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi Syariah, lingkungan hidup, teknologi, energi baru terbarukan.
Amrodji juga menyampaikan kedatangannya ke Jember dalam rangka finalisasi penyusunan buku ajar wawasan kebangsaan untuk kalangan santri bagi warga LDII dan bisa digunakan sebagai kontribusi juga bagi masyarakat umum. “LDII memiliki beberapa dewan pakar dan Bupati memiliki otoritas, tentu apabila digabungkan akan menjadi suatu kekuatan bersama yang saling mendukung dan melengkapi,” kata Amrodjo.
Bupati Jember, Hendy Siswanto merasa terhormat bahwa Jember dijadikan tempat finalisasi penyusunan buku ajar wawasan kebangsaan untuk kalangan santri bagi warga LDII dan juga masyarakat umum. “Saya berharap LDII tahun 2023 ini bisa membuat acara di alun-alun Jember sehingga bisa medongkrak penjualan produk UMKM dan secara otomatis bisa membantu penurunan inflasi,” pinta Hendy.
Di sela-sela jamuan makan siang bersama Ketua DPW LDII Jatim, Bupati Hendy menyampaikan masih banyak PR yang harus dikerjakannya. Sebagai Bupati Jember, Hendy menuturkan bahwa kabupaten Jember masih banyak PR terutama dalam rangka mensejahterahkan masyarakatnya. Mulai dari masalah pencegahan stunting, pengangguran, kemiskinan, kenakalan remaja serta kurangnya rasa nasionalisme di kalangan remaja. Dalam menjalankan tugasnya sebagai Bupat, tentu tidak akan bisa dikerjakan secara instan dan mengandalkan kemampuan diri sendiri. “Peran dari semua elemen termasuk LDII tentu menjadi harapan untuk bersama membantu menyelesaikan PR tersebut,” kata Hendy.
Pernah suatu ketika ada anak pelajar SMA ditangkap satpol PP karena keluyuran pada jam sekolah. Ketika mereka ditanya berapa jumlah sila pada Pancasila ternyata masih banyak yang tidak tau. Ada pelajar yang menjawab bahwa ada enam sila. Ketika disalahkan oleh satpol PP remaja itu tegaa menjawab, lho apa sudah dikurangi sila pancasila karena setahu saya itu ada enam. Setelah dijelaskan oleh satpol PP bahwa yang benar ada lima sila, baru mereka menyadari kesalahannya.
Hal itu yang membuat Hendy prihatin kepada generasi muda saat ini. Ditambah lagi banyak laporan anak hamil di luar nikah yang pernah tembus seratus enam puluh selama satu bulan. Karena itu Bupati Hendy berharap LDII dengan berbagai macam potensinya bisa membantu memberikan solusi dan membantu bupati dalam mengatasi masalah tersebut.
Hendy menilai sudah saatnya selain melakukan kegiatan secara internal. LDII dapat melaksanakan kegiatannya diluar. “Saya menyediakan tempat bukan hanya di aula kantor tapi bisa memakai alun-alun atau fasilitas umum sehingga keberadaan LDII benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” terang Hendy.
Menanggapi keinginan Bupati Hendy kepada LDII untuk mengadakan kegiatan di luar, Malik menyampaikan kesiapannya. Malik akan segera membuat blue print kegiatan LDII terutama yang bisa diadakan di ruang publik yang selaras dengan delapan kluster pengabdian LDII untuk bangsa.