Songsong Generasi Emas 2045, LDII Jember Gembleng Ratusan Pemuda Lewat PERMATA CAI’47
Jember – Mengisi liburan akhir tahun ajaran, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Jember kembali menggelar Perkemahan Akhir Tahun Cinta Alam Indonesia ke-47 (PERMATA CAI’47). PERMATA CAI’47 sebagai bagian dari pembinaan generasi muda dan pelaksanaannya pada 3–7 Juli 2026 di dua tempat yaitu Aula DPD LDII Kabupaten Jember dan 6-9 Juli 2026 di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin.
Tengok keseruan Pelaksanaan PERMATA CAI’47 di Aula DPD LDII Kabupaten Jember.
Pelaksanaan PERMATA CAI’47 di Aula Pondok Pesantren Minhajurrosyidin Ambulu mengusung tema“Mewujudkan Pemuda yang Berkarakter Luhur Menuju Generasi Emas Indonesia”, acara tahunan ini diikuti oleh ratusan pemuda LDII yang berasal dari berbagai wilayah di seluruh Kabupaten Jember.
Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, H. Akhmad Malik Afandi, S.P., M.M., menegaskan bahwa tantangan terbesar bangsa saat ini adalah menyiapkan generasi muda sebagai penerus estafet perjuangan bangsa. Menurutnya, keberhasilan Indonesia dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas pembinaan pemuda hari ini.
“Bangsa ini akan menjadi seperti apa pada tahun 2045 sangat ditentukan oleh bagaimana kita membina para pemuda hari ini,” ujar Malik kepada LINES Jember usai membuka acara.

Benteng Menghadapi Ancaman Lost Generation
Malik mengungkapkan keprihatinannya terhadap ancaman nyata yang dihadapi generasi muda. Merujuk data Badan Narkotika Nasional (BNN), sekitar empat juta warga Indonesia telah terjerat penyalahgunaan narkoba. Kondisi darurat ini menjadi peringatan serius bagi seluruh elemen bangsa untuk bergerak bersama.
“Sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar ketiga setelah NU dan Muhammadiyah, LDII tidak boleh bersikap apatis. Justru kami harus aktif mengambil peran dalam menyelamatkan generasi agar tidak terjadi lost generation,” tegas Malik, yang juga merupakan mantan Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa dan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut.
Di saat sebagian besar pelajar memanfaatkan masa liburan sekolah untuk berwisata, LDII mengambil langkah berbeda dan produktif. Melalui PERMATA CAI’47 yang dikemas layaknya pesantren kilat, para peserta digembleng dengan berbagai materi esensial, mulai dari:
- Kepemimpinan (leadership)
- Pendidikan karakter luhur
- Focus Group Discussion (FGD)
- Penguatan nilai-nilai kebangsaan
- Pembinaan keagamaan yang intensif

Menyiapkan Bonus Demografi Melalui Ketahanan Keluarga
Lebih lanjut, Malik menambahkan bahwa Indonesia harus mempersiapkan diri dengan matang dalam menghadapi bonus demografi. Sumber daya manusia (SDM) yang unggul tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual, tetapi juga wajib memiliki integritas, empati, tanggung jawab, serta kemauan untuk belajar sepanjang hayat.
Namun, ia mengingatkan bahwa keunggulan tersebut tidak dapat lahir secara instan, melainkan harus berakar kuat dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga. Oleh karena itu, LDII juga memberikan perhatian yang sangat serius terhadap program pembinaan keluarga sakinah.
“Ketika keluarga menjadi tempat pertama menanamkan nilai kehidupan dan sekolah menjadi ruang yang menguatkan sekaligus mengembangkan potensi anak, maka harapan untuk melahirkan SDM yang unggul akan semakin nyata dan mampu memberikan kontribusi besar bagi pembangunan bangsa,” pungkas Malik. (/bob)
Baca juga: