Ketua LDII Jember: Jadikan Santri sebagai Benteng Moral Bangsa

0
LDII jember-Malik-hari-santri

JEMBER – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran santri dalam menjaga moralitas, membangun karakter generasi muda, serta berkontribusi menghadapi berbagai tantangan bangsa. Mulai dari penegakan hukum, pemberantasan korupsi, hingga persoalan lingkungan seperti kebakaran hutan, diperlukan generasi yang berintegritas, berkarakter kuat, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan Indonesia.

Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Akhmad Malik Afandi, menuturkan bahwa Hari Santri Nasional tidak sekadar menjadi peringatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat pembinaan generasi muda agar mampu menjadi benteng moral sekaligus garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Santri harus mampu menjadi benteng moral bangsa, menjaga nilai-nilai agama, serta mengambil peran nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Hal ini selaras dengan semangat tema Hari Santri Nasional 2026, ‘Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas’,” ujarnya.

Menurut Malik, pembinaan santri perlu diarahkan pada penguatan karakter religius, peningkatan profesionalitas, serta pengembangan kemandirian. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menjawab berbagai tantangan di tengah masyarakat.Ia menambahkan, santri masa kini dituntut untuk adaptif, berpikiran terbuka, dan kontekstual dalam mengamalkan ilmu yang dimiliki. Dengan demikian, nilai-nilai keagamaan tidak hanya menjadi pedoman pribadi, tetapi juga diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Sejalan dengan semangat Kementerian Agama, LDII mendukung penguatan peran santri melalui delapan bidang pengabdian organisasi untuk kemaslahatan umat. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki kompetensi, kemandirian ekonomi, penguasaan teknologi, serta kepedulian sosial dan lingkungan.

Malik juga menegaskan pentingnya menempatkan santri dan pesantren sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa. Pesantren diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan generasi yang berakhlak mulia, berilmu, mandiri, serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat.

“Santri harus terus meningkatkan kapasitas diri, menjaga akhlak, memperkuat persatuan, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Dengan demikian, santri dapat menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas,” tambahnya.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, LDII Kabupaten Jember berharap semangat pengabdian santri semakin kuat dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan mandiri. Penguatan karakter, ilmu pengetahuan, keterampilan, serta semangat kebangsaan menjadi bekal penting untuk melahirkan generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *