PPM Syafi’urrohman Jember Melahirkan Generasi “Sarjana Mubaligh”

0
LDK 2026 PPM Syafi'urrohman-1

JEMBER, 15 Juli 2026 – Komitmen nyata dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045 terus diperkuat oleh DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Jember melalui pembinaan intensif generasi muda. Langkah strategis ini salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang diikuti oleh ratusan santri di Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Syafi’urrohman, Jember, pada Minggu (12/7).

Dalam kegiatan tersebut, para santri yang mayoritas merupakan kalangan mahasiswa memperoleh pembekalan intensif mengenai ilmu kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta penguatan karakter dari sejumlah narasumber kompeten. Agenda ini dirancang sebagai bekal krusial bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan persaingan global yang semakin kompleks di masa depan.

Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, H. Akhmad Malik Afandi, S.P., M.M., menyatakan bahwa mempersiapkan momentum Generasi Emas Indonesia 2045 bukanlah pekerjaan yang mudah. Menurutnya, perkembangan teknologi yang masif dan persaingan global yang semakin kompetitif menuntut lahirnya sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya unggul dan adaptif, tetapi juga berakhlak mulia.

“Bangsa ini membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan dan memiliki kompetensi profesional, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang kuat serta karakter luhur. Karena merekalah yang kelak akan memegang tongkat estafet dan menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” ujar H. Akhmad Malik Afandi dalam arahannya.

Melahirkan Generasi “Sarjana Mubaligh”

Lebih lanjut, Malik menjelaskan bahwa LDII secara konsisten terus mendorong lahirnya konsep “sarjana mubaligh”. Konsep ini merujuk pada generasi intelektual yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), sekaligus memiliki kedalaman ilmu agama (IMTAK), kemampuan berdakwah, serta mampu menjadi teladan yang baik di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Pembinaan kepemudaan ini ditegaskan menjadi salah satu klaster prioritas kerja organisasi, mengingat arah dan masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi penerusnya hari ini.

“LDII sangat konsisten melakukan pembinaan generasi muda dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Kami ingin melahirkan generasi yang profesional, religius, berintegritas, dan siap memberikan solusi konkret bagi permasalahan di masyarakat serta bangsa,” tegasnya.

Implementasi Semangat Soekarno dan Strategi 3K

Dalam momentum LDK tersebut, Malik juga membakar semangat para peserta dengan mengutip pesan mendalam dari Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno. Ia mengingatkan agar generasi muda tidak terjebak pada mentalitas menuntut apa yang diberikan negara, melainkan harus lebih mengutamakan kontribusi nyata apa yang dapat mereka berikan kepada tanah air Indonesia.

Sebagai arah tindakan, Malik mengajak pemuda LDII untuk mengambil peran aktif di masyarakat melalui rumus strategi gerakan organisasi, yaitu konsep 3K: Komunikasi, Karya, dan Kontribusi.

Dengan membangun jaringan komunikasi yang baik dan inklusif kepada semua elemen, menghasilkan karya-karya inovatif yang bermanfaat, serta memberikan kontribusi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat, keberadaan pemuda LDII diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan nasional demi kelancaran visi besar menuju Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *