Tingkatkan Kapasitas Literasi Digital, KIM LDII Jember Ikuti Pelatihan Jurnalistik DPW LDII Jawa Timur

1
ldiijember-jurnalistikjatim-kadis-kominfo

SURABAYA (7/2) – Delegasi Komunikasi Informasi dan Media (KIM) DPD LDII Kabupaten Jember menghadiri workshop jurnalistik bertajuk “Penguatan Literasi Media dan Kompetensi Jurnalistik untuk Menangkal Disinformasi di Era Digital”. Acara yang digelar oleh DPW LDII Jawa Timur ini berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Sabilurrosyidin, Gayungan, Surabaya, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustina, S.Si., M.IP.

Dalam sambutannya, Sherlita memaparkan data krusial mengenai lanskap digital saat ini. Dalam paparannya, Sherlita menekankan bahwa di tengah kepungan informasi digital, peran jurnalis menjadi sangat vital sebagai penyeimbang hoaks dan disinformasi.

Ia mengungkapkan bahwa tingkat pengguna internet di Jawa Timur telah mencapai 82,19 persen, dengan dominasi dari generasi milenial. “Sekitar 70 persen masyarakat saat ini mencari berita melalui media sosial, sehingga siapa pun yang memproduksi informasi harus memiliki kompetensi, etika, dan tanggung jawab,” tegas Sherlita. Ia juga menambahkan bahwa Indonesia masih membutuhkan jutaan talenta digital untuk menutup kesenjangan sumber daya manusia yang ada saat ini.

Empat Prinsip Jurnalisme dan Etika Digital

Sherlita membekali para peserta dengan empat prinsip utama jurnalisme yang harus dipegang teguh:

  1. Benar dan Terverifikasi: Memastikan data bukan sekadar opini.
  2. Berimbang: Menyajikan informasi secara adil.
  3. Etis: Menjaga kesantunan dan privasi.
  4. Bertanggung Jawab: Setiap narasi harus bisa dipertanggungjawabkan dampaknya.

“Kebebasan berekspresi harus disertai tanggung jawab. Kami mendorong para praktisi media LDII untuk membangun jaringan seluas mungkin dan selalu menerapkan prinsip ‘Saring Sebelum Sharing’ sebagai etika bermedsos,” tegas Sherlita.

Beliau juga memperkenalkan platform “Klinik Hoax” milik Kominfo Jatim sebagai rujukan masyarakat untuk memverifikasi kebenaran berita. Sherlita berharap LDII dapat membentuk tim penanganan hoaks internal yang sejalan dengan program Kominfo Jatim, terutama dalam menghadapi tantangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang kian canggih dalam memproduksi disinformasi.

Pesan Ketua DPW LDII Jawa Timur

Ketua DPW LDII Jawa Timur, KH. Amrodji Konawi, menyambut baik arahan tersebut. Beliau berpesan agar seluruh praktisi media di lingkungan LDII mampu menjadi penyejuk di ruang digital.

“Praktisi informasi LDII harus mampu menjadi ‘juru bicara’ yang baik bagi organisasi. Pesan yang disampaikan haruslah mengandung nilai-nilai kebenaran, membangun optimisme, dan tetap mengedepankan etika jurnalistik yang santun,” ujar KH. Amrodji.

Kesan Delegasi Jember

Utusan DPD LDII Jember yang terdiri dari Salas Bima, Awang, Vindi, dan Erli mengikuti jalannya materi dengan sangat antusias. Salas Bima mengungkapkan bahwa paparan mengenai tantangan AI dan verifikasi berita sangat relevan dengan kondisi di lapangan.

“Pelatihan ini benar-benar membuka mata kami bahwa tantangan ke depan, terutama dengan adanya AI, menuntut kami untuk lebih teliti. Kami belajar bahwa jurnalisme bukan sekadar menulis, tapi soal tanggung jawab moral. Saya dan teman-teman dari Jember siap membawa pulang ilmu ini untuk memperkuat literasi digital di daerah,” ujar Salas.

Dengan pelatihan ini, KIM LDII Jember berkomitmen untuk terus memproduksi konten yang kredibel dan menjadi benteng pertahanan terhadap penyebaran berita bohong di wilayah Kabupaten Jember.

Apresiasi Ketua DPD LDII Jember

Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Akhmad Malik, memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi tim KIM Jember dalam agenda strategis ini. Ia menegaskan bahwa penguatan kompetensi jurnalistik adalah investasi penting bagi organisasi.

“Kami sangat mengapresiasi semangat rekan-rekan KIM Jember yang mengikuti pelatihan ini. Apa yang disampaikan Ibu Kadis Kominfo Jatim mengenai tantangan disinformasi dan AI adalah kenyataan yang harus kita hadapi. Dengan bekal prinsip jurnalisme yang etis dan bertanggung jawab, saya berharap KIM LDII Jember tidak hanya sekadar memberi informasi, tapi juga menjadi penjaga moral di ruang digital khususnya di wilayah Kabupaten Jember,” ujar Akhmad Malik. (/vi)

1 thought on “Tingkatkan Kapasitas Literasi Digital, KIM LDII Jember Ikuti Pelatihan Jurnalistik DPW LDII Jawa Timur”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *