LDII Dukung Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah oleh Presiden Prabowo

0
ldiijember-kementrian-hajiumroh

Jakarta, 10 September 2025

Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), KH Chriswanto Santoso, menyatakan dukungan penuh atas kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang membentuk Kementerian Haji dan Umrah pada 8 September 2025.

Menurut KH Chriswanto, keberadaan kementerian khusus ini akan menjadi tonggak baru dalam reformasi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Dengan pengelolaan di bawah satu atap, pelayanan bagi jamaah diharapkan lebih terintegrasi, transparan, dan efisien.

“Ini merupakan jawaban nyata atas kebutuhan jamaah akan penyelenggaraan yang lebih profesional dan berpihak kepada umat,” ujarnya.

LDII menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh kepada KH Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan untuk mengemban amanah sebagai Menteri Haji dan Umrah. Serta Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia.

Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menilai sosok Gus Irfan memiliki kapasitas, integritas, serta pengalaman keagamaan yang mumpuni. Menurutnya, penyelenggaraan ibadah haji membutuhkan pemimpin yang bukan hanya memahami manajemen pelayanan, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kepedulian terhadap jamaah.

“LDII mengapresiasi penunjukan Gus Irfan sebagai Menteri Haji dan Umrah. Beliau dikenal memiliki rekam jejak yang baik dalam dunia pesantren, sekaligus berkomitmen tinggi terhadap pelayanan umat. Selain itu Wamen Haji dan Umroh Dahnil Anzar Simanjuntak juga sosok yang mumpuni dalam perubahan tata kelola haji nasional. Kami yakin beliau bisa menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang transparan, efisien, dan penuh kebarokahan,” ujar KH Chriswanto Santoso dalam keterangan persnya pada Selasa (10/9).

Lebih lanjut, DPP LDII berharap ke depan penyelenggaraan haji semakin berorientasi pada peningkatan kualitas layanan, transparansi anggaran, dan kepuasan jamaah. “Haji adalah ibadah akbar umat Islam. Penyelenggaraannya harus menghadirkan ketenangan, kenyamanan, serta pengalaman spiritual yang mendalam. Kami percaya Gus Irfan dan Bang Dahnil mampu mewujudkan itu. Kami menitipkan harapan besar pada jajaran Kementrian Haji dan Umroh RI ini, ” tegas Chriswanto.

Menurutnya, pelayanan terhadap jamaah haji harus ditempatkan sebagai prioritas utama. “Haji bukan hanya perjalanan ibadah, tapi juga perjalanan spiritual yang menjadi kenangan seumur hidup. Karena itu, negara harus menjamin keselamatan, kenyamanan, kesehatan, serta kepuasan jamaah dalam setiap tahap pelaksanaan,” ujar KH Chriswanto.

LDII menurut KH Chriswanto telah menitipkan 10 poin pembenahan layanan, beberapa di antaranya adalah pelayanan terbaik bagi seluruh jamaah tanpa diskriminasi, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana serta fasilitas. Efisiensi biaya tanpa mengurangi kualitas layanan. Perhatian terhadap kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan jamaah sebagai prioritas dan peningkatan pengalaman spiritual, agar jamaah pulang membawa predikat haji mabrur.

“LDII berharap pemerintah terus meningkatkan inovasi layanan, mulai dari sistem digitalisasi, edukasi manasik, hingga penguatan tenaga pendamping di lapangan. Dengan begitu, jamaah haji Indonesia bisa lebih fokus dalam beribadah. Salah satu yang paling penting adalah memperpendek antrean haji,” tambah KH Chriswanto.

LDII juga menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menyukseskan program-program keagamaan, khususnya dalam bidang haji dan umrah. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat ikhtiar bangsa Indonesia dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji.

Dukungan dari Daerah

Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Akhmad Malik, juga menyampaikan apresiasi atas kebijakan Presiden Prabowo. Ia menilai pembentukan Kementerian Haji dan Umrah adalah langkah visioner yang akan memberi dampak langsung bagi jamaah di daerah. “Dengan kementerian yang fokus, jamaah dari Jember dan daerah lain akan merasakan pelayanan yang lebih terstruktur dan jelas. Kami mendukung penuh langkah Presiden Prabowo dan mengapresiasi peran KH Chriswanto yang konsisten memperjuangkan hal ini,” ungkapnya.

Menurutnya, jamaah dari Jember cukup besar setiap tahunnya, sehingga perbaikan tata kelola haji dan umrah akan sangat dirasakan masyarakat. “Kami siap bersinergi dengan pemerintah dan kementerian untuk memastikan jamaah mendapat bimbingan, layanan, dan fasilitas terbaik sejak dari daerah asal hingga pulang ke tanah air,” tambahnya.

Harapan Bersama

Dengan dukungan dari pusat hingga daerah, LDII menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam memperkuat tata kelola ibadah haji dan umrah demi kemaslahatan umat Islam Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *