Membatik: Merubah Remaja Lebih Berwarna

0
ldiijember-merubah-kenakalan-remaja-dengan-batik1

Dwi Nurul Khairiyah, guru Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Roudlotul Muta’alimin, Baratan, Jember ini boleh dikatakan telah berhasil merubah kenakalan remaja dengan metode membatik.

Berawal dari kurikulum yang menuntutnya untuk mengajar keterampilan dan membatik. Dwi Nurul Khairiyah belajar membatik di Griya Batik Barata yang dikelola oleh Wahyu Wulandari.

Di sebuah yayasan Roudlotul Muta’alimin, Dwi Nurul Khairiyah yang juga seorang guru BK (Bimbingan Konseling) sering menjumpai kenakalan siswa-siswinya. Kenakalan usia remaja yang tidak pantas dilakukan oleh seorang siswa disekolah. Guru-guru di Yayasan masih menjumpai siswa-siswinya seperti merokok, berpacaran, berkelahi, minum-minuman keras bahkan narkoba.

Tidak jarang sekolah juga mendatangkan aparat kepolisian untuk memberikan nasehat dan pencerahan terkait bahaya narkoba dan miras terlebih minuman dengan dicampur obat keras dan sebagainya.

Dwi Nurul mencoba menjauhkan kebiasaan negatif dari siswa-siswinya untuk melakukan kegiatan positif dengan belajar membatik dan membuat keterampilan-keterampilan lainnya.

Kini Dwi Nurul sudah memiliki 20 anak binaan. Melalui membatik, Dwi Nurul sidikit demi sedikit merubah kebiasaan nakal mereka mulai berkurang. Walaupun tidak bisa berubah seratur persen, minimal mereka sudah berubah. Walaupun dengan modal tidak banyak (sedikit) dengan modal menjadi seorang pendidik, Dwi Nurul berharap mereka bisa hidup dengan normal dan jauh dari miras dan narkoba.

Mereka bicara apa adanya dan dengan modal pendidik minimal mereka mau mendengarkan dan mengikuti arahan saya, contohnya ya sekarang menggambar, sekarang ngeblat, sekarang mencanting, sekarang mewarna, dan sampai jadi dan dipasarkan.

Kesungguhan mereka dalam membatik pada akhirnya membuat mereka sadar. Kalau biasanya tidak betah dikelas, dengan membatik mereka jadi betah dikelas. Guru tidak lagi marah-marah dengan kelakuan mereka.

Dengan membatik mereka sadar setidaknya bisa menggunakan waktu untuk lebih berwarna dan bisa memimpikan masa depan yang lebih baik.

Dengan binaannya itu, Dwi Nurul Khairiyah dalam sehara dapat menyelesaikan puluhan bahkan bisa menerima pesanan ratusan batik.

Selain menjadi guru di Madrasan dan Aliyah, Dwi Nurul Khairiyah di yayasan Al-Manshurin LDII Jember membina santri-santri dalam kemandirian.

Salah satu kemandirian yang diajarkan pada santri Al-Manshurin adalah membatik. Santri Al-Manshurin sangat senang bisa mengetahui dan melakukan proses membatik sampai layak dipasarkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *