Makna Berkurban Adalah Ketaqwaan dan Kepedulian Sosial
Semangat ibadah qurban tahun ini selain harus terinternalisasi ke dalam jiwa kita, maka selanjutnya adalah eksternalisasi makna ibadah qurban dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu disampaikan Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Haji Akhmad Malik Afandi di sela acara penyembelihan hewan di qurban di Ponpes Minhajurrosyidin Ambulu. Malik menambahkan bahwa makna berkurban adalah kita harus semakin meningkat ketaqwaan dan kepedulian sosial kita.
Selain itu seorang muslim harus rela menyumbangkan secara ikhlas sebagian harta, tenaga dan pikiran kita kepada orang-orang yang membutuhkan tanpa memandang ras, suku, status sosial dan golongan, terlebih terhadap kaum fakir miskin, karena hakikinya kita semua adalah saudara dan kita semua Indonesia. Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Quran bahwa orang-orang yang tidak mau memberi makan fakir dan miskin adalah pendusta agama atau pengkhianat agama.
Selain itu, Malik menekankan sebagai umat islam tentunya senantiasa mendapat ujian dan cobaan dari Allah SWT, namun sebagai orang iman, kita tidak boleh panik menghadapi ujian dan cobaan, justru kita harus meningkatkan iman dan ketaqwaan, dengan menertibkan ibadah wajib maupun ibadah sunah, seperti sholat tahajud, berdoa 1/3 malam yang akhir, sholat sunah yang lain, sering membaca Al Qur’an dan amalan-amalan lainnya.
Adapun usaha lahir ialah kita berusaha agar menjadi warga negara yang baik, taat kepada pemerintah beserta peraturan perundangan yang berlaku, bersama dengan warga negara yang lain turun berperan aktif dan meneguhkan solidaritas sosial di dalam menghadapi ujian dan cobaan sesuai kemampuan dan potensinya masing-masing. Semoga dengan ikhtiar kita lahir dan batin ini, Allah SWT segera memberikan pertolongannya dalam mengentaskan dari ujian dan cobaan yang sedang kita hadapi dan bersama kita tumbuh menyambut masa depan dengan penuh optimis, lanjut Malik.