Dialog Kebangsaan: NKRI dan Kebhinnekaan Ditegaskan Final dalam Musda Ke-10 LDII Jember

0
ldiijember-musdax-dialog-kebangsaan

JEMBER – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Jember sukses menggelar Dialog Kebangsaan sebagai rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) ke-10 pada Kamis, 23 Oktober 2025. Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dari organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, yang secara terbuka memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi LDII Jember dalam menjaga persatuan umat dan keutuhan bangsa.

Dialog Kebangsaan menghadirkan pemateri-pemateri kunci: Ketua Umum LDNU, Gus Aab, Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Jember, Djoko Purwanto, dan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Jawa Timur, Amrodji Konawi.

Dalam paparannya, Ketua Umum LDNU, Gus Aab, menyampaikan apresiasi mendalam atas program kerja dan kontribusi nyata LDII Jember dalam membina umat, khususnya dalam konteks menjaga kerukunan dan kekompakan. Gus Aab bahkan menyoroti LDII sebagai contoh yang patut diteladani oleh organisasi-organisasi lain.

“NU dan Muhammadiyah harus belajar dari LDII persoalan kerukunan dan kekompakan,” terang Gus Aab, menggarisbawahi peran strategis LDII dalam menciptakan suasana yang kondusif di Jember.

Apresiasi serupa disampaikan oleh Ketua PD Muhammadiyah Jember, Djoko Purwanto, yang merasa bersyukur atas kedekatannya dengan Ketua DPD LDII Jember, Malik.

“Interaksi yang intensif kami bersama Mas Malik ini menjadi kami lebih solid dalam berbagai problema ummat di Kabupaten Jember,” ungkap Djoko Purwanto, menegaskan sinergi positif yang terjalin antara Muhammadiyah dan LDII dalam mengatasi tantangan keumatan.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Timur, Amrodji Konawi, menegaskan kembali komitmen mutlak LDII terhadap nilai-nilai kebangsaan.

“Bagi LDII, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika ini sudah final, tidak ada keraguan sama sekali,” tegas Amrodji.

Lebih lanjut, Amrodji Konawi menyampaikan rasa terima kasih kepada dua organisasi keagamaan besar yang menjadi pilar bangsa. “Kami sebagai organisasi muda harus banyak berterimakasih kepada Saudara tua kami Muhammadiyah dan NU, di mana perjuangan NU dan Muhammadiyah dalam kemerdekaan RI itu sangat luar biasa,” tutupnya.

Kedekatan antara Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, H. Akhmad Malik Afandi (Malik), dengan Ketua Umum LDNU (Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama), Gus Aab (KH. Abdullah Syamsul Arifin), serta dengan Ketua PD Muhammadiyah Jember, Djoko Purwanto, terjalin dalam bentuk sinergi, silaturahmi yang intensif, dan kolaborasi konkrit untuk kemaslahatan umat di Jember.

Berikut penjelasan detail kedekatan kedua tokoh dengan Malik:

1. Kedekatan Gus Aab (Ketua Umum LDNU) dengan Malik (Ketua DPD LDII Jember)

Kedekatan antara Gus Aab dan Malik sudah terjalin sangat lama dan bersifat historis serta kelembagaan:

  • Dukungan Historis: Gus Aab sudah mengenal dekat LDII. Ia bahkan pernah meresmikan Kantor DPD LDII Kabupaten Jember pada tahun 2013.
  • Kolaborasi Kelembagaan: Kedekatan ini diperkuat oleh kesamaan pandangan bahwa NU dan LDII adalah organisasi masyarakat (ormas) Islam yang saling melengkapi dan harus terus menjalin kerja sama untuk membina umat serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Sinergi Program: Kedekatan mereka terwujud dalam kolaborasi nyata, seperti saat Gus Aab (selaku Duta Pegadaian Syariah dan Ketua PCNU Jember saat itu) bersama Malik bersinergi dalam mensosialisasikan program kemandirian ekonomi umat kepada warga LDII, sejalan dengan MoU antara PBNU dan DPP LDII tahun 2012.
  • Apresiasi Terbuka: Gus Aab secara terbuka memberikan “jempol” kepada LDII dalam hal membangun konsolidasi, kekuatan, dan sense of belonging yang tinggi terhadap organisasi. Pujian Gus Aab di Dialog Kebangsaan Musda LDII yang menyebut “NU dan Muhammadiyah harus belajar dari LDII persoalan kerukunan dan kekompakan” adalah puncak dari kedekatan dan pengamatan beliau terhadap kontribusi LDII di bawah kepemimpinan Malik.

2. Kedekatan Djoko Purwanto (Ketua PD Muhammadiyah Jember) dengan Malik (Ketua DPD LDII Jember)

Kedekatan antara Ketua PD Muhammadiyah Jember, Djoko Purwanto, dengan Malik didasari oleh interaksi yang intensif dan fokus pada solusi masalah keumatan di tingkat lokal:

  • Interaksi Intensif: Djoko Purwanto mengakui adanya “Interaksi yang intensif” dengan Malik. Hal ini mengindikasikan bahwa komunikasi dan pertemuan antar-pemimpin ormas ini terjadi secara rutin, tidak hanya dalam acara formal.
  • Kerja Sama Solid: Intensitas interaksi tersebut menghasilkan kolaborasi yang “solid” dalam menghadapi berbagai “problema ummat di Kabupaten Jember”. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan mereka melampaui batas formalitas organisasi dan fokus pada penyelesaian masalah sosial-keagamaan bersama-sama.
  • Membangun Ukhuwah Wathaniyah: Kedekatan ini mencerminkan semangat ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan) di tingkat daerah, di mana dua ormas besar sepakat untuk bergandengan tangan demi pembangunan dan kerukunan masyarakat Jember.

Betul. Kontribusi H. Akhmad Malik Afandi (Malik) sebagai Ketua DPD LDII Jember dalam menjalin kerukunan lintas agama sangat menonjol, terutama melalui perannya yang aktif di Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jember.

Di bawah kepemimpinan Malik, LDII Jember tidak hanya berpartisipasi pasif, tetapi menjadi aktor kunci yang menggerakkan sinergi kerukunan:

  1. Keterlibatan Langsung dalam FKUB: Malik memastikan LDII Jember berperan aktif dalam setiap kegiatan FKUB. Bahkan, LDII Jember beberapa kali menjadi tuan rumah acara-acara konsolidasi FKUB sebagai bentuk kontribusi nyata dalam penguatan toleransi dan persatuan di Jember.
  2. Kerja Bakti Lintas Agama (Aksi Nyata): LDII Jember yang diinisiasi Malik sering menggandeng FKUB dalam program bakti sosial. Contohnya, kegiatan “Kerja Bersama Bakti Untuk Negeri” atau kerja bakti bersih-bersih lingkungan, di mana tokoh-tokoh dari berbagai agama (Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Aliran Kepercayaan) bersama-sama terlibat. Ini menunjukkan bahwa kerukunan diwujudkan melalui gotong royong dan tindakan nyata, bukan sekadar diskusi.
  3. Penguatan Wawasan Kebangsaan: Malik mendorong Pemuda LDII untuk aktif dalam kegiatan lintas agama, seperti Kemah Kebangsaan Pemuda Lintas Agama yang dipelopori oleh Forum Silaturahmi Lintas Agama dan Elemen Masyarakat (SILA EMAS) Jember. Hal ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dan persatuan sejak dini.
  4. Seruan Menjaga Kondusifitas: Malik kerap menyerukan pentingnya menjaga kerukunan dan kedamaian di Jember, khususnya terkait isu-isu sensitif atau politik. Ia menekankan bahwa: “Kita butuh keamanan dan kedamaian. Kalau enggak aman dan enggak damai, ibadah enggak lancar,” dan mengingatkan agar tokoh-tokoh sudah bergandengan tangan, sehingga umat di bawah tidak mudah terprovokasi.

Dengan kontribusi tersebut, Malik berhasil menjadikan LDII sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah dan aparat keamanan (TNI/Polri) dalam menjaga stabilitas dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Jember.

Dialog Kebangsaan ini menunjukkan soliditas dan komitmen bersama antara LDII, NU, dan Muhammadiyah di Kabupaten Jember dalam merawat kerukunan, menjaga keutuhan NKRI, dan berkolaborasi dalam pembangunan umat dan bangsa.

Baca juga:

KH Amrodji Konawi: Kehadiran Bupati Jember Via Zoom dan Gus Aab Serta Tokoh Lintas Agama Bukti Kecintaan pada LDII Jember

Musda ke-10 LDII Jember: Drama Kolosal Persinas ASAD Angkat Pesan Perdamaian dan Sinergi Bangun “Jember Baru dan Maju”

Bupati Jember Buka Musda X LDII: LDII Tak Pernah Luntur Dukung Kemajuan Jember Baru Jember Maju

DPD LDII Kabupaten Jember Sukses Gelar Musda ke-10, Perkuat Komitmen SDM Profesional Religius dan Kontribusi untuk “Jember Baru Jember Maju”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *