Tingkatkan Disiplin dan Jiwa Kebangsaan, Santri Ponpes Minhajurrosyidin Ambulu Gelar Apel HUT RI ke-81 Bersama TNI
JEMBER — Ribuan santri dan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berbaris rapi mengikuti Apel Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang digelar di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, pada Senin (17/8).
Bertindak sebagai Pembina Apel, Babinsa Andongsari, Sertu Muhammad Isrok, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pondok Pesantren Minhajurrosyidin dan warga LDII atas penyelenggaraan apel peringatan kemerdekaan yang penuh khidmat dan disiplin. Dalam amanatnya, Sertu M. Isrok juga menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung mendampingi serta melatih para santri dalam hal kedisiplinan dan Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
“Kedisiplinan adalah fondasi utama pembentukan karakter generasi muda. Kami siap bersinergi untuk membina para santri agar memiliki fisik yang tangguh, kedisiplinan yang tinggi, serta jiwa patriotisme yang kuat,” tegas M. Isrok.

Ketua PC LDII Kecamatan Ambulu, Hermanto, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya peran aktif santri dan warga LDII dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta membaur bersama masyarakat luas.
“Kami mengimbau seluruh santri dan warga LDII untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta berpartisipasi aktif memeriahkan semarak HUT RI di lingkungan masing-masing. Selain itu, pilar utama pembentukan santri di pondok ini berpatokan pada penanaman 29 karakter luhur agar melahirkan generasi yang alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri,” ujar Hermanto.
Menanggapi pelaksanaan apel peringatan tersebut, Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, H. Akhmad Malik Afandi, S.P., M.M., memberikan pesan mendalam mengenai makna kemerdekaan bagi generasi muda dan warga LDII.
“Kemerdekaan ini adalah amanah besar dari para pahlawan dan ulama pendahulu kita. Tugas kita hari ini adalah mengisinya dengan aksi-aksi nyata yang positif dan berdampak bagi masyarakat. Sinergi antara santri dengan jajaran TNI seperti Babinsa merupakan langkah konkrit untuk memperkuat wawasan kebangsaan,” ungkap H. Akhmad Malik Afandi.
Ia menambahkan bahwa internalisasi 29 karakter luhur pada santri adalah wujud kontribusi LDII dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan religius untuk menyongsong Indonesia Emas.
“Tetaplah menjadi santri dan pemuda yang tangguh, berakhlakul karimah, menjaga keharmonisan dengan warga sekitar, serta terus membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!” pungkasnya.
Melalui momentum HUT RI ke-81 ini, Pondok Pesantren Minhajurrosyidin Ambulu terus berkomitmen melahirkan generasi penerus yang berjiwa nasionalis, berkarakter unggul, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.