Tepis Stigma Negatif! Stafsus Menko PMK Apresiasi Transformasi LDII Sebagai Motor Penggerak Karakter Bangsa

0
ldiijember-menko-pmk2

JAKARTA (09/01/2026) – Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), KH. Chriswanto Santoso, menerima kunjungan kerja Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Bidang Penegakan Keadilan dan Rekonsiliasi, Irjen Pol (Purn) R. Ahmad Nurwahid, di Kantor DPP LDII, Jakarta, Jumat (9/1).

Pertemuan tersebut membahas penguatan karakter bangsa, moderasi beragama, serta kontribusi ormas keagamaan dalam menjaga stabilitas nasional melalui dakwah yang sejuk dan inklusif.

Apresiasi Paradigma Baru LDII

Dalam kunjungannya, Irjen Pol (Purn) R. Ahmad Nurwahid secara terbuka memberikan apresiasi atas transformasi LDII melalui “Paradigma Baru” yang telah dijalankan secara konsisten. Menurutnya, langkah LDII yang semakin terbuka dan aktif berkolaborasi dengan berbagai elemen bangsa adalah bukti nyata komitmen organisasi terhadap keutuhan NKRI.

Ahmad Nurwahid menjelaskan, kunjungan tersebut karena adanya kesamaan persepsi dan tujuan. Hal itu terkait penguatan sumberdaya manusia dan peran organisasi kemasyarakatan (Ormas) dalam pembangunan nasional. “Ini kunjungan informal, tetapi karena sudah ada satu persepsi, kesannya menjadi seperti formal. Alhamdulillah saya bisa berkunjung ke LDII,” ujarnya.

Ia menegaskan, kunjungan ini juga merupakan bagian dari tugas Kemenko PMK dalam upaya membangun SDM unggul, sejalan dengan program-program strategis pemerintah. “Sejumlah program yang dicanangkan Kemenko PMK ternyata telah diimplementasikan oleh LDII di lapangan, sehingga tinggal memperkuat aspek sinergi dan kolaborasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mantan Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI itu menyoroti pentingnya inklusivitas, terutama dalam komunikasi sosial. Ia mengakui, di ruang publik masih terdapat stigma negatif terhadap LDII yang membutuhkan pendekatan sosialisasi yang berkelanjutan.“Di luar sana masih ada stigma yang berkembang. Karena itu, diperlukan upaya membangun inklusivitas dan komunikasi sosial yang lebih optimal, apalagi di era digital,” ungkapnya.

Dalam perspektif teori sosial, tambahnya, perubahan terhadap tatanan sosial yang sudah mengakar membutuhkan waktu panjang. Namun, melalui pendekatan yang terukur dan inklusif, proses tersebut dapat dipercepat tanpa menimbulkan gesekan sosial.Dia juga menekankan pentingnya membangun paradigma yang meniadakan dikotomi antara keagamaan dan kebangsaan.

Menurutnya, nilai-nilai agama sejatinya mengandung semangat kebangsaan yang dapat memperkuat persatuan di tengah pluralitas masyarakat Indonesia. “Ketika kita bicara agama, di dalamnya juga termasuk kebangsaan. Inilah yang membuat bangsa Indonesia tetap inklusif di tengah keberagaman,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa LDII memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah melakukan rekonsiliasi sosial dan memperkuat persatuan bangsa melalui pendekatan dakwah yang mengedepankan nilai-nilai luhur kemanusiaan.

LDII: Dakwah adalah Kontribusi Bangsa

Ketua Umum DPP LDII, KH. Chriswanto Santoso menyambut baik kunjungan Staf Khusus Menko PMK tersebut. Ia menilai, kehadiran perwakilan pemerintah ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara LDII sebagai kekuatan sosial masyarakat dengan pemegang otoritas negara.

Menanggapi apresiasi tersebut, Ketua Umum DPP LDII, KH. Chriswanto Santoso, menegaskan bahwa bagi LDII, berdakwah bukan sekadar urusan agama, melainkan bagian dari pengabdian kepada negara. Ia memaparkan bahwa “8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa” dirancang khusus untuk mendukung program pembangunan manusia yang dicanangkan Kemenko PMK.

“LDII memandang bahwa Islam yang kita bangun di Indonesia adalah Islam yang rahmatan lil ‘alamin, yang sejalan dengan cita-cita luhur para pendiri bangsa. Kami terus menginstruksikan kepada seluruh warga LDII di tingkat akar rumput untuk mengutamakan toleransi, gotong royong, dan ketaatan pada konstitusi,” jelas KH. Chriswanto.

Sinergi Strategis ke Depan

Kunjungan ini diakhiri dengan kesepahaman untuk memperkuat koordinasi antara Kemenko PMK dan LDII dalam program-program penguatan karakter bangsa, pemberdayaan ekonomi umat, dan penegakan keadilan sosial. Pemerintah berharap LDII dapat terus menjadi benteng pertahanan ideologi Pancasila di tengah arus globalisasi.

Sinergi ini penting agar pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.Ia berharap kunjungan ini menjadi awal kerja sama berkelanjutan, termasuk dalam program pembinaan kebangsaan dan penguatan wawasan nasional, seperti Sekolah Virtual Kebangsaan yang selama ini telah melibatkan berbagai lembaga negara. “Kami sepakat untuk terus memperkuat sinergi demi pembangunan sumber daya manusia yang inklusif, berkeadilan, dan berkarakter kebangsaan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *