Tausiah Ketua Seksi PD Pontren Kemenag Jember “Pentingnya Menjaga Niat”

0
ldiijember-santunan-anak-yatim190324-3

Santunan kepada 50 anak yatim di sekitar Pondok Pesantren Al-Manshurin yang diwakili ketua DPD LDII Kabupaten Jember, H. Akhmad Malik Afandi, SP dan Kepala Kemenag Kaabupaten Jember pada 19 Maret 2023 di laksanakan di Aula Al-Manshurin.

Malik memberikan apresiasi kepada kemenag Jember khususnya kepada muspika Kecamatan Patrang yang lengkap hadir. Santunan anak yatim juga dihadiri lengkap Muspika Kecamatan Patrang. Kehadiran Muspika Kecamatan Patrang mendapatkan apresiasi dari Malik. “Memang dibutuhkan kekompakan dan kerukunan dari para pemimpin, kalau pemimpin rukun dan kompak maka rakyatnya akan tenang, apalagi ada kepala KUA dan penyuluhnya, luar biasa ini kata Malik.”

Dalam kesempatan itu Ketua Seksi PD Pontren Kemenag Jember, Dr. Dr. Akhmad Mustain Billah, M.Pd.I. memberikan arahan dan tausiah kepada peserta yang hadir.

Dalam tausiahnya, Mustain menekankan betapa:

Pentingnya Menjaga Niat

Mustain menyampaikan bahwa saya ingat dalam kita HIkam “Keinginan yang memuncak akan kandas dengan takdir Alloh SWT”. Betapa beliau sebenarnya sudah siap hadir tepat waktu di LDII, tetapi ternyata jalan ditutup karena ada perbaikan pos kereta. Akhirnya saya muter lewat barat dan juga ada penutupan jalan karena ada bazar Ramadhan. Pada akhirnya beliau terlambat hadir 5 menit. “Maka kita ketika berjanji jangan sampai pasti ya, kalau sekarang bisa menyantuni 50 anak yatim, insya Alloh tahun depan bisa 100 ya,” ungkapnya.

Mustain juga mengajak untuk mensukseskan 5 program pasti di bulan Ramadhan ini, yaitu pasti puasanya, pasti tarawehnya, pasti tadarusnya, pasti lailatul qodar dan pasti zakat fitrahnya.

Puasa ini dasar hukumnya jelas dalam surat Al-Baqoroh ayat 183 yang secara bahasa “Wahai orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan sebelum kamu agar kamu bertaqwa”. Dalam tata bahasa arab ada istilah la’alla, ini proses ke-5 innaka, annala, kinnala, la’alla. Artinya puasa ramadhan yang diberikan kepada kita ada proses. Makanya tidak ujug-ujug kita jadi orang yang taqwa. Itupun nilainya tidak sama, ada yang puasa tapi tidak sholat taraweh. Kenapa, karena kekenyakan waktu berbuka sehingga waktunya sholat taraweh ketiduran. Apa ada yang tadarus tapi tidak taraweh. Maka kita bisa instropeksi sendiri dengan melakukan ceklis sendiri, bagaimana puasanya, bagaimana sholat tarawehnya, bagaimana tadarusnya, bagaimana lailatul qodarnya, dan bagaimana zakat fitrahnya. Karena puasa ini langsung Alloh sendiri yang menilainya.

Agar kita sukses puasanya agar semua yang pasti-pasti semuanya diterima. Yang pertama niat harus karena Alloh SWT, karena amal tergantung niatnya. Maka peran niat sangat besar sekali pengaruhnya bagi yang melakukan puasa. Dari rangkaian serangkaian rukun Islam kita perhatikan. Syahadat disaksikan dan diketahui orang. Sholat tau orang, mohon maaf kalau pakaian seperti saya baju taqwa ini nilainya 40, kalau pakaian sepert kepala KUA itu nilainya 25, kalau pakai lengan pendek 15, pakai sonkok 10, pakai sorban 70, candanya.

Sholat tau orang, zakat berasnya jelas, giliran puasa rahasia. Tidak bisa di foto dan gak ada yang tau apakah Anda puasa atau tidak, mes melemes. Giliran hajji, sak kampung orang tau. Pak Camat hajji, semua sak kecamatan mengetahui semua.

Yang kedua tata caranya, ilmunya, kita harus tahu. Apa itu puasa, puasa itu menahan, imsak, ngeker, poso (ngeposno roso). Jadi puasa itu tidak makan dan tidak minum. Puasa itu ternyata sekitar 13 jam. Dan ternyata dalam kajian kesehatan makanan masuk ke perut itu prosesnya selama 8 jam. Sehingga orang berpuasa itu cenderung sehat, dan tidak terasa sudah masuk 8 hari kita berpuasa.

Maka mari kita laksanakan puasa ini dengan niat karena Alloh, tata cara dan ilmunya puasa harus tahu (rukunnya puasa, hikmah puasa, dan yang membatalkan puasa). Dan ketiga mengetahui tujuan akhir dari puasa, yaitu membentuk orang yang bertaqwa kepada Alloh SWT. Orang yang bertaqwa diluruskan oleh Alloh SWT melalui Rosululloh SAW seperti bayi-bayi lahir.

Pada 1 syawal itu, kita di wisuda oleh Alloh SWT dan semuanya dengan mengumandangkan takbir. Kita sempurnakan puasa tidak hanya di bulan Ramadhan ini, tapi bagaimana nanti pasca Ramadhan kita bisa memberikan manfaat pada lingkungan. Pasca Ramadhan ini kita harus baik pada 3 tempat, dengan keluarganya tambah rukun, di tempat kerja jangan banyak masalah, yang ketiga baik dengan lingkungan.

baca juga : DPD LDII Jember Santuni Anak Yatim di Sekitar Pondok Al-Manshurin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *