Sejuknya Toleransi di Jember: Pemuka Katolik Sambangi LDII Saat Idul Adha, Rayakan Harmoni Lewat Kurban

0
ldiijember-idul-kurban2026-kunjungan-pendeta

JEMBER – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi dimanfaatkan secara indah oleh Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Jember untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat tali toleransi antarumat beragama. Pemandangan sejuk ini terlihat nyata saat rombongan pemuka agama Katolik dari Gereja Santo Yusuf Jember berkunjung langsung ke Kantor DPD LDII Kabupaten Jember untuk menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha secara kekeluargaan.

Rombongan lintas iman yang dipimpin oleh Humas Gereja Santo Yusuf Jember, Yidi, disambut hangat oleh Ketua DPD LDII Jember, H.Akhmad Malik Afandi, S.P., M.M. Dalam kunjungannya, Yidi menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi warga LDII Jember yang setiap tahunnya selalu berhasil meningkatkan jumlah himpunan hewan kurban untuk masyarakat.

Menurut Yidi, hubungan baik dan komunikasi intensif yang terjalin erat antara Gereja Santo Yusuf dan LDII Jember selama ini merupakan modal sosial yang sangat penting dalam menjaga serta merawat kerukunan di tengah dinamika masyarakat bawah.

“Kami sangat mengapresiasi LDII Jember yang setiap tahun jumlah hewan kurbannya terus meningkat secara luar biasa. Jalinan silaturahmi seperti ini sangat bermanfaat dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Jember. Kami dari pihak Gereja Katolik juga sering hadir dan dilibatkan dalam berbagai kegiatan positif yang diselenggarakan oleh LDII,” ujar Yidi.

Kurban Sebagai Jembatan Kesalehan Sosial Tanpa Sekat

Merespons kunjungan hangat tersebut, Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, H. Akhmad Malik Afandi, S.P., M.M., menegaskan bahwa ibadah kurban esensinya memiliki dimensi ganda yang seimbang. Kurban tidak hanya memiliki nilai spiritual vertikal (Hablumminallah), tetapi juga membawa pesan sosial horizontal (Hablumminannas) yang sangat kuat.

“Ibadah kurban bukan hanya bernilai kesalehan individu di hadapan Allah SWT, tetapi juga mendorong kesalehan sosial yang berdampak nyata. Melalui kurban ini, kami ingin bergerak berbagi kebahagiaan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, sejalan dengan tema besar Idul Adha tahun ini, yaitu ‘Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi’,” ungkap Malik.

Lebih lanjut, Malik menggarisbawahi bahwa semangat kemanusiaan dalam membagikan daging kurban juga ditujukan untuk memperkuat fondasi kebangsaan antar masyarakat lintas agama. Silaturahmi yang kokoh, menurutnya, adalah lem perekat persatuan di tengah keberagaman kodrati bangsa Indonesia.

“Berbagi itu sifatnya universal, tidak memandang latar belakang suku maupun agama. Kehadiran saudara-saudara kami dari umat Katolik dan Kristen hari ini menjadi bukti otentik bahwa silaturahmi yang tulus mampu menembus sekat perbedaan.

Prinsip kami jelas: yang berbeda tidak perlu dipaksakan sama, dan yang sudah sama tidak perlu dipersoalkan perbedaannya,” tutur Malik secara filosofis.

Hadirkan Harmoni di Kabupaten Jember yang Majemuk

Bagi LDII Jember, momentum Idul Adha merupakan sarana paling efektif untuk mengesampingkan perbedaan dan mendahulukan nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, serta kebersamaan di tengah masyarakat Kabupaten Jember yang majemuk.

Pertemuan yang berlangsung penuh kehangatan, tawa, dan rasa saling menghormati ini menjadi contoh riil di lapangan bahwa ibadah kurban umat Islam mampu memancarkan energi positif yang menghadirkan harmoni sosial, meredam potensi konflik, serta memperkokoh pilar toleransi beragama di Bumi Tembakau.

Berita terkait:

Sasar Kemiskinan Ekstrem, LDII Jember Salurkan Ratusan Hewan Kurban Melalui Program “Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi”

Ribuan Warga LDII Jember Khusyuk Gelar Salat Idul Adha 1447 H, Tegaskan Komitmen Kurban Profesional dan Keseimbangan Kesalehan Sosial

Sasar Kantong Kemiskinan Patrang, LDII Jember Kerahkan Ratusan Hewan Kurban Lewat Standar ASUH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *