Mimbar Jumat Makin Berbobot! DPP LDII Gembleng 1.000 Khotib di Pondok Gede

5
ldiijember-asrama-khutbah1

JAKARTA (16/01/2026) – Bertempat di Pondok Gede, Jakarta, DPP LDII melalui Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) menyelenggarakan “Diklat Dakwah Peningkatan Kualitas Khotib” yang berlangsung selama sepekan, 13-18 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 1.000 peserta juru dakwah dari seluruh pelosok negeri, termasuk delegasi khusus dari Kabupaten Jember.

Ketua Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) KH Aceng Karimullah

Meneladani Rasulullah dan Menentramkan Umat

Ketua Departemen PKD DPP LDII, KH Aceng Karimullah, menekankan bahwa khotib memiliki tanggung jawab besar selain menegaskan tentang ibadah dan ketauhidan. Menurutnya, dakwah di atas mimbar harus mampu menentramkan jamaah dalam menjalani kehidupan dengan meneladani Rasulullah SAW, serta memberikan pemahaman mendalam mengenai hukum-hukum Allah dan Rasul-Nya.

KH Aceng Karimullah juga menjelaskan bahwa diklat ini menjadi agenda krusial bagi para juru dakwah yang tersebar di berbagai daerah. Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas dakwah, khususnya bagi mereka yang rutin bertugas sebagai khotib di masjid-masjid naungan LDII.

“Tujuh hari dalam sepekan ada hari yang diberikan keutamaan oleh Allah SWT, yaitu hari Jumat. Pada hari itu umat Islam melakukan ibadah salat Jumat, dan tokoh sentralnya adalah khotib,” ujar KH Aceng Karimullah.

Pengurus Majelis Taujih Wal Irsyad, KH Hafiludin,

Peningkatan Kualitas dan Pemahaman Khutbah Bahasa Arab

Senada dengan hal tersebut, Pengurus Majelis Taujih Wal Irsyad, KH Hafiludin, menyampaikan bahwa tujuan utama PKD adalah meningkatkan kemampuan khotib Jumat dan Hari Raya agar dapat membimbing jamaah lebih khusyuk serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

Lebih lanjut, KH Hafiludin menjelaskan karakteristik khutbah di lingkungan LDII:

  • Madzhab Maliki: LDII mengikuti Madzhab Maliki dalam pelaksanaan khutbah yang menggunakan bahasa Arab.
  • Wajib Memahami Isi: Mengingat penggunaan bahasa Arab, setiap khotib diwajibkan untuk mengerti dan menguasai isi khutbah tersebut.
  • Materi Komprehensif: Salah satu fokus utama dalam diklat ini adalah pemberian pemahaman dan ilmu khutbah secara mendalam kepada peserta.
Delegasi Asrama khutbah dari Jember: Ustadz Bahar dan Ustadz Djuremi

Empat Delegasi Jember Siap Transformasi Dakwah Daerah

Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, H. Akhmad Malik, menyatakan dukungannya dengan mengirimkan empat delegasi terbaik untuk menyerap ilmu di Jakarta. Selain Ustadz Bahar dan Ustadz Djuremi, Jember juga mengirimkan dua tenaga pendidik dari Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Ambulu, yaitu Ustadz Ari Budi Purwanto dan Ustadz Subadar Romli.

“Kami mengirimkan empat utusan agar standarisasi dakwah yang didapat di Jakarta bisa segera diimplementasikan di seluruh wilayah Jember, mulai dari masjid di kota hingga pondok pesantren di daerah Ambulu,” ujar Akhmad Malik.

Ustadz Ari Budi Purwanto dan Ustadz Subadar Romli

Kehadiran delegasi Jember ini merupakan bentuk komitmen DPD LDII Kabupaten Jember dalam mendukung standarisasi dakwah nasional. Keempat delegasi ini mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias, membawa harapan besar untuk mentransformasi mimbar-mimbar Jumat di Jember menjadi sarana edukasi umat yang lebih berkualitas, sejuk, dan mencerahkan. Diharapkan, sekembalinya dari Pondok Gede, mereka dapat menularkan ilmu dan teknik dakwah terbaru kepada para khotib lainnya di wilayah Jember.

Visi Dakwah yang Menyejukkan

Melalui diklat ini, DPP LDII ingin memastikan bahwa mimbar-mimbar Jumat di seluruh Indonesia menjadi sumber edukasi yang menyejukkan, inklusif, dan mampu mempererat persatuan bangsa. Khotib didorong untuk menyampaikan pesan-pesan yang mencerahkan hati serta pikiran jamaah, sehingga nilai-nilai luhur Islam dapat terimplementasikan dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat.

5 thoughts on “Mimbar Jumat Makin Berbobot! DPP LDII Gembleng 1.000 Khotib di Pondok Gede”

  1. Alhamdulillah… LDII semoga semakin di kenal lagi ke para pemilik kekuasaan wilayah (stik holder)mari kita tingkatkan ketransfaran ilmu qor.an dan alhadis ..semoga di beri aman lancar dan barokah..aamiin ..

    1. Wajib, bagi generasi muda dan para ustadz LDII di kawah candra dimuka kan utk menjadi pioner dan khotib yang handal dan tartil dlm melafalkan quran dan hadits serta memahami maknanya
      Semangat,.. DADIO GURUNE JAGAT

  2. Luar biasa. Mudah-mudahan para Khotib – Khotib senior bs membantu Wanhat meningkatkan kualitas para Khotib d tingkat PC dan PAC.
    Salam buat Ust. Ari Budi Purwanto n Ust.Subadar Romli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *