Suksesi Kepemimpinan di Musda VIII, LDII Banyuwangi Komitmen Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah
BANYUWANGI – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi sukses menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) VIII yang berlangsung khidmat dan demokratis di Banyuwangi, Rabu (22/04/2026). Dalam forum tertinggi organisasi tersebut, Heri Sujatmiko resmi terpilih sebagai Ketua DPD LDII Banyuwangi masa bakti 2026-2031, menggantikan KH. Astro Junaedi.
Hadir sebagai pengurus tingkat Provinsi, H. Akhmad Malik, memberikan apresiasi tinggi terhadap soliditas yang terbangun antara LDII dan jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Banyuwangi. Menurutnya, sinergi yang harmonis antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah daerah adalah modal utama dalam menyukseskan pembangunan daerah.
“Hadir sebagai pengurus Provinsi, saya melihat kolaborasi yang terjalin antara LDII dan Muspida Banyuwangi sangat solid. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa LDII senantiasa hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusivitas serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Malik.
Malik juga menyoroti proses transisi kepemimpinan yang berjalan dengan sangat baik. “Saya melihat proses pergantian ketua melalui Musda ke-8 ini berlangsung sangat dinamis. Ini menunjukkan bahwa mekanisme organisasi berjalan sehat dan proses kaderisasi di LDII Banyuwangi telah terbukti berhasil,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Malik turut menyampaikan ucapan selamat kepada ketua terpilih. “Selamat dan sukses atas terpilihnya Heri Sujatmiko sebagai Ketua LDII Banyuwangi periode 2026-2031. Kami berharap kepemimpinan yang baru dapat membawa warna positif dan melanjutkan dedikasi yang telah dibangun oleh KH. Astro Junaedi sebelumnya,” ungkap Malik.
Penyerahan panji oleh KH. Amrodji Konawi sekaligus menandai dimulainya babak baru perjuangan LDII dalam menebar manfaat di Bumi Blambangan.
Penyerahan panji organisasi merupakan momen sakral dalam Musda VIII LDII Banyuwangi sebagai simbol estafet kepemimpinan dan tanggung jawab besar. Saat menyerahkan panji tersebut kepada Heri Sujatmiko, Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Timur, KH. Amrodji Konawi, menitipkan beberapa pesan strategis bagi nakhoda baru LDII Banyuwangi.
Berikut adalah poin-poin pesan dan arahan KH. Amrodji Konawi kepada ketua terpilih:
- Memperkuat Konsolidasi Internal: Beliau berpesan agar ketua terpilih segera melakukan konsolidasi organisasi hingga tingkat ranting (desa). KH. Amrodji menekankan pentingnya menjaga kerukunan, kekompakan, dan kerja sama yang baik antar pengurus (kolektif kolegial) agar roda organisasi berjalan efektif dalam melayani umat.
- Menjadi Mitra Strategis Pemerintah (Muspida): Sebagai organisasi yang berfokus pada pengabdian masyarakat, KH. Amrodji meminta LDII Banyuwangi untuk terus “jemput bola” dalam bersinergi dengan Bupati dan jajaran Muspida. “LDII harus hadir sebagai pemberi solusi bagi permasalahan daerah, bukan menjadi bagian dari masalah. Teruslah berkontribusi nyata dalam pembangunan karakter dan kesejahteraan di Banyuwangi,” tegas beliau.
- Implementasi “8 Bidang Pengabdian LDII”: Beliau menekankan agar program kerja kepengurusan baru selaras dengan 8 bidang pengabdian LDII untuk bangsa, yang meliputi: Wawasan Kebangsaan, Dakwah Islam, Pendidikan, Ekonomi Syariah, Kesehatan Herbal, Ketahanan Pangan dan Lingkungan, serta Energi Terbarukan Teknologi Digital.
- Fokus pada Kualitas SDM (Tri Sukses): KH. Amrodji mengingatkan bahwa tantangan masa depan semakin kompleks. Oleh karena itu, kepengurusan baru wajib memprioritaskan pembinaan generasi muda agar mencapai Tri Sukses: alim-faqih (berilmu), berakhlakul karimah, dan mandiri.
- Adaptasi dan Inovasi: Dalam prosesi penyerahan panji tersebut, beliau berpesan agar LDII Banyuwangi tidak gagap teknologi. Ketua terpilih diharapkan mampu membawa organisasi beradaptasi dengan era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur agama.
Visi dan Program Utama Ketua Terpilih
Dalam pidato perdananya, Ketua DPD LDII Banyuwangi terpilih, Heri Sujatmiko, menegaskan bahwa ke depan ia akan fokus pada penguatan peran organisasi di tengah masyarakat melalui beberapa program prioritas:
- Penguatan Literasi Digital Dakwah: Mengoptimalkan media digital sebagai sarana dakwah yang santun, moderat, dan edukatif untuk menjangkau generasi muda (milenial dan Gen Z) di Banyuwangi.
- Sinergi Ketahanan Pangan: Melanjutkan dan meningkatkan program kemandirian pangan melalui pemberdayaan ekonomi umat, yang selaras dengan program pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan dan memastikan ketersediaan pangan keluarga.
- Peningkatan Kapasitas SDM Profesional-Religius: Memperkuat program pelatihan keterampilan (soft skills) bagi generasi muda LDII agar menjadi SDM yang mandiri, memiliki etos kerja tinggi, sekaligus memiliki kedalaman pemahaman agama yang kuat.
- Penguatan Kerukunan Umat: Melanjutkan tradisi kolaborasi intensif dengan unsur Muspida, tokoh lintas agama, dan elemen masyarakat lainnya untuk menjaga Banyuwangi tetap kondusif, harmonis, dan toleran.