Wujudkan Sejarah Sebagai Perekat Bangsa, DPD LDII Jember Bangga Atas Penunjukan Prof. Singgih Sebagai Penasihat Menteri Kebudayaan
JAKARTA, 22 Januari 2026 –Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, resmi menunjuk Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro (UNDIP), Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum., sebagai Penasihat Menteri Bidang Pelestarian Sejarah dan Pengembangan Budaya Kemaritiman. Pengumuman ini disampaikan bersamaan dengan penunjukan sejumlah akademisi terkemuka lainnya pada Senin (19/1/2026).
Penunjukan ini merupakan langkah strategis Kementerian Kebudayaan dalam memperkuat fondasi kebijakan berbasis riset dan kesejarahan, khususnya dalam mengembalikan kejayaan identitas kemaritiman Indonesia.
Sejarah Sebagai Memori Kolektif yang Hidup Menanggapi penunjukan tersebut, Prof. Singgih, yang juga menjabat sebagai Ketua DPP LDII, menyatakan bahwa amanah ini merupakan tanggung jawab besar untuk merawat sejarah sebagai memori kolektif bangsa. Ia menekankan bahwa sejarah memiliki fungsi krusial yang lebih dari sekadar arsip masa lalu.
“Sejarah tidak boleh diperlakukan sebagai catatan masa lalu yang beku, melainkan ruang bersama yang hidup dan mampu memperkuat kebersamaan nasional,” ujar Prof. Singgih.
Ia menambahkan bahwa di tengah gempuran hoaks dan narasi parsial yang sering memicu ketegangan sosial, sejarah harus hadir sebagai rujukan etis yang menyatukan seluruh elemen bangsa.
Prof. Singgih Tri Sulistiyono memberikan tanggapan yang sangat positif dan visioner terkait penunjukannya sebagai Penasihat Menteri Bidang Pelestarian Sejarah dan Pengembangan Budaya Kemaritiman oleh Fadli Zon.
Berikut adalah poin-poin utama pesan dan tanggapan beliau:
- Sejarah sebagai Memori Kolektif Bangsa: Prof. Singgih menekankan bahwa peran paling mendasar dari penasihat menteri adalah upaya untuk merawat sejarah sebagai memori kolektif bangsa.
- Ruang Bersama yang Hidup: Menurut beliau, sejarah tidak boleh dianggap sebagai catatan masa lalu yang kaku atau “beku”, melainkan harus menjadi ruang bersama yang hidup dan mampu memperkuat kebersamaan nasional.
- Rujukan Etis dan Pemersatu: Ia menekankan pentingnya menghadirkan sejarah sebagai rujukan etis yang menyatukan seluruh elemen bangsa, terutama di tengah maraknya hoaks dan narasi parsial yang sering memicu ketegangan sosial.
- Pengembangan Budaya Kemaritiman: Fokus kerjanya akan mencakup revitalisasi nilai-nilai luhur sejarah bahari Indonesia untuk memperkuat identitas nasional dan karakter bangsa.
- Literasi Digital: Beliau juga berencana mendorong program literasi sejarah melalui platform digital agar narasi sejarah yang akurat dapat menjangkau generasi muda dengan cara yang lebih menarik.
Prof. Singgih berharap, melalui peran penasihat ini, kementerian dapat menghasilkan kebijakan yang mampu menjadikan kebudayaan sebagai hulu dari pembangunan nasional. “Tugas kita adalah memastikan warisan masa lalu menjadi modal sosial yang kuat untuk masa depan,” pungkasnya.
Dukungan dan Apresiasi dari Daerah
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Jember, H. Akhmad Malik memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas penunjukan Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum. sebagai Penasihat Menteri Kebudayaan Bidang Pelestarian Sejarah dan Pengembangan Budaya Kemaritiman oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Penunjukan ini dipandang sebagai bentuk pengakuan negara terhadap integritas dan kepakaran Prof. Singgih, yang selain merupakan Guru Besar Sejarah Universitas Diponegoro, juga merupakan tokoh nasional yang menjabat sebagai Ketua DPP LDII.
Kebanggaan Warga LDII Jember Ketua DPD LDII Kabupaten Jember menyatakan bahwa kabar ini menjadi motivasi besar bagi seluruh pengurus dan warga LDII di daerah, khususnya di Jember, untuk terus berkontribusi bagi nusa dan bangsa melalui jalur profesionalisme masing-masing.
“Kami keluarga besar LDII Jember merasa sangat bangga dan bersyukur. Prof. Singgih adalah sosok intelektual yang selalu menekankan pentingnya sejarah sebagai perekat bangsa. Penunjukan beliau oleh Menteri Fadli Zon sangatlah tepat, mengingat rekam jejak beliau dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan,” ujar Ketua DPD LDII Jember.
Harapan untuk Penguatan Karakter Bangsa DPD LDII Jember sepakat dengan visi Prof. Singgih yang ingin menjadikan sejarah sebagai rujukan etis di tengah tantangan disinformasi atau hoaks. LDII Jember menilai, gagasan Prof. Singgih tentang sejarah yang “hidup” sangat sejalan dengan pembinaan karakter yang selama ini dijalankan oleh LDII, yakni membentuk generasi yang memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh.
“Kami berharap, melalui peran beliau di Kementerian Kebudayaan, sejarah kemaritiman kita kembali berjaya dan nilai-nilai luhur sejarah bisa diwariskan ke generasi muda sebagai memori kolektif yang mempersatukan, bukan memisahkan,” tambahnya.Dukungan Penuh Segenap pengurus DPD LDII Jember mendoakan agar Prof. Singgih senantiasa diberikan kekuatan dan kelancaran dalam menjalankan amanah baru ini, demi kemajuan kebudayaan dan keutuhan NKRI.