NU, Muhammadiyah dan LDII Bahas Raperda Pesantren

0
ldiijember-nu-mu-bahas-raperda-pesantren1

DPRD Jawa Timur bahasa Raperda Pesantren bersama tiga ormas besar yang memiliki basis pesantren. Tiga ormas itu adalah NU, Muhammadiyah dan LDII. Pembahasan draft Raperda Pesantren itu nantinya sebagai masukan bagi Pansus Pengembangan Pesantren DPRD Jatim. Raperda Pesantren tersebut dihelat di Hotel Dafam Lotus Jember (1/12).

Pembahasan Raperda Pensantren di hotel Dafam Lotus, Jember selain dari Ormas Islam juga diikuti ratusan peserta dari unsur pondok pesantren se Bakorwil Jember meliputi kabupaten Jember, Banyuwnagi, Bondowoso, Situbondo dan Lumajang.

Hadir sebagai pemateri adalah anggota DPRD Jatim yaitu Umi Zakrok, Hari Putri Lestari, Lailatul Qodar Iyah dan Zeinie. Dalam paparannya Ibu Umi Zakrok dari Fraksi PKB memaparkan bahwa pesantren memiliki kontribusi yang sangat besar dalam pembangunan daerah Provinsi Jawa Timur melalui kegiatan pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat sehingga diperlukan kebijakan daerah untuk menjamin keberlangsungan pesantren.

Sementara itu Ibu Hari Putri Lestari menyinggung angka Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Jatim yang terendah diantara provinsi lain di Pulau Jawa. Padahal menurutnya jumlah pesantren di Jawa Timur yang terbanyak dari jumlah pesantren di Indonesia. Menurut Putri Lestari, menjadi pekerjaan rumah kita bersama bahwa kehadiran pesantren belum memberikan kontribusi yang nyata terhadap peningkatan angka IPM, lanjut Wakil Ketua PDIP Jatim tersebut.

Ibu Lailatul Qodar Iyah dari PKB dan Ibu Zeinei dari PPP juga berharap dengan adanya Raperda ini akan banyak manfaat yang bisa diperoleh pesantren dalam melakukan pemberdayaan masyarakat baik di bidang ekonomi, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, pelestarian lingkungan dan pengurangan resiko bencana.

Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Akhmad Malik Afandi yang hadir sebagai peserta memberi apresiasi terhadap Raperda ini karena selaras dengan delapan kontribusi LDII untuk bangsa dalam hal pendidikan dan dakwah. LDII sebagai ormas Islam tentu menjadikan pesantren sebagai tempat melakukan upaya pendidikan karakter mencetak tri sukses pembinaan santri yaitu santri yang berilmu, santri yang berakhlak Karimah dan santri yang mandiri. Khusus di Jember, LDII membina tiga pondok pesantren yaitu Ponpes Al Manshurin, Ponpes Syafiurrohman dan Ponpes Minhajurrosyidin, lanjut Malik yang mantan aktivis HMI tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *