Ready for the Future! LDII Siap Jawab Krisis Global di Munas X & Pamer Kemandirian Anak Muda

0
munas2026

JAKARTA – Siapkan diri kalian! Agenda besar lima tahunan Munas X LDII bakal segera hadir pada 7–9 April 2026 di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta. Tapi, jangan bayangkan ini hanya rapat formal biasa. Selain menentukan nakhoda baru, LDII tahun ini membawa misi besar: Menjaga Indonesia dari Badai Krisis Global!

1. Respon Cepat Terhadap Isu Dunia

Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menyebut Munas X ini sebagai “Forum Strategis” untuk merespons dinamika dunia yang makin unpredictable. Mulai dari konflik Timur Tengah hingga ancaman krisis energi dan ekonomi global. “Krisis di luar sana bukan cuma isu berita, tapi dampaknya bisa sampai ke kantong dan dapur kita. Kita harus siap dengan solusi nyata agar ketahanan sosial dan ekonomi umat tetap kokoh,” tegas KH Chriswanto.

2. “Gen Fest”: Etalase Keren Kemandirian Generasi Muda

Inilah yang bikin beda! Ketua Panitia Munas X, Rulli Kuswahyudi, mengungkapkan akan ada Gen Fest (Festival Generus). Ini adalah vibes baru di mana anak muda LDII pamer gigi soal kemandirian.

  • 80+ Stan UMKM: Mulai dari bisnis kuliner kekinian, travel umroh, sampai industri kreatif.
  • Talkshow Inspiratif: Belajar langsung soal industri kreatif dari para ekspertnya.
  • Digital Vibes: Dikelola langsung oleh talenta muda LDII News Network (LINES).

3. Budaya & Karakter: Festival Silat Persinas ASAD

Gak cuma soal bisnis dan kebijakan, Munas X juga bakal makin seru dengan Festival Seni Pencak Silat hasil kolaborasi dengan Persinas ASAD. Ini bukan sekadar bela diri, tapi cara LDII melestarikan vibes budaya bangsa sekaligus bonding karakter anak muda agar tetap strong dan santun.

4. Sinergi Bareng Pemerintah

Dengan 800 peserta dari Aceh sampai Papua, LDII juga bakal mengundang para pejabat tinggi negara untuk kasih insight penting. Tujuannya jelas: Agar program kerja LDII kedepannya makin match dengan program pemerintah untuk bangun Indonesia yang harmonis dan berdaya saing.

Ketua DPD LDII Jember, H. Akhmad Malik bersama Dr. H. Dwi Pramono, Lc., M.Si Departemen PKD DPP LDII

Di tengah hilir mudik 800 utusan dari seluruh Indonesia, Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, H. Akhmad Malik Afandi, S.P., M.M., tampak telah mematangkan koordinasi dengan delegasi Jawa Timur lainnya.

Bukan sekadar hadir sebagai peserta, Malik membawa “oleh-oleh” konkret dari Jember yang akan diadu dalam sidang-sidang komisi Munas.

1. Kesiapan Fisik & Mental: “Maraton Diplomasi”

Malik mengonfirmasi bahwa seluruh delegasi dalam kondisi prima. Baginya, Munas adalah maraton pemikiran. “Sejak tiba di Jakarta, agenda kami sudah padat. Koordinasi dengan DPW Jatim terus dilakukan untuk menyamakan persepsi. Kami di Jember sudah siap 100% untuk mengikuti seluruh rangkaian, mulai dari pembukaan oleh pejabat negara hingga sidang-sidang komisi yang biasanya berlangsung alot hingga malam,” ujar Malik.

2. Realitas Mandat: Menagih Peran Pusat untuk Ekonomi Daerah

Secara realistis, Malik akan menyoroti tantangan ketahanan pangan yang menjadi isu sentral Munas kali ini. Jember sebagai daerah agraris butuh dukungan teknologi dari pusat.

Point Utama: Malik akan mendesak DPP agar hasil kerja sama dengan kementerian (seperti Kemenbud dan Kementan) benar-benar diturunkan dalam bentuk program pelatihan teknis bagi petani dan UMKM di tingkat PAC (desa) di Jember, bukan sekadar MoU di atas kertas.

3. Membawa “Success Story” Jember ke Panggung Nasional

Malik membawa misi untuk mempresentasikan model Sinergi Forkopimda yang telah berjalan sukses di Jember. Hubungan harmonis LDII Jember dengan Bupati, Kapolres, dan Dandim akan dijadikan argumen bahwa stabilitas nasional dimulai dari komunikasi yang cair di tingkat kabupaten. Ia ingin pola “Jemberan” ini diaduk dalam kebijakan nasional LDII ke depan.

4. Fokus pada “Gen Fest”: Anak Muda Jember Harus Tampil

Sebagai pimpinan yang concern pada generasi muda, Malik telah memastikan bahwa perwakilan generus Jember ikut memantau jalannya Gen Fest. “Kami ingin anak-anak muda Jember melihat bagaimana skala industri kreatif di pusat. Sepulang dari sini, mereka harus punya mindset baru untuk mengembangkan UMKM dan startup di daerah,” tambahnya.

5. Sikap Organisasi: Keberlanjutan & Stabilitas

Secara realistis, dalam bursa kepemimpinan, Malik cenderung mendukung sosok yang mampu menjaga stabilitas organisasi di tengah tahun politik dan krisis global. Ia menekankan pentingnya “Senioritas yang Bijak” dikombinasikan dengan “Energi Muda yang Inovatif” dalam komposisi DPP mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *